- OJK dan BEI gelar Road to Pekan Reksa Dana 2026 di 5 kota besar untuk dongkrak literasi keuangan.
- Bibit.id pelopori strategi Nabung Rutin (SIP) sebagai solusi investasi disiplin dan minim risiko.
- Investor reksa dana RI melonjak drastis, tembus 19,84 juta orang pada Januari 2026.
Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan para pelaku industri pasar modal resmi menabuh genderang rangkaian kegiatan “Road to Pekan Reksa Dana 2026”.
Kegiatan strategis ini menyasar kota-kota besar mulai dari Surabaya, Semarang, Bandung, Medan, hingga Makassar. Tujuannya jelas: mengedukasi masyarakat agar tidak lagi sekadar menyimpan uang di bawah bantal, melainkan mulai merencanakan masa depan lewat instrumen reksa dana yang aman dan terukur.
Melalui kampanye seperti #ReksaDanaAja dan program PINTAR Reksa Dana, regulator ingin menyederhanakan stigma bahwa investasi itu rumit. Fokus utama gerakan ini adalah memperkenalkan investasi yang sesuai profil risiko namun tetap mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
Senada dengan visi tersebut, aplikasi investasi digital Bibit.id turut mengambil peran sentral. Bibit terus konsisten mengampanyekan strategi Systematic Investment Plan (SIP) atau yang akrab dikenal dengan gerakan Nabung Rutin.
"Kami senang gerakan yang Bibit dorong sejak lama kini menjadi agenda bersama regulator dan industri. Bersama kita perkuat industri reksa dana untuk masa depan keuangan Indonesia yang lebih baik," ujar William, Head of PR & Corporate Communication Bibit.id.
Konsep SIP sendiri merupakan kombinasi ampuh antara the power of compounding dan Dollar Cost Averaging. Strategi ini mewajibkan investor menyetor dana dalam jumlah tetap secara terjadwal. Praktisi perencana investasi, Dede Suryanto, menekankan bahwa di era sekarang, fungsi menabung telah bergeser.
"Dulu menabung hanya simpan uang di bank yang nilainya tergerus inflasi dan pajak. Sekarang, menabung adalah menyimpannya di instrumen investasi yang menguntungkan seperti reksa dana," jelas Dede.
Indonesia tampaknya ingin mengekor kesuksesan India. Sejak kampanye "Mutual Fund Sahi Hai" diluncurkan di India pada 2017, aset kelolaan (AAUM) reksa dana di sana melonjak tajam hingga dua kali lipat dalam kurun waktu empat tahun terakhir.
Optimisme Indonesia bukan tanpa alasan. Data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan pertumbuhan investor yang eksponensial. Pada akhir 2022, jumlah investor reksa dana tercatat sebanyak 9,6 juta, namun per Januari 2026, angkanya melesat lebih dari dua kali lipat menjadi 19,84 juta investor.
Baca Juga: Aset Tembus Rp2.992 Triliun, OJK Perkuat Tata Kelola Dana Pensiun
Kolaborasi antara regulator dan platform digital seperti Bibit diharapkan menjadi katalisator agar lonjakan jumlah investor ini juga dibarengi dengan kedisiplinan investasi jangka panjang melalui strategi nabung rutin yang tepat sasaran.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Cetak Kader Penjaga Hutan, Batang Siapkan Garda Depan Konservasi Alam
-
Fitur NFC Bisa Digunakan untuk Apa Saja? Tak Cuma Top Up Saldo E-Money
-
Rekomendasi Hadiah Unik Sesuai Zodiak, Berkesan dan Tidak Membosankan
-
Hantaman Rudal Amerika Serikat Merusak Sumber Pangan Iran, Pabrik Tepung Ikan di Pulau Qeshm
-
Ironi Perlindungan Negara: Surat Kehilangan Lebih Dicari daripada Motornya
-
Gianni Infantino Mau Dilengserkan, Bisakah Erick Thohir Jadi Calon Presiden FIFA?
-
3 Zodiak yang Meraih Kesuksesan 16 Juli 2026, Peluang Emas di Depan Mata
-
Iran Bebaskan Warga Negara Amerika yang Ditahan Sejak 2024, Respon Donald Trump Bikin Kaget
-
Fakta Menarik Hasil Argentina vs Inggris di Piala Dunia 2026 Tadi Pagi
-
Ongkos Perbaikan Mobil Listrik BekasTerbesar Bukanlah Baterai, Menurut Riset