- Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menyatakan harga plastik meningkat akibat gangguan pasokan bahan baku nafta karena konflik Timur Tengah.
- Pemerintah menanggapi kendala tersebut dengan mendiversifikasi sumber pasokan nafta, mengoptimalkan LPG, serta meningkatkan pemanfaatan plastik hasil daur ulang.
- Meskipun terjadi penyesuaian harga produksi, pemerintah menjamin ketersediaan stok plastik di pasar tetap aman hingga Maret 2026.
Suara.com - Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengakui harga plastik mengalami kenaikan seiring tekanan global. Kenaikan harga tersebut dipicu gangguan pasokan bahan baku utama industri petrokimia akibat konflik geopolitik.
“Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah telah memicu koreksi suplai pada sektor-sektor industri yang bergantung pada nafta sebagai bahan baku utama,” ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (9/4/2026).
Menurutnya, plastik sebagai produk turunan petrokimia berbasis minyak bumi ikut terdampak akibat terganggunya distribusi global.
“Mengingat plastik merupakan produk turunan dari proses petrokimia yang berbasis minyak bumi, gangguan pada jalur distribusi dan produksi di global memang memberikan tekanan pada struktur biaya di tingkat hulu,” kata Agus.
Untuk mengantisipasi dampak lebih lanjut, pemerintah bersama pelaku industri mulai melakukan diversifikasi pasokan bahan baku.
“Mencari sumber alternatif adalah industri sedang aktif menjajaki pasokan nafta dari negara-negara di luar kawasan Timur Tengah untuk mengurangi ketergantungan wilayah,” ujarnya.
Selain itu, penggunaan LPG juga mulai dioptimalkan sebagai bahan baku penyangga dalam proses produksi.
“Penggunaan LPG dioptimalkan sebagai bahan baku penyangga (buffer) dalam proses produksi guna menutupi celah kekurangan pasokan nafta,” ucapnya.
Pemerintah juga mendorong pemanfaatan bahan baku dari plastik daur ulang untuk menjaga stabilitas pasokan di dalam negeri.
Baca Juga: Harga Plastik Melonjak, Komisi XII DPR Koordinasi dengan Kemenperin
“Pemerintah mendorong peningkatan penggunaan plastik hasil daur ulang (recycled plastic) berkualitas tinggi sebagai substitusi pasokan untuk menjaga stabilitas stok di pasar,” kata Agus.
Di tengah isu keterbatasan stok, pemerintah memastikan kondisi pasokan masih aman. Berdasarkan data Indeks Kepercayaan Industri (IKI), sektor kemasan pada Maret 2026 masih menunjukkan ekspansi tinggi.
“Dari data IKI, Industri kemasan pada bulan Maret 2026 kondisinya masih ekspansi sangat tinggi, sehingga stok produk plastik masih cukup karena subsektor industrinya berkinerja tinggi,” ungkapnya.
Meski demikian, pemerintah mengakui adanya penyesuaian harga di tingkat produksi.
“Memang terjadi koreksi harga di tingkat produksi akibat kenaikan biaya bahan baku global,” kata Agus.
Lebih lanjut, ia meminta masyarakat dan pelaku industri tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan barang di pasar.
“Masyarakat dan industri hilir tidak perlu panik, karena produk plastik dipastikan masih tersedia di pasar. Pemerintah berkomitmen memastikan tidak terjadi kekosongan stok dengan mengoptimalkan berbagai kanal pasokan alternatif,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Sektor Swasta Ini Diharamkan untuk Ikut WFH oleh Pemerintah
-
Dikuasai Asing, Pemerintah Mulai Benahi Industri Gim Lokal
-
Kemenperin: Industri Kimia dan Petrokimia Mulai Terimbas Konflik Timur Tengah
-
Indeks Kepercayaan Industri Anjlok di Februari, Tapi Masih di Zona Ekspansi
-
Harga BBM Bakal Naik, Bahlil: Presiden Masih Pikirkan Rakyat Kecil!
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
-
50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
Terkini
-
Nasib LPG 3 Kg Mulai Terjawab, Pertagas Beberkan Kesiapan Proyek CNG
-
Bank Danamon Proyeksikan Simpanan Valas Naik hingga 60 Persen, Ini Pendorong Utamanya
-
Fantastis! Segini Harga 74 Kilogram Emas Batangan Hasil Sitaan Kasus Korupsi di Sentul
-
Harga Anjlok, Direksi AMMN Malah Serok Saham Rp17 Miliar, Ada Apa?
-
BTN Catat Laba Bersih Rp1,85 Triliun hingga Mei 2026, Ini Pendorongnya
-
IHSG Terkoreksi di Tengah Isu Turun Kelas, Harga Minyak Dunia Melonjak Lagi
-
Indeks Keyakinan Konsumen Turun ke 117,8 pada Juni 2026, BI: Masyarakat Masih Optimistis
-
IHSG Berpotensi Koreksi ke Level 5.850 Usai Trump Singgung Perang Berlanjut
-
Cara Gabung Shopee Affiliate, Tips untuk Ibu Rumah Tangga Dapat Cuan Tambahan
-
BCA Syariah Gandeng BEI dan Henan Sekuritas Edukasi Investasi Syariah Mahasiswa PNJ