- Presiden Prabowo Subianto mewacanakan kebijakan pemotongan gaji pejabat negara untuk efisiensi anggaran pemerintah sebagaimana dilakukan di Pakistan.
- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan kesiapan jika gaji menteri dipotong guna mendukung efisiensi belanja negara tersebut.
- Pemerintah Indonesia saat ini masih mengkaji rencana pemotongan gaji menteri sebesar 25 persen sebelum mengambil keputusan resmi.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku tidak masalah dengan wacana potong gaji menteri demi efisiensi yang diwacanakan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
Dalam Sidang Kabinet Paripurna pada Maret 2026 lalu, Prabowo sempat menyinggung soal kebijakan penghematan yang sudah dilakukan Pakistan berupa pemangkasan gaji untuk pejabat negara, baik itu menteri maupun DPR.
Menanggapi itu, Menkeu Purbaya mengaku tidak masalah apabila berlaku untuk menteri. Namun ia masih menunggu keputusan langsung dari Presiden Prabowo.
"DPR saya enggak tahu. Kalau menteri sih, enggak apa-apa. Nanti akan kita lihat kebijakan kita seperti apa," kata Purbaya di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, dikutip Rabu (8/4/2026).
Saat ditanya apakah dirinya siap ketika gaji dipotong, Purbaya mengaku tidak masalah. Ia bahkan mengklaim uangnya sekarang masih banyak.
"Enggak apa-apa, kan banyak duitnya," lanjut dia.
Secara pribadi, Purbaya memperkirakan potong gaji menteri ini bisa mencapai 25 persen. Namun keputusan akhir tetap berada di tangan presiden.
"Saya tebak kira-kira 25 persen," kata dia.
Ia juga menyinggung ada wacana potong gaji menteri yang tengah dikaji Pemerintah. Tapi sampai saat ini belum ada keputusan.
Baca Juga: Purbaya Baru Tahu Ada Pengadaan Motor Listrik MBG, Sebut dari Anggaran Tahun Lalu
"Ada pembicaraan seperti itu, tapi keputusan terakhirnya masih belum clear ya," jelas dia.
Prabowo singgung efisiensi ala Pakistan
Sebelumnya Presiden Prabowo Subianto berencana mengkaji sejumlah kebijakan yang telah diterapkan beberapa negara, seperti Pakistan, dalam menghadapi dampak situasi konflik di Eropa Timur dan Timur Tengah.
Salah satu yang kebijakan Pakistan yang disinggung Prabowo adalah potong gaji untuk pejabat negara. Dana hasil penghematan tersebut kemudian dialihkan untuk membantu kelompok masyarakat paling rentan.
"Mereka bahkan mengurangi gaji untuk anggota kabinet dan anggota DPR. Semua penghematan gaji ini dikumpulkan untuk membantu kelompok yang paling rentan atau kelompok yang paling lemah," kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026) lalu.
Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa pemaparan mengenai kebijakan Pakistan tersebut hanya sebagai contoh. Namun ia membuka kemungkinan untuk mengkaji penerapan kebijakan serupa di Indonesia.
Tag
Berita Terkait
-
Purbaya Baru Tahu Ada Pengadaan Motor Listrik MBG, Sebut dari Anggaran Tahun Lalu
-
Purbaya soal Marak Joki Coretax: Desain Agak Cacat, Sulit Dipakai Orang Biasa
-
Prabowo Klaim Kondisi RI Jauh Lebih Baik dari Negara Lain di Tengah Lonjakan Harga Energi Dunia
-
Meski Harga Avtur Naik, Prabowo Umumkan Biaya Haji 2026 Turun Rp2 juta
-
UMR: Batas Antara Standar Minimum dan Maksimum untuk Bertahan yang Kabur
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Pertamina Fasilitasi 1.346 Sertifikasi UMKM, MiniesQ Sukses Tembus Pasar Ritel Modern
-
Lotte Chemical Indonesia Prioritaskan Pasokan Domestik di Tengah Krisis Rantai Pasok Global
-
Purbaya Klaim MBG Bantu Dorong Ekonomi RI 1 Persen karena Serap 1 Juta Tenaga Kerja
-
FTSE Pertahankan Status Indonesia, Reformasi Pasar Modal Diakui Dunia
-
Purbaya Siapkan Lowongan Kerja Bea Cukai untuk 300 Lulusan SMA, Diumumkan Mei 2026
-
Gelar 206 Proyek di Bali, Kementerian PU Kucurkan Rp1,2 Triliun pada 2026
-
Ketergantungan Impor LPG RI Makin Dalam, Tembus 83,97% di 2026
-
Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
-
OJK Yakin Pasar Modal RI Kembali Dibanjiri Investor Setelah Status FTSE
-
Kemendag Rilis 2 Aturan Baru, Perizinan Ekspor Kini Nggak Berbelit-belit