- Presiden Amerika Serikat Donald Trump berencana segera menarik mundur pasukan militer dari Iran dalam waktu dekat.
- Penarikan pasukan tidak bergantung pada kesepakatan damai, melainkan bertujuan menurunkan lonjakan harga minyak dunia secara drastis.
- AS menegaskan tidak akan lagi menjadi polisi dunia untuk mengamankan Selat Hormuz bagi negara konsumen minyak.
Hal ini ia sampaikan setelah banyak negara sekutu menolak panggilan AS untuk memberikan bantuan militer guna membebaskan jalur lalu lintas tanker yang tersumbat.
"Jika Prancis atau negara lain ingin mendapatkan minyak atau gas, mereka akan pergi melewati Selat Hormuz, mereka akan langsung menuju ke sana, dan mereka akan mampu membela diri mereka sendiri," kata Trump memberikan analogi.
Ia menegaskan bahwa Washington tidak ingin lagi menjadi polisi dunia yang mengamankan jalur perdagangan energi bagi negara-negara konsumen besar seperti China.
"Apa yang terjadi dengan selat itu bukanlah urusan kami lagi, karena negara-negara ini, China, China akan pergi ke sana dan mengisi bahan bakar kapal-kapal indah mereka... dan mereka akan mengurus diri mereka sendiri. Tidak ada alasan bagi kita untuk melakukannya."
Melalui unggahan di platform media sosial miliknya, Truth Social, pada hari Selasa waktu setempat, Trump kembali menyindir negara-negara yang saat ini tengah bergulat dengan krisis dan kelangkaan bahan bakar akibat konflik tersebut.
"AS tidak akan berada di sana untuk membantu kalian lagi, sama seperti kalian yang tidak ada untuk kami. Iran pada dasarnya telah hancur lebur. Bagian yang sulit sudah selesai. Pergilah ambil minyak kalian sendiri!" tulis Trump dalam unggahan tersebut.
Pernyataan keras Trump tersebut juga didukung penuh oleh Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, dalam sebuah konferensi pers terpisah. Hegseth menilai beban untuk mengamankan jalur Selat Hormuz sudah selayaknya dipikul bersama oleh komunitas internasional yang berkepentingan.
"Ini bukan hanya masalah kami ke depannya, meskipun kami telah melakukan bagian terbesar dari persiapan untuk memastikan bahwa selat itu akan terbuka," ujar Hegseth kepada para wartawan.
Ia juga memperingatkan bahwa hari-hari ke depan akan menjadi fase yang paling menentukan dalam jalannya operasi militer ini.
Baca Juga: Apa itu Demo "No Kings" di Amerika? Gerakan Massal Warga Turunkan Donald Trump
Meskipun menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut, Hegseth tidak membantah kemungkinan keterlibatan pasukan darat AS untuk bermain peran lebih dalam guna menyelesaikan konflik di Iran secara total.
Hegseth juga mengungkapkan bahwa dirinya baru saja melakukan kunjungan mendadak yang tidak diumumkan sebelumnya untuk meninjau langsung pasukan AS yang bertugas di garda depan operasi militer tersebut.
"Kami berada di lapangan di CENTCOM pada hari Sabtu selama sekitar setengah hari. Demi alasan keamanan operasional, agar pasukan tersebut tidak menjadi sasaran, tempat dan pangkalannya tidak akan disebutkan namanya," jelas Hegseth
Berita Terkait
-
Bahlil: RI Dapat Pasokan Minyak Baru Pengganti Timur Tengah
-
'Kirim Putra Trump, Anak Netanyahu, dan Pangeran-pangeran Arab Perang ke Iran!'
-
Purbaya Pastikan APBN Aman Hadapi Harga Minyak Meski Tembus 100 Dolar AS per Barel
-
Pemerintah Pastikan Harga BBM Tidak Naik
-
Buka-bukaan Anak Riza Chalid: Tanpa Terminal BBM OTM, Cadangan Pertamax Berkurang 3 Hari
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Pakar Prediksi Harga BBM Nonsubsidi dan Bahan Baku Impor Naik!
-
Rupiah Tembus Rp17.600, Prabowo: Yang Pusing Pengusaha!
-
Permintaan Emas Batangan di Indonesia Melonjak 47%, Warga Ogah Lirik Saham?
-
Menjelang Bitcoin Pizza Day, Member Indodax Hampir Tembus 10 Juta Pengguna
-
Kesabaran Trump ke Iran Habis, Harga Minyak Naik Lagi
-
IPC TPK Area Panjang Datangkan Crane Raksasa Post Panamax dari China
-
Bagi-bagi Jabatan! Trump Tunjuk Sahabat Dekat Untuk Jadi Bos The Fed
-
Perkuat Investasi Teknologi, Presiden Prabowo Saksi Penandatanganan MoU Danantara dan Hisense
-
Airlangga Bawa Pulang Komitmen Bisnis Rp7 Triliun dari Belarus
-
Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Turun, Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Melemah