- Cabai rawit merah tetap tinggi di Rp85.550/kg, meski beberapa jenis cabai mengalami penurunan harga.
- Harga beras cenderung stabil, sementara daging sapi, ayam, dan telur mengalami koreksi tipis.
- Harga gula dan minyak goreng naik, menandakan adanya tekanan dari sisi pasokan atau permintaan.
Suara.com - Pergerakan harga pangan nasional masih menunjukkan fluktuasi di tengah dinamika pasokan dan permintaan di berbagai daerah. Data panel harga pangan dari Bank Indonesia melalui laman PIHPS mencerminkan sejumlah komoditas mengalami kenaikan, sementara sebagian lainnya justru terkoreksi.
Berdasarkan data PIHPS per Selasa (7/4/2026), harga bawang merah ukuran sedang tercatat sebesar Rp 47.500 per kilogram atau turun 0,53 persen dibanding hari sebelumnya. Sementara bawang putih ukuran sedang berada di level Rp 40.500 per kilogram dengan kenaikan tipis 0,12 persen.
Untuk komoditas beras, harga cenderung stabil. Beras kualitas bawah I dan II masing-masing berada di kisaran Rp 14.500 per kilogram dengan status harga tetap.
Sementara itu, beras kualitas medium I tercatat Rp 16.050 per kilogram atau naik 0,31 persen, dan medium II di level Rp15.900 per kilogram atau naik 0,32 persen.
Adapun beras kualitas super I berada di harga Rp 17.300 per kilogram atau meningkat 0,29 persen, sedangkan super II tercatat Rp 16.800 per kilogram dengan kondisi relatif stabil.
Pada kelompok cabai, harga masih tergolong tinggi meski sebagian mengalami koreksi. Cabai merah besar tercatat Rp 45.550 per kilogram atau turun 6,28 persen, sementara cabai merah keriting berada di Rp 45.400 per kilogram atau turun 3,61 persen.
Di sisi lain, cabai rawit merah masih tinggi di level Rp 85.550 per kilogram meski turun 1,38 persen.
Sementara itu, cabai rawit hijau tercatat Rp 53.500 per kilogram atau turun 4,21 persen.
Untuk komoditas protein, harga daging sapi masih relatif tinggi. Daging sapi kualitas I tercatat Rp 148.250 per kilogram atau turun tipis 0,03 persen, sedangkan kualitas II berada di Rp 140.150 per kilogram atau turun 0,04 persen.
Baca Juga: Harga Cabai Rawit dan Beras Naik, Daging Sapi Turun Harga
Daging ayam ras segar berada di level Rp 42.000 per kilogram atau turun 1,55 persen.
Harga telur ayam ras juga mengalami penurunan menjadi Rp 32.950 per kilogram atau turun 1,05 persen.
Pada komoditas gula, gula pasir kualitas premium tercatat Rp 20.150 per kilogram atau naik 0,25 persen, sementara gula pasir lokal berada di Rp 19.050 per kilogram atau naik 0,53 persen.
Sementara itu, minyak goreng curah tercatat Rp 19.900 per kilogram atau naik 0,25 persen. Untuk minyak goreng kemasan, harga merek I berada di Rp23.100 per kilogram atau naik 0,43 persen, sedangkan merek II tercatat Rp 22.150 per kilogram atau naik 0,68 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Menteri PU Jelaskan Kasus Dugaan Korupsi di Dirjen SDA
-
Inovasi Baru PGTC 2026: Energy AdSport Challenge Jadi Wadah Mahasiswa Berprestasi Jalur Non-Akademis
-
BRI Consumer Expo Jakarta 2026 Hadir di JICC: Banjir Promo Hunian, Kendaraan, Sampai Tiket Pesawat
-
Harga Aspal Jadi Mahal Gegara Rupiah Lemah, Kementerian PU Ganti Pakai Beton
-
DPR Soroti PSN 1 Juta Hektare, Begini Katanya
-
PLN Sedang Selidiki Penyebab Mati Lampu di Sumatra Bagian Utara
-
GMFI Kejar Laba Bersih 35,1 Juta Dolar AS di 2026, Begini Strateginya
-
Kementerian PU Butuh Rp30 Triliun untuk Bereskan 136 Perlintasan Sebidang
-
BI Minta Publik Tak Borong Dolar, saat Masyarakat Ramai-ramai Timbun Valas di Bank
-
Sumatra Gelap Gulita, Ini Penjelasan PLN