Bisnis / Keuangan
Selasa, 07 April 2026 | 10:52 WIB
Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. [ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/tom].
Baca 10 detik
  • OJK menjatuhkan denda total Rp15,9 miliar kepada enam pihak perorangan atas kasus manipulasi pasar atau goreng saham.
  • Sepanjang tahun 2026, OJK telah mengenakan sanksi denda mencapai Rp62,78 miliar kepada 68 pihak di pasar modal.
  • Terdapat pula pengenaan denda keterlambatan senilai Rp34,54 miliar kepada 165 pelaku usaha jasa keuangan di pasar modal.

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menjatuhkan sanksi denda terhadap pelaku manipulasi pasar atau goreng saham.

Adapun,sankai yang dikenakan sebesar Rp 15,9 miliar. Denda tersebut dijatuhkan terhadap sejumlah pihak perorangan.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, merinci total denda ini dijatuhkan terhadap enam pihak perorangan. Kemudian terdapat peringatan tertulis untuk satu pihak perorangan.

"Dalam rangka penegakan ketentuan di bidang pasar modal terkait penaganan kasus manipulasi pasar, OJK telah mengenakan sanksi administratif berupa denda sebesar total Rp 15,9 miliar, kepada enam pihak perorangan dan juga satu sanksi administratif berupa peringatan tertulis kepada satu pihak perorangan," jelas Hasan dikutip dari Youtube OJK saat RDK Bulanan Selasa (7/4/2026).

Tidak hanya itu, pada Maret 2026, OJK telah mengenakan sanksi administrasi berupa denda  atas pelanggaran ketentuan perundang-undangan di Bidang Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon sebesar Rp8.570.000.000 kepada 1 Manajer Investasi. 

Lalu, Direktur Utama Manajer Investasi, 5 emiten, 1 perusahaan efek, 10 direksi emiten dan/atau perusahaan publik, 1 pengendali emiten dan/atau perusahaan publik, 1 pihak lainnya, dan 2 Akuntan Publik.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi [Suara.com/Rina A]

"Disusul 4 sanksi adminstratif berupa peringan tertulis, 1 sanksi administratif berupa pembekuan ozin dan 4 perintah tertulis," katanya.

Selain itu, OJK juga telah mengenakan sanksi administratif berupa peringatan tertulis kepada 2  pihak perorangan karena melakukan kegiatan Penasihat Investasi tanpa izin.

Selama 2026, OJK telah mengenakan Sanksi Administratif atas pemeriksaan kasus di pasar modal yang terdiri dari sanksi administratif berupa Denda sebesar Rp62.780.000.000 kepada 68 pihak, satu sanksi administratif berupa pencabutan izin, empat sanksi administratif berupa pembekuan izin, tujuh sanksi administratif berupa peringatan tertulis serta delapan perintah tertulis. 

Baca Juga: Dana Asing Kabur Rp 23 Triliun, IHSG Anjlok 14% Sepanjang Maret

Selanjutnya, OJK mengenakan danksi administratif berupa denda atas keterlambatan dengan nilai sebesar Rp34.546.500.000 kepada 165 pihak pelaku usaha jasa keuangan di pasar modal, mengenakan 50 peringatan tertulis.  

Ditambah mengenakan 16 sanksi administratif berupa peringatan tertulis atas selain keterlambatan non kasus.

Load More