- Tiket pesawat domestik naik 9-13% menyusul penyesuaian fuel surcharge di KM Menhub 83/2026.
- Dirut Garuda janji penyesuaian harga tiket dilakukan secara proporsional dan tetap terukur.
- Pemerintah beri stimulus PPN DTP 11% dan bea masuk suku cadang 0% guna jaga daya beli warga.
Suara.com - Harga tiket pesawat domestik dipastikan bakal mengalami kenaikan sebesar 9 hingga 13 persen dalam waktu dekat. Kebijakan ini menyusul terbitnya Keputusan Menteri Perhubungan (KM) Nomor 83 Tahun 2026 yang mengatur penyesuaian komponen biaya tambahan (fuel surcharge) untuk tarif penumpang kelas ekonomi domestik.
Meski ada kenaikan tarif, pemerintah juga memberikan stimulus berupa Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 11 persen guna menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamisnya harga avtur global.
Menanggapi hal tersebut, maskapai pelat merah Garuda Indonesia menyatakan kesiapannya untuk melakukan penyesuaian harga tiket. Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, memastikan bahwa langkah tersebut akan dilakukan dengan tetap mempertimbangkan aksesibilitas masyarakat.
"Garuda Indonesia akan melakukan penyesuaian harga tiket secara proporsional dan terukur dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, transparansi, serta kepatuhan terhadap ketentuan regulator," tegas Glenny dalam keterangan resminya, Rabu (8/4/2026).
Glenny menambahkan, pihaknya akan terus melakukan evaluasi secara berkala. Pasalnya, pergerakan harga avtur sangat dinamis dan sangat dipengaruhi oleh kondisi geopolitik dunia. Sebagai langkah mitigasi, Garuda tengah mengkaji optimalisasi frekuensi dan jadwal penerbangan di sejumlah rute guna menjaga keberlangsungan operasional.
"Kebijakan ini merupakan langkah strategis dalam menjaga keseimbangan antara keberlangsungan operasional maskapai dan aksesibilitas layanan transportasi udara bagi masyarakat, sekaligus mendukung stabilitas ekosistem industri aviasi nasional," jelasnya.
Sebagai informasi, kenaikan harga tiket ini dipicu oleh lonjakan fuel surcharge sebesar 38 persen untuk jenis pesawat jet maupun bermesin baling-baling. Namun, untuk meredam dampak kenaikan tersebut, pemerintah menyuntikkan stimulus PPN DTP 11 persen yang berlaku untuk penerbangan niaga berjadwal dalam negeri kelas ekonomi.
Tak hanya itu, pemerintah juga memberikan insentif berupa bea masuk 0 persen untuk suku cadang pesawat. Kebijakan ini diharapkan mampu memperkuat daya saing industri Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) di dalam negeri serta menekan biaya perawatan maskapai nasional.
Baca Juga: DPR Ingatkan Kenaikan Tiket Pesawat Hanya Langkah Darurat, Bukan Kebijakan Permanen
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Misbakhun: APBN Mustahil Bangkrut
-
Ini Strategi BTN Salurkan Kredit Perumahan Bagi Masyarakat
-
Ekonom UI: Masyarakat Kok Makin Miskin kala Pemerintah Klaim Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen
-
Misbakhun Nilai Pelemahan Rupiah Sekarang Tak Seburuk 1998
-
IHSG Bergejolak Karena Ekspor Dikendalikan Danantara, Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi
-
Isu Sejumlah Merek Kendaraan Dilarang Beli Pertalite, Pertamina: Hoaks!
-
Pasca-Blackout Sumatra, Pasokan Listrik 8,3 Juta Pelanggan Diklaim PLN Mulai Pulih
-
Indikasi Awal, PLN Sebut Gangguan Cuaca jadi Penyebab Blackout di Sumatera
-
LPS Ajak Generasi Muda Kuasai Teknologi dan Mitigasi Risiko Keuangan
-
Aceh hingga Jambi Mati Blackout, Dirut PLN Minta Maaf!