- Investor ritel sering terjebak ilusi bandar karena bereaksi pada data pasar yang sudah terlambat.
- Investor institusi mengandalkan riset fundamental dan analisis makroekonomi, berbeda dengan investor pemula.
- IPOT menawarkan fitur seperti order flow dan riset IPOT Views untuk pengambilan keputusan berbasis data real-time.
Suara.com - Investor saham diingatkan untuk tidak terjebak dalam ilusi bandar yang kerap muncul dari kesalahan membaca data pasar.
Fenomena ini terjadi ketika investor pemula mengambil keputusan hanya berdasarkan broker summary atau euforia komunitas, tanpa memahami bahwa data tersebut sejatinya sudah terlambat.
Chief Marketing Officer PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Sergio Ticoalu, menjelaskan bahwa banyak investor merasa sedang mengikuti pergerakan bandar, padahal mereka hanya bereaksi terhadap data masa lalu.
Fenomena tersebut kerap berujung pada panic selling saat pasar berbalik arah, karena keputusan investasi tidak didasarkan pada analisis yang kuat.
Di sisi lain, investor institusi justru menggunakan pendekatan berbeda. Mereka mengandalkan riset fundamental, analisis makroekonomi, hingga struktur pasar yang disiplin, bukan sekadar mengikuti tren.
Kesenjangan ini membuat investor ritel sering kali berada pada posisi yang dirugikan, bahkan tanpa disadari menjadi bagian dari strategi exit pemain besar.
Sergio menegaskan bahwa mengandalkan data yang terlambat di pasar yang bergerak cepat merupakan risiko besar bagi investor.
"Jangan lagi mengambil posisi trading hanya karena ramai di komunitas atau terjebak ilusi broker summary. Pelajari cara membaca pasar dengan standar yang lebih tinggi melalui riset yang akurat di IPOT," ujarnya seperti dikutip, Selasa (31/3/2026).
Sebagai solusi, IPOT mendorong investor untuk beralih ke pendekatan berbasis data real-time dan riset yang lebih komprehensif. Melalui fitur seperti order flow dan live orderbook, investor dapat memahami pergerakan pasar secara lebih akurat.
Baca Juga: IHSG Masih Diramal Bakal Tertekan, Cek Saham Hari Ini yang Cuan
Selain itu, IPOT juga menghadirkan platform riset IPOT Views yang dirancang dengan standar institutional-grade research, guna membantu investor ritel mengambil keputusan yang lebih terukur.
Dengan dukungan teknologi dan infrastruktur yang kuat, termasuk fitur xRDN, indikator trading live, serta sistem keamanan berlapis, investor diharapkan dapat meningkatkan kualitas analisis dan menghindari jebakan spekulasi semu di pasar saham.
Di tengah dominasi investor institusi global, edukasi dan pemahaman pasar menjadi kunci agar investor ritel tidak lagi sekadar mengikuti arus, melainkan mampu mengambil keputusan investasi secara mandiri dan cerdas.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
The Beatles Warnai Rivalitas Argentina vs Inggris: Dominasi Tangga Lagu hingga Skandal Band Palsu
-
Kursi Botol Berterbangan, Suporter Argentina Bakul Pukul Jelang Lawan Inggris
-
10 Trik Kotor Kiper Argentina Emiliano Martinez Bikin Publik Inggris Ketar-ketir
-
Makna Tersembunyi Jersey Argentina Lawan Inggris: Warisan Budaya hingga Memori 1986
-
AI Prediksi Hasil Inggris vs Argentina: Albiceleste Menang Dramatis, Messi dan Kane Cetak Gol?
-
Medco E&P Perkuat Ekonomi Warga Muba Lewat Budidaya Lele Berkelanjutan
-
Prabowo Didesak Evaluasi KDKMP, Dinilai Menyimpang dari Semangat Koperasi
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Perkuat Sinergi, Buka Jalan Pendidikan bagi Putra-Putri Daerah
-
AHY dan Merry Riana Hadir Bersama Sahabat Ojol, Nobar Piala Dunia 2026
-
PTBA Dukung Pengungkapan Tambang Batubara Ilegal di Muara Enim, 11 Tersangka Ditangkap