Bisnis / Energi
Rabu, 08 April 2026 | 15:54 WIB
Pertamina masih berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk memastikan keselamatan awak dua kapal minyak yang masih terjebak di Teluk Persia karena Selat Hormuz ditutup.. (Dok: Pertamina)
Baca 10 detik
  • Dua kapal milik PT Pertamina International Shipping, yaitu VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro, kini sedang diupayakan melintasi Selat Hormuz.
  • Pemerintah Iran membuka kembali Selat Hormuz setelah mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan Amerika Serikat pada Rabu, 8 April 2026.
  • Pertamina berkoordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri untuk memastikan keselamatan awak serta keamanan kapal selama proses pelayaran tersebut.

Suara.com - PT Pertamina International Shipping (PIS) mengkonfirmasi status dua kapalnya yang sempat tertahan di Selat Hormuz. Hal ini menyusul keputusan otoritas Iran untuk membuka kembali jalur tersebut setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Adapun kedua kapal tersebut adalah VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro. Pjs Corporate Secretary PT Pertamina International Shipping, Vega Pita menyebut bahwa kedua kapal tersebut saat ini sedang diupayakan untuk keluar.

"Kedua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS), yakni VLCC Pertamina Pride & Gamsunoro yang berada di Teluk Arab saat ini masih diupayakan untuk bisa melintasi Selat Hormuz," kata Vega lewat keterangannya pada Rabu (8/4/2026).

Pertamina International Shipping terus berkoordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri yang tengah melakukan komunikasi diplomatik dengan otoritas terkait. Hingga kini, upaya diplomasi tersebut masih terus diupayakan.

"Bersama dengan Kementerian Luar Negeri, PIS terus memantau perkembangan 24/7 dan membahas persiapan teknis agar kedua kapal dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman," kata Vega.

Vega menegaskan keselamatan seluruh awak kapal, serta keamanan kapal dan muatannya menjadi prioritas Pertamina International Shipping.

"Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar proses ini dapat terselesaikan dengan baik," ujar Vega.

Sebelumnya diwartakan Amerika Serikat dan Iran, yang berperang sejak 28 Februari lalu, pada Rabu (8/4/2026) sepakat untuk melakukan gencatan senjata selama dua minggu. Salah satu syarat dalam gencatan senjata itu adalah Iran akan kembali membuka jalur laut Selat Hormuz yang telah ditutupnya selama ini.

Meski demikian Pemerintah Iran mengatakan setiap kapal yang hendak melintas di Selat Hormuz dengan aman harus lebih dahulu berkoordinasi dengan Teheran.

Baca Juga: 2 Masalah Besar Ini Jadi Alasan Donald Trump Pilih Damai Sementara dengan Iran

Load More