- Moody's menurunkan *outlook* bank Himbara menjadi negatif, mengindikasikan kewaspadaan terhadap kebijakan ekonomi makro ke depan.
- PERBANAS menegaskan fundamental perbankan nasional tetap kuat, ditunjukkan oleh pertumbuhan kredit dan likuiditas solid Desember 2025.
- Keputusan Moody's hanya menyasar proyeksi masa depan, bukan peringkat atau kondisi riil perbankan yang fundamentalnya masih sehat.
Suara.com - Keputusan lembaga pemeringkat internasional, Moody’s Investors Service, yang menurunkan outlook bank-bank milik negara yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menjadi negatif tengah menjadi sorotan pelaku pasar.
Menanggapi hal tersebut, Chief Economist Office of Chief Economist (OCE) PERBANAS, Dzulfian Syafrian, menegaskan bahwa kondisi fundamental perbankan nasional saat ini masih berada dalam posisi yang sangat kuat dan stabil.
Dzulfian menjelaskan bahwa revisi yang dilakukan Moody’s hanya menyasar pada aspek proyeksi masa depan (outlook), bukan pada peringkat kredit (rating) maupun kondisi riil kesehatan perbankan saat ini.
Langkah Moody’s tersebut dinilai lebih sebagai sinyal kewaspadaan terhadap dinamika kebijakan ekonomi makro ke depan.
“Moody’s pada dasarnya sedang memberikan sinyal kewaspadaan terhadap potensi risiko ke depan, terutama terkait efektivitas serta tata kelola kebijakan ekonomi nasional,” ujar Dzulfian dalam siaran pers di Jakarta, Minggu (29/3/2026).
Dzulfian menekankan bahwa perubahan pandangan tersebut tidak didasari oleh pelemahan kinerja internal bank. Sebaliknya, data agregat hingga Desember 2025 menunjukkan performa perbankan yang sangat solid.
Kredit perbankan tercatat tumbuh di atas 9 persen secara tahunan (year-on-year), sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) melonjak dua digit melampaui 13 persen.
Ketahanan modal perbankan juga berada di level yang sangat aman dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) di kisaran 25 persen. Sementara itu, kualitas aset tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) yang rendah di sekitar 2 persen.
“Seluruh indikator tersebut mencerminkan bahwa fungsi intermediasi, kualitas aset, permodalan, dan likuiditas perbankan tetap terjaga dengan baik,” imbuh Dzulfian.
Baca Juga: Contact BRI 1500017 Apakah Bebas Pulsa? Simak Penjelasan Lengkapnya
Senada dengan PERBANAS, Bank Indonesia (BI) turut mengonfirmasi bahwa sektor perbankan per awal 2026 masih menunjukkan ketahanan yang tinggi.
Kajian internal OCE PERBANAS menunjukkan perbankan Indonesia tetap resilien menghadapi tekanan eksternal, mulai dari konflik geopolitik di Iran hingga ketidakpastian arah kebijakan domestik.
Khusus untuk bank-bank BUMN, kinerjanya justru melampaui rata-rata industri dengan pertumbuhan kredit yang tetap berada di level dua digit. Hal ini membuktikan peran intermediasi Himbara tetap berjalan optimal meskipun kondisi global sedang bergejolak.
Secara individual, pertumbuhan dana murah (CASA) dan rasio permodalan bank-bank plat merah ini masih dalam kondisi yang sangat prima.
Menurut Dzulfian, fokus utama Moody’s sebenarnya lebih tertuju pada arah kebijakan makroekonomi nasional yang berpotensi memberikan dampak rambatan ke sektor keuangan.
Oleh karena itu, penurunan outlook ini sebaiknya dijadikan momentum bagi pemerintah dan otoritas terkait untuk memperkuat stabilitas ekonomi makro dan menjaga kepercayaan investor.
“Yang terpenting, perlu ditegaskan bahwa sektor perbankan Indonesia, termasuk Himbara, saat ini masih berada dalam kondisi sehat dan memiliki fondasi yang solid untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
BRI KPR Solusi Hadirkan Kemudahan Beli Properti dari Lelang Bank dengan Proses Praktis
-
Purbaya Buka Opsi Suntik Dana SAL Milik Pemerintah ke Bank Swasta
-
Purbaya Diam-diam Tambah Dana SAL Rp 100 T ke Perbankan, Sisa Kas Pemerintah Rp 400 T
-
Sinyal Ekonomi? Pertumbuhan Uang Beredar RI Mulai Melambat
-
Bank Mega Syariah Catat Penyaluran Kredit Koperasi Rp 5,9 Triliun Sepanjang 2025
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Ada Risiko Downgrade IHSG Meski Tekanan Isu MSCI Mulai Reda
-
Pertamina Tepat Belum Turunkan Harga Pertamax
-
Semester II-2026 Penuh Tekanan, Investor Saham Diminta Bersiap
-
Sinar Mas Land dan 2 Universitas Terkemuka Perluas Akses Pendidikan Global di BSD City
-
Purbaya Akhirnya Turun Tangan soal Pajak JHT usai Diprotes Buruh
-
Pasar Kripto RI Makin Dilirik, BTSE Indonesia Kini Jadi Pemain Baru
-
Transformasi Industri Rendah Karbon Digenjot demi Target Net Zero Emission 2050
-
Ratusan Santri Antusias Ikuti Beragam Aktivitas di Junior Miners Fun Fest 2026
-
Negara di Eropa Mendadak Jor-joran Belanja Militer, Ada Isu Perang Besar?
-
Manajemen dan Komunitas Gim Digital di Indonesia Mulai Dilirik Investor