- Bank BTN memiliki pertimbangan mana nasabah yang bisa tetap bisa mengakses kredit, meskipun terhimpit utang di SLIK.
- Pihak BTN akan melakukan seleksi profesional menggunakan prinsip 5C untuk menilai kelayakan kredit calon nasabah secara menyeluruh.
- Bank tetap memprioritaskan analisis karakter dan kondisi ekonomi nasabah sebagai pertimbangan utama dalam memberikan persetujuan kredit perbankan.
Suara.com - Bank Tabungan Negara (BTN) merespon kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait utang Rp 1 juta tidak masuk SLIK. Menurut BTN, kebijakan ini muncul untuk akomodir kebutuhan pemerintah terkait kemudahan pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menjelaskan kebijakan ini harus dilihat secara jeli untuk menentukan mana saja nasabah yang memang terkena korban SLIK, seperti terhantam bunga atau memang karakter dari nasabah itu yang memang tak membayar cicilan.
Menurutnya, BTN juga tidak serta-merta memberikan kredit ke nasabah yang memang berulang-ulang melakukan kebiasaan tak membayarkan cicilan.
"Jadi, jangan dalam hal keputusan kita juga punya pertimbangan profesional, jagain bank ini juga, karena kalau ada apa-apa kan kita yang salah, gitu ya. Tapi juga kita mengerti kebutuhannya," ujarnya dalam konferensi pers di BTN Tower, Jakarta, dikutip Kamis (16/4/2026).
Nixon melanjutkan, perbankan juga akan bisa membedakan mana yang memang layak diberikan kredit, meskipun dia memiliki utang tunggakan Rp 1 juta.
Selain itu, ia melihat saat ini banyak nasabah yang memiliki banyak rekening, di mana tunggakan utangnya begitu besar. Sehingga, hal ini juga harus dicermati.
"Kalau karakter menurut saya ya gak harus disetujui kan, itu juga mudah-mudahan ini membuat perbankan jauh lebih baik dan tetap bisa melayani masyarakat. Jadi, tolong jangan dibenturkan bahwa ini akan lebih buruk atau akan lebih baik, kita belum tahu," jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Risk Management BTN, Setiyo Wibowo menambahkan, perbankan akan menggunakan rumus 5C dalam memberikan kredit, yaitu Character, Capaicitym Capital, Collateral, dan, Condition. Dengan begitu, SLIK bukan salah satu penentu pemberian kredit.
"jadi nggak semuanya, oh kalau SLIK-nya jelek, pasti ditolak nih.Atau kalau seliknya bagus, pasti di-approve. Nggak juga. Jadi ada 5 itu tadi," imbuhnya.
Baca Juga: OJK Jawa Tengah Konsolidasikan BPR, Target Industri Lebih Sehat dan Efisien
Menurut Setiyo, SLIK itu menggambarkan nasabah itu tertib dalam pembayaran cicilannya. Meskipun penting, Ia menegaskan SLIK bukan syarat utama nasabah mendapatkan persetujuan kredit.
"Walaupun dia bagus segala macam, mampu bayar, ya nanti kalau kena banjir rumahnya ilang, ya macet juga. Jadi bukan salah satu faktor yang penting kita pertimbangkan. Lokasi, marketability, dan lain-lain," katanya.
"Juga kondisi juga ya, kondisi ekonomi, sektor-sektor yang rawan, dan lain-lain. Itu jadi salah satu indikator yang utama," pungkas Setiyo.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Pencarian Penumpang KMP Batumandi yang Jatuh di Perairan Lampung Selatan Dihentikan
-
Ini Perbedaan Fitur Suzuki XL7 Tiap Varian, Mana yang Paling Pas?
-
Ayu Ting Ting dan Kevin Gusnadi Beda Berapa Tahun? Momen Kencan di Museum Bikin Gemas
-
Realita Generasi Bertahan: Gaji Jalan di Tempat, Kebutuhan Lari Kencang
-
Petaka Tol Pandaan-Malang: Mobil Satu Keluarga Asal Surabaya Hancur Dihantam Fuso, 5 Tewas
-
Fajar/Fikri Evaluasi Diri Jelang Hadapi Wakil Taiwan di Babak Kedua Japan Open 2026
-
Balita Bekasi Tewas Dianiaya Ibu Tiri, Nyawa Melayang Akibat Luka Parah di Kepala
-
Japan Open 2026: Usai Singkirkan Rasmus Gemke, Ubed Bidik Kejutan atas Anders Antonsen
-
Dihujani Kritik usai Pilih Yamaha, Jorge Martin Beri Jawaban Tegas!
-
Belajar Merelakan dari Lagu Menjauh: Saat Berjuang Saja Ternyata Tak Cukup