Bisnis / Makro
Senin, 30 Maret 2026 | 13:40 WIB
Sejumlah pemudik arus balik sepeda motor melintas jalan layang Pamanukan, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu (25/3/2026). [ANTARA FOTO/Fauzan/nz]
Baca 10 detik
  • Pemerintah mengklaim mudik dan arus balik Lebaran 2026 berhasil dikendalikan sesuai rencana operasi terpadu.
  • Monitoring dilaksanakan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub sejak 13 hingga 29 Maret 2026.
  • Keberhasilan dicapai melalui koordinasi intensif lintas sektor dan pengawasan 1.560 titik pantauan.

Suara.com - Pemerintah mengklaim kondisi mudik dan arus balik Lebaran 2026 berjalan dengan lancar dan sesuai dengan rencana yang telah disusun sejak awal.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan, menjelaskan, mudik tahun ini mampu dikendalikan dengan baik melalui koordinasi lintas sektor yang intensif.

"Berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan mulai 13 Maret 2026 sampai dengan 29 Maret 2026, dapat kami laporkan bahwa pelaksanaan angkutan lebaran ini dapat berjalan dengan baik sesuai dengan kebijakan dan rencana operasi yang telah disusun," ujar Aan dalam penutupan posko angkutan lebaran terpadu di Kantor Kemenhub, Jakarta Senin (30/3/2026).

Sementara, Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergi antara kementerian, lembaga, pemerintah daerah hingga operator transportasi.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (tengah) bersama Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho (kedua kanan) dan Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono (kedua kiri) memberikan keterangan pers di JTMC Jasa Marga, Tol Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat, Senin (30/3/2026). (ANTARA/Nadia Putri Rahmani)

"Kolaborasi menjadi kunci utama dalam memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dan arus balik dengan aman, lancar, dan selamat," jelasnya.

Selama masa posko berlangsung, pemerintah melakukan pemantauan secara luas di berbagai titik transportasi. Tercatat terdapat 1.560 titik pantauan di seluruh moda, mulai dari terminal, pelabuhan, bandara, stasiun hingga jalan tol dan arteri.

Selain itu, pengawasan juga diperkuat melalui pemanfaatan teknologi, dengan 7.159 titik CCTV serta 80 lokasi pemantauan menggunakan drone.

Dudy menambahkan, pemerintah juga telah melakukan berbagai langkah strategis selama periode mudik, mulai dari penyusunan rencana operasi, rekayasa lalu lintas, hingga program mudik gratis dan diskon tarif transportasi di berbagai moda.

Tak hanya itu, pengawasan terhadap operator transportasi juga diperketat, termasuk pemberian sanksi bagi pelanggaran guna memastikan standar keselamatan tetap terjaga.

Baca Juga: Pakar Ungkap Kemacetan Gerbang Tol Arus Balik Lebaran 2026 Bisa Dicegah lewat Sistem MLFF

Meski secara umum berjalan lancar, pemerintah tetap mencatat sejumlah evaluasi untuk perbaikan di masa mendatang.

"Berbagai kejadian menonjol selama angkutan lebaran 2026 beserta seluruh rangkaian penyelesaiannya mencerminkan komitmen kita bersama dalam berkoordinasi, bersinergi, dan bekerjasama, termasuk mengesampingkan ego sektoral demi mencapai satu tujuan mulia yaitu memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat, bagi saudara-saudara kita selama periode mudik dan balik pada angkutan Lebaran 2026," ucapnya.

Load More