- OJK menjatuhkan denda total Rp15,9 miliar kepada enam pihak perorangan atas kasus manipulasi pasar atau goreng saham.
- Sepanjang tahun 2026, OJK telah mengenakan sanksi denda mencapai Rp62,78 miliar kepada 68 pihak di pasar modal.
- Terdapat pula pengenaan denda keterlambatan senilai Rp34,54 miliar kepada 165 pelaku usaha jasa keuangan di pasar modal.
Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menjatuhkan sanksi denda terhadap pelaku manipulasi pasar atau goreng saham.
Adapun,sankai yang dikenakan sebesar Rp 15,9 miliar. Denda tersebut dijatuhkan terhadap sejumlah pihak perorangan.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, merinci total denda ini dijatuhkan terhadap enam pihak perorangan. Kemudian terdapat peringatan tertulis untuk satu pihak perorangan.
"Dalam rangka penegakan ketentuan di bidang pasar modal terkait penaganan kasus manipulasi pasar, OJK telah mengenakan sanksi administratif berupa denda sebesar total Rp 15,9 miliar, kepada enam pihak perorangan dan juga satu sanksi administratif berupa peringatan tertulis kepada satu pihak perorangan," jelas Hasan dikutip dari Youtube OJK saat RDK Bulanan Selasa (7/4/2026).
Tidak hanya itu, pada Maret 2026, OJK telah mengenakan sanksi administrasi berupa denda atas pelanggaran ketentuan perundang-undangan di Bidang Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon sebesar Rp8.570.000.000 kepada 1 Manajer Investasi.
Lalu, Direktur Utama Manajer Investasi, 5 emiten, 1 perusahaan efek, 10 direksi emiten dan/atau perusahaan publik, 1 pengendali emiten dan/atau perusahaan publik, 1 pihak lainnya, dan 2 Akuntan Publik.
"Disusul 4 sanksi adminstratif berupa peringan tertulis, 1 sanksi administratif berupa pembekuan ozin dan 4 perintah tertulis," katanya.
Selain itu, OJK juga telah mengenakan sanksi administratif berupa peringatan tertulis kepada 2 pihak perorangan karena melakukan kegiatan Penasihat Investasi tanpa izin.
Selama 2026, OJK telah mengenakan Sanksi Administratif atas pemeriksaan kasus di pasar modal yang terdiri dari sanksi administratif berupa Denda sebesar Rp62.780.000.000 kepada 68 pihak, satu sanksi administratif berupa pencabutan izin, empat sanksi administratif berupa pembekuan izin, tujuh sanksi administratif berupa peringatan tertulis serta delapan perintah tertulis.
Baca Juga: Dana Asing Kabur Rp 23 Triliun, IHSG Anjlok 14% Sepanjang Maret
Selanjutnya, OJK mengenakan danksi administratif berupa denda atas keterlambatan dengan nilai sebesar Rp34.546.500.000 kepada 165 pihak pelaku usaha jasa keuangan di pasar modal, mengenakan 50 peringatan tertulis.
Ditambah mengenakan 16 sanksi administratif berupa peringatan tertulis atas selain keterlambatan non kasus.
Berita Terkait
-
OJK dan Bareskrim Polri Tangkap Tersangka Kasus BPR DCN di Gambir
-
Pendaftaran Calon Direksi BEI Baru Paling Lambat hingga 4 Mei 2026, Ini Jabatan yang Dicari
-
Purbaya Suntik Lagi Rp100 Triliun ke Himbara, OJK Yakin Bisa Turunkan Suku Bunga
-
OJK Resmi Punya Pejabat Baru, Ini Susunannya
-
Dapat Rating Negatif dari Moodys dan Fitch Ratings,OJK Pastikan Industri Perbankan Tetap Solid
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
Terkini
-
UU P2SK Dinilai Mampu Perkuat Daya Saing dan Kedaulatan Industri Kripto Nasional
-
Investor Asing Masih Jual Saham Rp365 Miliar di Sesi I, Tapi BBCA Tetap Diserok
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
Usai IPO, Saham JELI Langsung ARA
-
BI Tak Agresif Stabilkan Rupiah, Cadangan Devisa Naik Hingga Akhir Juni Jadi Rp2.606 T
-
Jangan Terburu-buru Beli BBCA, Analis Wanti-wanti Taking Profit
-
Produksi Listrik PLN Nusantara Power Capai 66.919 GWh pada 2025
-
Resmi IPO, Saham JECX Langsung Terbang 24,8%
-
Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Masih di Level Rp17.990
-
Bisa Borong, Harga Emas Antam Turun Jadi Rp2.655.000/Gram