Bisnis / Ekopol
Rabu, 01 April 2026 | 06:58 WIB
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan pernyataan kontroversial terkait rakyat Iran dalam acara penggalangan dana Partai Republik di Washington, 25 Maret 2026. [Tangkap layar X]
Baca 10 detik
  • Presiden Amerika Serikat Donald Trump berencana segera menarik mundur pasukan militer dari Iran dalam waktu dekat.
  • Penarikan pasukan tidak bergantung pada kesepakatan damai, melainkan bertujuan menurunkan lonjakan harga minyak dunia secara drastis.
  • AS menegaskan tidak akan lagi menjadi polisi dunia untuk mengamankan Selat Hormuz bagi negara konsumen minyak.

Suara.com - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah terus menjadi sorotan utama publik global. Dalam sebuah acara di Gedung Putih, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan pernyataan terbarunya terkait operasi militer di Iran yang telah berlangsung sejak 28 Februari lalu.

Ketika ditanya mengenai dampak lonjakan harga bahan bakar yang mencekik masyarakat sejak awal perang meletus, Trump memberikan jawaban yang cukup percaya diri mengenai penyelesaian konflik tersebut.

Ia menilai bahwa kunci untuk menurunkan harga minyak dunia adalah dengan segera mengakhiri keterlibatan militer AS di wilayah tersebut. Trump berjanji bahwa proses penarikan mundur pasukan ini tidak akan memakan waktu lama.

"Yang perlu saya lakukan hanyalah meninggalkan Iran, dan kami akan melakukannya segera, dan harga-harga itu akan runtuh," ujar Trump di hadapan para awak media yang menanyakan solusi atas krisis energi saat ini.

Trump menambahkan bahwa pasukannya saat ini sedang berada dalam fase penyelesaian misi operasi militer.

"Kami sedang menyelesaikan tugas ini, dan saya pikir mungkin dalam waktu dua minggu, atau mungkin beberapa hari lebih lama, untuk menyelesaikan pekerjaan ini," tambahnya, dikutip dari France 24.

Penyelesaian Tanpa Syarat dan Kesepakatan

Menariknya, Trump juga menegaskan bahwa berakhirnya operasi militer AS di wilayah tersebut sama sekali tidak bergantung pada tercapainya kesepakatan damai dengan pihak Teheran.

Seperti diketahui, sebagai bentuk pembalasan atas serangan yang mereka terima, Iran telah secara efektif menutup Selat Hormuz yang merupakan jalur sangat krusial bagi lalu lintas kapal tanker minyak internasional.

Baca Juga: Apa itu Demo "No Kings" di Amerika? Gerakan Massal Warga Turunkan Donald Trump

Di dalam Ruang Oval, sesaat setelah menandatangani perintah eksekutif untuk menindak pemungutan suara melalui pos yang diklaimnya sarat akan kecurangan tanpa bukti kuat, Trump kembali menegaskan posisinya kepada para jurnalis.

"Mereka tidak harus membuat kesepakatan dengan saya," tuturnya dengan santai.

Trump melanjutkan dengan pandangan kerasnya mengenai kondisi militer dan infrastruktur Iran sebelum AS benar-benar menarik diri dari zona perang.

"Ketika kami merasa bahwa mereka telah, untuk jangka waktu yang lama, dikembalikan ke zaman batu dan mereka tidak akan mampu membuat senjata nuklir, barulah kami akan pergi," ucapnya.

Bagi Trump, negosiasi diplomatik bukanlah prioritas utama saat ini. "Apakah kita memiliki kesepakatan atau tidak, itu tidak relevan," tegas sang presiden.

Sikap isolasionis Trump semakin terlihat ketika ia menyinggung masalah distribusi minyak global. Ia mengulangi seruannya agar negara-negara lain yang membutuhkan minyak untuk berani pergi ke Selat Hormuz sendiri guna mengamankan pasokan energi mereka.

Load More