- IHSG sempat menyentuh level 7.001 dan bertahan di kisaran 6.997, dengan mayoritas saham menguat.
- Kenaikan indeks AS dan harapan gencatan senjata AS-Iran mendorong optimisme pasar.
- Perdagangan didominasi saham naik, sementara investor asing masih melakukan aksi beli dan jual pada saham tertentu.
Suara.com - Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai gaspol ke zona hijau pada awal perdagangan Selasa, 7 April 2026. IHSG mulai naik 0,17 persen ke level 7,001.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.05 WIB, IHSG masih bertahan menghijau naik 0,11 persen ke level 6.997
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 1,47 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 696,7 miliar, serta frekuensi sebanyak 112.600 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 324 saham bergerak naik, sedangkan164 saham mengalami penurunan, dan 470 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, PMJS, IFSH, FORE, ESIP, SIPD, APLI.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, POLA, ALKA, SOTS, WGSH, BEER, ITMA, SHIP.
Proyeksi IHSG
IHSG diperkirakan bergerak menguat pada perdagangan hari ini, seiring membaiknya sentimen global yang mendorong optimisme pelaku pasar.
Mengutip riset Samuel Sekuritas Indonesia, penguatan pasar global menjadi katalis utama pergerakan indeks domestik.
Baca Juga: IHSG Anjlok di Bawah Level 7.000, Mampukah Rebound Hari Ini?
Pasar saham Amerika Serikat ditutup di zona hijau pada perdagangan Senin (6/4/2026). Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,36 persen, diikuti S&P 500 yang menguat 0,44 persen, serta Nasdaq yang naik 0,54 persen.
Kenaikan ini menandai penguatan S&P 500 selama empat hari berturut-turut, didorong oleh harapan tercapainya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang meredakan kekhawatiran geopolitik global.
Selain itu, pergerakan pasar juga dipengaruhi oleh dinamika makroekonomi. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun tercatat naik menjadi 4,331 persen, sementara indeks dolar AS melemah tipis ke level 99,98.
"Kami memperkirakan JCI akan bergerak menguat hari ini, didorong oleh sentimen positif yang berkembang di pasar global dan regional," tulis riset tersebut.
Dari sisi komoditas, harga minyak mentah Brent tercatat naik 0,7 persen ke level USD 110 per barel, sementara harga emas justru melemah 0,6 persen ke USD 4.650 per troy ounce.
Di pasar domestik, IHSG sebelumnya ditutup melemah 0,5 persen ke level 6.989. Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tercatat menguat tipis sebesar 0,2 persen ke posisi Rp 17.038 per dolar AS.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
Terkini
-
Nego Buntu, Trump Ancam Serang Wilayah Sipil Iran Jika Selat Hormuz Tetap Tutup
-
Pehatian Emak-emak! Harga Cabai Rawit Masih Tinggi Usai Lebaran
-
BUMN Genjot Sport Tourism, Mandalika Jadi Magnet Wisata dan Investasi
-
DJP Catat 10,85 Juta SPT Tahunan 2025 Sudah Dilaporkan hingga 6 April 2026
-
Resmi Minta Ambil Alih PNM ke Danantara, Purbaya Ingin Kemenkeu Ikut Salurkan KUR
-
Naik Rp 15.000, Cek Deretan Harga Emas Antam Hari Ini
-
B50 Bakal Diterapkan Mulai 1 Juli 2026, Bahlil : Dulu Kalian Ketawain Gue!
-
OJK Kasih Denda Rp15,9 Miliar Bagi Pelaku Saham Gorengan
-
Saham BBCA Ambles, Grup Djarum Mau Bawa SUPR Keluar dari Bursa
-
Suhu Global Mendidih! Ultimatum Trump di Selat Hormuz Bakar Harga Minyak ke Level USD 113