- NIKL fokus efisiensi hulu-hilir & tekan beban bunga demi jaga performa keuangan 2026.
- Dirut Latinusa optimistis kinerja Q1-2026 lebih baik dibanding tahun sebelumnya.
- Kenaikan biaya logistik global jadi peluang NIKL bendung serbuan produk baja impor.
Suara.com - Emiten produsen tinplate (pelat timah), PT Latinusa Tbk (NIKL), memasang kuda-kuda kuat untuk menjaga performa keuangan sepanjang tahun 2026. Fokus utama perseroan kini tertuju pada peningkatan efisiensi operasional guna membentengi diri dari fluktuasi pasar baja domestik.
Direktur Utama Latinusa, Jetrinaldi, mengakui bahwa tantangan dari derasnya produk impor diprediksi masih akan membayangi industri hingga awal tahun 2026. Meski demikian, manajemen tetap optimistis target tahun ini dapat tercapai melalui serangkaian penyesuaian operasional yang matang.
"Optimalisasi biaya menjadi kunci utama yang kami terapkan, mencakup seluruh mata rantai produksi dari hulu hingga hilir. Langkah ini melibatkan pengadaan bahan baku, proses produksi, hingga pengendalian beban keuangan," ujar Jetrinaldi dalam paparan publik secara virtual, Rabu (8/4/2026).
Selain efisiensi produksi, emiten berkode saham NIKL ini juga memperketat pengelolaan risiko nilai tukar. Langkah ini krusial mengingat struktur biaya perusahaan masih sangat bergantung pada pengadaan bahan baku impor yang rentan terhadap fluktuasi kurs.
"Kami juga berupaya menekan beban bunga, sehingga kami yakin performa tahun ini mestinya bisa lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya," imbuhnya.
Di sisi lain, kondisi makroekonomi global memberikan angin segar bagi produsen lokal. Kenaikan biaya logistik internasional dinilai bakal menjadi hambatan bagi produk impor untuk masuk ke pasar Indonesia.
Kondisi ini secara tidak langsung meningkatkan daya saing harga produk Latinusa di pasar domestik, karena beban pengiriman barang dari luar negeri yang kian mahal. Dengan kombinasi efisiensi internal dan hambatan logistik bagi kompetitor luar, NIKL optimistis mampu mendominasi pasar pelat timah nasional sepanjang 2026.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- 3 Sabun Muka Rekomendasi Dokter Estetika yang Ampuh Jaga Skin Barrier
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Terkini
-
Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia
-
TikTok Donasi 200 Ribu Dolar AS untuk Sektor Pangan RI
-
Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?
-
Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala
-
B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan
-
Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50
-
Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?
-
Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS
-
MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat
-
Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini