Bisnis / Ekopol
Senin, 06 April 2026 | 12:34 WIB
Kasus dugaan penipuan yang menjerat perusahaan Presiden AS, Donald Trump serta anak-anaknya memasuki babak baru. [Tangkap layar X]
Baca 10 detik
  • Presiden AS Donald Trump memberikan ultimatum kepada Iran untuk membuka Selat Hormuz guna menghindari serangan militer pada Senin (6/4/2026).
  • Ketegangan geopolitik tersebut menyebabkan lonjakan harga minyak mentah Brent sebesar 1,4 persen di pasar keuangan kawasan Asia-Pasifik.
  • Investor merespons ancaman tersebut dengan mengalihkan aset, sementara pasar menantikan rilis data ekonomi makro penting dari Amerika Serikat.

Data yang kuat ini mempersulit posisi Federal Reserve (The Fed) dalam menentukan kebijakan moneter pada pertemuan mendatang di akhir April.

Berdasarkan perangkat Fedwatch CME Group, pelaku pasar memprediksi tidak akan ada perubahan suku bunga dari bank sentral AS tersebut hingga September 2027.

Pada perdagangan valuta asing, Indeks Dolar AS (DXY) stabil di posisi 100,23. Sementara itu, imbal hasil (yield) obligasi Treasury 10-tahun AS naik ke level 4,3584 persen.

Di Jepang, yield obligasi pemerintah mencatatkan rekor tertinggi di abad ke-21 pada level 2,4 persen karena kekhawatiran inflasi. Terhadap yen, dolar AS bergerak mendatar di angka 159,635 yen.

Dari sektor aset aman dan digital, harga emas terkoreksi 0,8 persen ke level USD 4.638,54. Sementara di pasar kripto, Bitcoin menguat 1,9 persen di posisi USD 68.915,85 dan Ether naik 2,4 persen ke angka USD 2.117,61.

Load More