- Delegasi Amerika Serikat dan Iran mengakhiri perundingan selama 21 jam di Pakistan tanpa mencapai kesepakatan formal terkait Selat Hormuz.
- Ketidakjelasan sikap Donald Trump mengenai status keamanan Selat Hormuz menjadi hambatan utama dalam proses negosiasi diplomatik kedua negara.
- Iran menolak syarat Washington dan belum berencana melanjutkan dialog, meskipun Pakistan tetap berupaya menjaga saluran komunikasi tetap terbuka.
Sebuah sumber yang dekat dengan delegasi Iran menyampaikan kepada kantor berita Fars bahwa Amerika Serikat hanya sedang mencari-cari alasan untuk meninggalkan meja perundingan.
Sumber tersebut menambahkan, “Amerika membutuhkan negosiasi tersebut untuk memulihkan muka mereka yang hilang di arena internasional dan tidak bersedia menurunkan harapan mereka meskipun mengalami kekalahan dan kebuntuan dalam perang dengan Iran..” Lebih lanjut, sumber tersebut menyatakan bahwa saat ini “Iran has no plans for the next round of talks.”
Meskipun Pentagon sempat melaporkan bahwa kapal-kapal AS berhasil melintasi selat tanpa gangguan dari pertahanan Iran, pihak Teheran membantah laporan tersebut.
Saling klaim ini semakin memperkeruh suasana di tengah pergeseran posisi AS yang bergantung pada siapa yang bertanya dan kapan pertanyaan itu diajukan.
Meskipun putaran kali ini berakhir buntu, Wakil Presiden JD Vance memberikan penegasan bahwa saluran negosiasi tetap terbuka.
Di sinilah peran Pakistan menjadi sangat krusial. Berbeda dengan Oman yang sebelumnya hanya mampu membawa kedua pihak ke dalam pembicaraan terpisah, Pakistan berhasil membawa AS dan Iran ke dalam satu ruangan untuk bertatap muka secara langsung.
Para mediator dari Pakistan dipastikan tidak akan mundur, dan ini menjadi elemen penting untuk menjaga kemungkinan dialog di masa depan.
Namun, perhatian publik juga tertuju pada perilaku Donald Trump yang tampak tidak terlalu memantau jalannya pembicaraan.
Alih-alih mengawasi proses diplomasi, Trump justru terlihat menghadiri pertandingan UFC di Miami, sebuah langkah yang dibaca sebagai keinginan kuatnya untuk segera beranjak dari konflik ini.
Baca Juga: Pemerintah Sebut Nasib 2 Kapal Tanker Pertamina di Selat Hormuz Belum Jelas
Trump tampaknya sedang mencari strategi "jalur keluar" atau exit ramp. Dengan menyatakan klaim kemenangan secara sepihak, ia mungkin merasa bisa mengakhiri keterlibatan AS tanpa harus mencapai kesepakatan formal.
Dalam pernyataannya malam ini, Trump berujar, “Entah kita mencapai kesepakatan atau tidak, itu tidak berpengaruh bagi saya; kita sudah menang..”
Logika ini menunjukkan bahwa bagi Trump, persepsi kemenangan di mata publik domestik jauh lebih penting daripada detail teknis mengenai keamanan Selat Hormuz.
Berita Terkait
-
Iran Tetapkan Tarif Selat Hormuz, Harga Bitcoin Malah Anjlok Parah
-
Donald Trump Murka, China Akan Hadapi Masalah Besar Jika Nekat Pasok Senjata ke Iran
-
Konflik Selat Hormuz, Kenapa Strategi Pembersihan Ranjau Laut AS Ditolak Mentah-Mentah Militer Iran?
-
Ancaman Rudal Manpads China Persulit Posisi Amerika Saat Gencatan Senjata dengan Iran
-
Iran: Tak Ada Keistimewaan, Kapal Pertamina Bisa Bebas Jika Indonesia Negosiasi dengan IRGC
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
Pengamat Ibrahim: Kasus KUR Jember Bukan Kesalahan Bank Penyalur, tetapi Ulah Collection Agent
-
IPO RANS Dihadiri Haji Isam Hingga Boy Thohir, Ini Daftar Pemegang Sahamnya
-
Mini Soccer Fun Match Jadi Ajang Bulog Perkuat Kolaborasi dengan Stakeholder Ketahanan Pangan
-
Prabowo Sebut Banyak BUMN Mau Dijual ke Asing: PT PAL, PT Pindad dan PTDI Dibunuh
-
Produksi Pupuk Petrokimia Gresik Tembus 2,7 Juta Ton pada Semester I 2026
-
IHSG Terkoreksi, BEI Sebut Justru Jadi Peluang Investasi Jangka Panjang
-
Panasonic Tampilkan Solusi Modern Living & Building Terintegrasi di IndoBuildTech Expo 2026
-
Tabel Pinjaman KUR BRI Juli 2026 Terbaru, Simulasi Angsuran Rp1 Juta hingga Rp100 Juta
-
Liburan Lebih Hemat dengan Diskon Rp125.000 di tiket.com Pakai BRI Kartu Kredit
-
Harga Emas Antam Berbalik Naik ke Rp2,655 Juta per Gram, Buyback Ikut Menguat