- IHSG terkoreksi 0,61 persen menjadi 7.048 pada Selasa, 31 Maret 2026, didorong aksi ambil untung investor jangka pendek.
- Sektor transportasi melemah terdalam 4,6 persen, sementara sektor non-siklikal menguat signifikan sebesar 1,48 persen sebagai penopang.
- Keputusan pemerintah menahan harga BBM berpotensi menahan inflasi, namun berisiko melebarkan defisit APBN.
Suara.com - Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berujung terkoreksi pada, Selasa, 31 Maret 2026, setelah maraknya investor melakukan aksi ambil untung.
Mengutip riset Phintraco Sekuritas, IHSG terkoreksi 0,61 persen ke level 7.048, Sepanjang sesi perdagangan, indeks sempat menguat di awal, namun berbalik turun akibat tekanan jual jangka pendek.
"IHSG sempat menguat di awal sesi, namun kembali mengalami koreksi yang diduga karena investor cenderung merealisasikan keuntungan dalam jangka pendek di tengah kondisi ketidakpastian yang masih tinggi," tulis riset tersebut.
Dari sisi sektoral, sektor transportasi mencatatkan pelemahan terdalam hingga 4,6 persen. Sebaliknya, sektor non-siklikal menjadi penopang dengan penguatan sebesar 1,48 persen.
Sejalan dengan IHSG, nilai tukar rupiah juga mengalami tekanan. Mata uang Garuda ditutup melemah 0,23 persen ke level Rp 17.041 per dolar AS di pasar spot.
Secara teknikal, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak sideways dalam kisaran 6.900 hingga 7.150, dengan level resistance di 7.200 dan support di 6.900.
Dari sisi kebijakan, pasar merespons pernyataan pemerintah yang memastikan tidak akan ada kenaikan harga BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi. Kebijakan ini dinilai mampu menahan tekanan inflasi, khususnya dari sektor transportasi dan distribusi.
Namun di sisi lain, keputusan tersebut berpotensi menambah beban subsidi energi di tengah kenaikan harga minyak dunia, sehingga membuka risiko pelebaran defisit APBN.
"Jika harga BBM tidak naik, maka tekanan inflasi dari sektor transportasi dan distribusi logistik dapat diredam sehingga menjaga daya beli masyarakat tetap stabil. Di lain pihak, dengan tidak dinaikkannya harga BBM di saat harga minyak mentah global mengalami kenaikan, berpotensi membuat anggaran subsidi bertambah dan risiko defisit APBN melebar," tulis Phintraco.
Baca Juga: IHSG Berbalik Loyo di Sesi I, 403 Saham Jeblok
Pelaku pasar kini menantikan pengumuman resmi pemerintah terkait langkah kebijakan untuk meredam dampak kenaikan harga minyak global.
Selain itu, investor juga akan mencermati sejumlah data ekonomi domestik yang akan dirilis pada Rabu (1/4), seperti indeks manufaktur PMI Maret yang diperkirakan melambat ke level 51,2 dari sebelumnya 53,8.
Neraca perdagangan Februari diproyeksikan mencatat surplus sebesar 1,2 miliar dolar AS, lebih tinggi dibandingkan Januari yang sebesar 0,9 miliar dolar AS. Sementara itu, inflasi Maret diperkirakan berada di level 0,3 persen secara bulanan dan 4,9 persen secara tahunan.
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan hari ini, sebanyak 25,73 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 14,94 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,72 juta kali.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 270 saham bergerak naik, sedangkan 435 saham mengalami penurunan, dan 253 saham tidak mengalami pergerakan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Heboh Aturan Isi Pertalite Dibatasi 50 Liter, BPH Migas Buka Suara
-
Dukung Kebutuhan Bisnis dan Industri di Jatim, Epson Resmikan Solution Center di Surabaya
-
Mentan Singgung Selat Hormuz, Sebut Indonesia Bisa Bikin 'Kiamat' Komoditas CPO
-
Indonesia Dorong Jepang Percepat Pengembangan Blok Masela
-
Bos Agrinas Pangan Sebut Impor Pikap Jadi 160.000 Unit dari India, Cina, dan Jepang
-
Di Tengah Gejolak Ekonomi Global Minat Investasi Jepang di Indonesia Cukup Tinggi
-
Pemerintah Gagap Soal Harga BBM: Bahlil Kasih Sinyal Naik, Mensesneg Bilang Tetap
-
Dasco: 1 April Malam Ini, Harga Pertalite dan Pertamax Tidak Naik
-
Tarif Listrik PLN April-Juni 2026, Apakah Naik?
-
Bahlil: Semua Proyek Energi Digas, dari Panas Bumi hingga Angin