Sebagai holding investasi batu bara raksasa yang dikendalikan oleh Grup Bakrie dan Grup Salim, BUMI selalu menjadi magnet perhatian pasar.
LKH mengonfirmasi bahwa ia memiliki sejarah panjang dengan saham BUMI. Ia pernah memiliki sekitar 1 miliar lembar saham BUMI dan sempat mengalami fase sulit saat harga saham BUMI anjlok ke level terendah atau "gocap" (Rp50) pada periode 2012-2016.
Namun, melalui strategi average down (menambah posisi saat harga turun), ia berhasil keluar dengan keuntungan besar saat harga saham BUMI kembali menyentuh level Rp500.
Berdasarkan data terkini, nama Lo Kheng Hong tidak lagi tercatat sebagai pemegang saham utama di BUMI. Fokus investasinya di sektor pertambangan kini lebih banyak dialihkan ke emiten lain, salah satunya PT ABM Investama Tbk (ABMM).
Portofolio Terkini Lo Kheng Hong
Saat ini, aset investasi LKH tersebar di berbagai perusahaan publik dengan profil bisnis yang beragam. Berikut adalah beberapa saham utama yang mengisi portofolio "Sang Maestro" tersebut:
- PT ABM Investama Tbk (ABMM): Fokus pada sektor energi dan jasa pertambangan terintegrasi.
- PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL): Produsen ban terbesar di Asia Tenggara yang menyasar pasar manufaktur global.
- PT Global Mediacom Tbk (BMTR): Holding media yang menaungi berbagai platform penyiaran dan konten digital.
- PT Intiland Development Tbk (DILD): Pengembang properti terkemuka dengan portofolio residensial dan komersial.
- PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP): Perusahaan perkebunan dan produsen minyak goreng terintegrasi.
Selain deretan saham di atas, LKH juga diketahui memiliki kepemilikan di sektor perbankan dan pembiayaan melalui emiten seperti PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN), serta PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP).
Keberagaman portofolio ini menunjukkan bahwa LKH tidak hanya terpaku pada satu industri, melainkan terus mencari peluang di mana pun nilai intrinsik perusahaan berada di atas harga pasarnya.
Desclaimer: Seluruh data mengenai portofolio dan riwayat investasi Lo Kheng Hong dalam artikel ini bersifat informatif berdasarkan update Januari 2026. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor masing-masing. Pembaca disarankan melakukan analisis fundamental dan teknikal secara mandiri serta berkonsultasi dengan ahli keuangan sebelum mengambil keputusan transaksi di bursa saham.
Baca Juga: Ini Alasan Saham Garuda Indonesia Melesat 15%
Kontributor : Rizqi Amalia
Berita Terkait
-
Emiten Produsen Sarung Tangan MARK Catatkan Penjualan Bersih Rp 837,31 Miliar di 2025
-
Profil dan Daftar Pemegang Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)
-
Novel Tarian Bumi, Tarian Pembebasan dari Penjara Kasta yang Membelenggu
-
Kapitalisasi Pasar BEI Anjlok Jadi Rp 12.516 Triliun Selama Sepekan Kemarin
-
Suhu Bumi Naik 75 Persen, Pakar UGM Ungkap Dampak Cuaca Ekstrem hingga Krisis Pangan
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Terkini
-
BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta
-
Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita
-
Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri
-
Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD
-
Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026
-
Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik
-
Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran
-
Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol
-
Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan
-
Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?