- Penguatan pasar didorong oleh kabar gencatan senjata AS-Iran yang meredakan kekhawatiran investor.
- Seluruh Sektor saham bergerak menguat, dipimpin oleh sektor basic material yang naik 8,91 persen.
- IHSG memberikan sinyal bullish lanjutan setelah menembus MA5 dan MA20.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup perkasa pada perdagangan Rabu, 8 April 2026, setelah melemah sepekan kemaren karena digempur perang. IHSG bangkit 308 poin atau 4,42 persen ke level 7.279.
Mengutip riset Phintraco Sekuritas, penguatan IHSG dipicu oleh sentimen positif global, terutama kabar gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
Presiden AS Donald Trump disebut menyetujui penundaan rencana serangan terhadap Iran selama dua pekan. Keputusan ini mendorong optimisme pasar sekaligus meredakan kekhawatiran investor terhadap konflik geopolitik.
Sentimen tersebut juga berdampak langsung pada pasar komoditas. Harga minyak mentah dunia terkoreksi tajam, dengan minyak WTI turun sekitar 15 persen ke level USD 95 per barel, sementara minyak Brent melemah lebih dari 13 persen ke kisaran USD 94 per barel.
Penurunan harga minyak ini turut menjadi katalis positif bagi pasar saham, terutama sektor-sektor berbasis komoditas.
Sepanjang perdagangan, seluruh sektor di IHSG mencatatkan penguatan, dengan sektor basic material memimpin kenaikan hingga 8,91 persen seiring menguatnya harga logam.
Secara teknikal, IHSG menunjukkan sinyal penguatan lanjutan. Hal ini tercermin dari terbentuknya histogram positif yang diikuti peningkatan volume beli. Selain itu, indikator stochastic RSI juga mengindikasikan tren bullish masih berlanjut.
IHSG juga telah menembus level MA5 dan MA20, yang membuka peluang penguatan lanjutan dengan potensi menguji resistance di kisaran 7.300 hingga 7.350. Adapun level support berada di 7.200, dengan pivot di 7.300.
Dari sisi makro, nilai tukar rupiah turut menguat 0,55 persen ke level Rp17.012 per dolar AS di pasar spot, seiring meredanya tekanan global.
Baca Juga: Anomali Saham BBCA Jadi Peluang Emas Investor?
Meski demikian, cadangan devisa Indonesia tercatat turun menjadi USD 148,2 miliar pada Maret 2026 dari USD 151,9 miliar pada Februari 2026. Penurunan ini dipengaruhi langkah Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan pasar global.
Kendati turun, posisi cadangan devisa masih tergolong aman karena mampu membiayai sekitar 6 bulan impor, jauh di atas standar internasional.
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan hari ini, sebanyak 40,29 juta saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 22,82 triliun, serta frekuensi sebanyak 2,39 juta kali.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 652 saham bergerak naik, sedangkan 108 saham mengalami penurunan, dan 198 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada hari ini diantaranya, FWCT, KUAS, RMKO, ROCK, SOTS, TRUK, MHKI, OASA.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, GSMF, ESIP, CBPE, KOIN, ACST, PTSP, RSGK, WIDI.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
-
50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
Terkini
-
Kapal Tanker Pertamina Lolos, Selat Hormuz Dipastikan Aman?
-
Susul Gamsunoro, Kapal Pertamina Pride Lolos dari Selat Hormuz, Langsung Menuju Cilacap
-
Dengan BRI KPR Take Over, Anda Bisa Miliki Sejumlah Keuntungan, Yuk Cek di Sini!
-
Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Anjlok Semua, Ikutan Tren Global
-
Resmi Melantai di BEI, Emiten PRDL Incar Dana Rp62,75 Miliar
-
Cisem II Tak Hanya untuk Industri, Pertagas Pastikan Gas Bumi Juga Mengalir ke Rumah Tangga
-
Nilai Komisi Ojol 8 Persen Belum Sejahterakan Driver, CELIOS: Aplikator Berpotensi Pangkas Insentif
-
Plastik Murah China Kepung RI, Industri Petrokimia Terancam Tumbang
-
Kolaborasi Pendidikan Hukum Nasional Diyakini Perkuat Kepastian Investasi di Indonesia
-
Rupiah Paling Lemah di Asia Lawan Dolar AS ke Level Rp18.058