- Dua kapal milik PT Pertamina International Shipping, yaitu VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro, kini sedang diupayakan melintasi Selat Hormuz.
- Pemerintah Iran membuka kembali Selat Hormuz setelah mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan Amerika Serikat pada Rabu, 8 April 2026.
- Pertamina berkoordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri untuk memastikan keselamatan awak serta keamanan kapal selama proses pelayaran tersebut.
Suara.com - PT Pertamina International Shipping (PIS) mengkonfirmasi status dua kapalnya yang sempat tertahan di Selat Hormuz. Hal ini menyusul keputusan otoritas Iran untuk membuka kembali jalur tersebut setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Adapun kedua kapal tersebut adalah VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro. Pjs Corporate Secretary PT Pertamina International Shipping, Vega Pita menyebut bahwa kedua kapal tersebut saat ini sedang diupayakan untuk keluar.
"Kedua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS), yakni VLCC Pertamina Pride & Gamsunoro yang berada di Teluk Arab saat ini masih diupayakan untuk bisa melintasi Selat Hormuz," kata Vega lewat keterangannya pada Rabu (8/4/2026).
Pertamina International Shipping terus berkoordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri yang tengah melakukan komunikasi diplomatik dengan otoritas terkait. Hingga kini, upaya diplomasi tersebut masih terus diupayakan.
"Bersama dengan Kementerian Luar Negeri, PIS terus memantau perkembangan 24/7 dan membahas persiapan teknis agar kedua kapal dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman," kata Vega.
Vega menegaskan keselamatan seluruh awak kapal, serta keamanan kapal dan muatannya menjadi prioritas Pertamina International Shipping.
"Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar proses ini dapat terselesaikan dengan baik," ujar Vega.
Sebelumnya diwartakan Amerika Serikat dan Iran, yang berperang sejak 28 Februari lalu, pada Rabu (8/4/2026) sepakat untuk melakukan gencatan senjata selama dua minggu. Salah satu syarat dalam gencatan senjata itu adalah Iran akan kembali membuka jalur laut Selat Hormuz yang telah ditutupnya selama ini.
Meski demikian Pemerintah Iran mengatakan setiap kapal yang hendak melintas di Selat Hormuz dengan aman harus lebih dahulu berkoordinasi dengan Teheran.
Baca Juga: 2 Masalah Besar Ini Jadi Alasan Donald Trump Pilih Damai Sementara dengan Iran
Berita Terkait
-
Selat Hormuz Kembali Dibuka 2 Pekan, Legislator DPR: Ini Peluang Sekaligus Ujian Buat Indonesia
-
Donald Trump Sebut Ada Peran China di Balik Gencatan Senjata Iran dan Amerika Serikat
-
Gencatan Senjata dengan Iran, Netanyahu: Israel Tetap Akan Bombardir Lebanon
-
Berapa Harga yang Harus Dibayar Donald Trump dari Gencatan Senjata dengan Iran?
-
Donald Trump: Kami Akan Bantu Rekonstruksi Iran, Ini Era Emas Timur Tengah
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Berat Badan Purbaya Turun 10 Kg usai 8 Bulan Jabat Menkeu
-
Harga Emas Antam dan UBS Hari Ini, Pemula Wajib Cek Sebelum Investasi
-
Misbakhun: APBN Mustahil Bangkrut
-
Ini Strategi BTN Salurkan Kredit Perumahan Bagi Masyarakat
-
Ekonom UI: Masyarakat Kok Makin Miskin kala Pemerintah Klaim Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen
-
Misbakhun Nilai Pelemahan Rupiah Sekarang Tak Seburuk 1998
-
IHSG Bergejolak Karena Ekspor Dikendalikan Danantara, Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi
-
Isu Sejumlah Merek Kendaraan Dilarang Beli Pertalite, Pertamina: Hoaks!
-
Pasca-Blackout Sumatra, Pasokan Listrik 8,3 Juta Pelanggan Diklaim PLN Mulai Pulih
-
Indikasi Awal, PLN Sebut Gangguan Cuaca jadi Penyebab Blackout di Sumatera