Bisnis / Energi
Sabtu, 18 April 2026 | 10:03 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menteri Energi Rusia, Sergey Tsivilev di Moskow. [Kementerian ESDM]
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo dan Vladimir Putin menyepakati kerja sama energi di Moskow pada 13 April 2026 melalui skema G2G dan B2B.
  • Pemerintah Indonesia akan mengimpor minyak mentah dari Rusia mulai bulan April 2026 untuk menambah opsi pasokan dan memperkuat ketahanan.
  • Peneliti ITS menekankan pentingnya indikator teknis dan penguatan infrastruktur penyimpanan agar kerja sama tersebut efektif mengatasi masalah energi domestik.

Bahlil menjelaskan kerja sama itu dijajaki melalui skema antar-pemerintah (Government to Government/G2G) maupun antar-perusahaan (Business to Business/B2B).

Melalui kedua skema tersebut, pemerintah berharap dapat memberikan kepastian dan memperkuat cadangan energi nasional.

Bahlil memastikan bahwa impor minyak mentah (crude oil) dari Rusia akan mulai direalisasikan bulan ini. Bahlil menegaskan semakin cepat proses impor dilaksanakan semakin baik bagi ketahanan energi nasional.

"Kalau untuk crude (minyak mentah) mungkin bulan-bulan ini. Lebih cepat lebih baik," kata Bahlil saat ditemui wartawan di Kementerian ESDM, Jakarta pada Jumat (17/4/2026).

Load More