- Rupiah melemah tipis pada pembukaan Senin (30/3/2026), dibuka di Rp16.988 per dolar AS, depresiasi 0,05%.
- Pelemahan dipicu sentimen global memburuk akibat kenaikan harga minyak mentah dan menguatnya dolar AS.
- Bank Indonesia diperkirakan akan melakukan intervensi pasar guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah hari itu.
Suara.com - Nilai tukar rupiah mengawali pekan ini dengan pergerakan yang kurang menggembirakan.
Pada pembukaan perdagangan Senin (30/3/2026), mata uang Garuda terpantau melemah tipis dan belum menunjukkan tanda-tanda pembalikan arah menuju penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka pada level Rp16.988 per dolar AS. Angka ini mencerminkan depresiasi sebesar 0,05 persen dibandingkan posisi penutupan pada Jumat (27/3/2026) yang berada di level Rp16.979.
Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia tercatat berada di posisi Rp16.957 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai pelemahan rupiah saat ini sangat dipengaruhi oleh memburuknya sentimen pasar global, terutama akibat lonjakan harga minyak mentah dunia yang terus merangkak naik.
"Rupiah diperkirakan akan melemah di tengah sentimen yang tertekan dan harga minyak mentah dunia yang masih terus mendaki," ungkap Lukman dalam keterangannya, Senin (30/3/2026).
Selain faktor energi, keperkasaan indeks dolar AS turut menjadi beban bagi mata uang domestik. Para investor kini cenderung memperkirakan bahwa Bank Sentral AS, Federal Reserve (The Fed), akan kembali menaikkan suku bunga tahun ini alih-alih melakukan pemangkasan. Ekspektasi ini memperkuat posisi The Greenback di pasar global.
Lukman memproyeksikan pergerakan rupiah sepanjang hari ini akan berada pada rentang Rp16.950 hingga Rp17.050 per dolar AS. Posisi ini membuat rupiah semakin mendekati level psikologis krusial di angka Rp17.000.
Meski demikian, pasar meyakini Bank Indonesia tidak akan tinggal diam. "Rupiah memang mendekati level psikologis 17 ribu, namun diperkirakan Bank Indonesia akan melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar," tambah Lukman.
Baca Juga: Purbaya Bocorkan Strategi Pemerintah Jika Harga Minyak Dunia Terus Melonjak
Pelemahan rupiah ternyata sejalan dengan tren mayoritas mata uang di kawasan Asia yang juga terkoreksi terhadap dolar AS:
Peso Filipina: Menjadi yang terlemah dengan anjlok 0,36 persen.
Ringgit Malaysia: Tertekan 0,17 persen.
Baht Thailand & Won Korea Selatan: Kompak melemah 0,15 persen.
Yuan China & Dolar Taiwan: Masing-masing terdepresiasi 0,13 persen dan 0,11 persen.
Dolar Singapura & Hong Kong: Melemah tipis dalam rentang 0,05 persen hingga 0,003 persen.
Berita Terkait
-
BI Perkuat Stabilitas Rupiah Lewat Instrumen SVBI dan SUVBI
-
Harga Minyak Tembus 116 Dolar AS, Kendaraan Listrik Bakal Makin Laris?
-
Dolar AS dan Harga Minyak Diprediksi Melonjak, Rupiah Tertekan
-
Sinyal Ekonomi? Pertumbuhan Uang Beredar RI Mulai Melambat
-
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Sekarang Popularitas Pemerintah Naik Kencang Sekali
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Terkini
-
BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta
-
Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita
-
Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri
-
Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD
-
Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026
-
Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik
-
Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran
-
Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol
-
Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan
-
Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?