Bisnis / Keuangan
Senin, 20 April 2026 | 09:13 WIB
Karyawan melintas di samping layar elektronik yang menunjukkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. . ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aww.
Baca 10 detik
  • Indeks Harga Saham Gabungan menguat 0,39 persen ke level 7.663 pada awal perdagangan Senin, 20 April 2026 di BEI.
  • Pasar modal domestik mengalami pergerakan terbatas akibat ketidakpastian geopolitik global serta penantian hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia.
  • BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan IHSG akan bergerak pada rentang support 7.500 hingga level psikologis 7.700 di awal pekan.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih perkasa pada awal perdagangan, Senini, 20 April 2026. IHSG naik 0,39 persen ke level 7.663.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.04 WIB, IHSG terus menghijau naik 0,06 persen ke level 7.638.

Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 2,06 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 927,3 miliar, serta frekuensi sebanyak 183.100 kali.

Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 284 saham bergerak naik, sedangkan 268 saham mengalami penurunan, dan 407 saham tidak mengalami pergerakan.

Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, [ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/tom].

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, DEFI, CMNP, AGAR, CSMI, BAPA, APLI, KOTA.

Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, MLPT, NIRO, MSJA, MGLV, CASH, FITT, IDEA, LMAX.

Proyeksi IHSG

IHSG diperkirakan masih terbatas pada perdagangan awal pekan ini. Sentimen global dan domestik dinilai belum cukup kuat untuk mendorong indeks menembus level psikologis penting.

Mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas, IHSG pada perdagangan terakhir ditutup menguat tipis 0,17 persen ke level 7.634. Namun, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp746 miliar.

Baca Juga: Wall Street Mulai Anjlok Lagi Setelan Tensi Peran Memanas Lagi

Pergerakan pasar dinilai masih diliputi ketidakpastian, terutama terkait perkembangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Meskipun sebelumnya sempat ada kabar pembukaan Selat Hormuz, kondisi kembali berubah setelah Iran menutup jalur tersebut.

Di sisi global, bursa saham Amerika Serikat mencatatkan penguatan. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 1,79 persen ke level 49.447,43. Sementara S&P 500 menguat 1,20 persen ke 7.126,06, dan Nasdaq Composite naik 1,52 persen ke posisi 24.468,48.

Meski demikian, sentimen positif global tersebut belum sepenuhnya mampu mengangkat kepercayaan pelaku pasar domestik.

“IHSG diproyeksikan akan bergerak terbatas selama belum mampu menembus level psikologis 7.700, dengan area support berada di kisaran 7.500,” tulis riset tersebut.

Dari sisi eksternal, pasar juga mencermati langkah Presiden Donald Trump yang mengirim utusan khusus untuk melanjutkan negosiasi dengan Iran di Pakistan. Perkembangan ini dinilai akan menjadi penentu arah sentimen global ke depan.

Sementara itu dari dalam negeri, perhatian investor tertuju pada Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia. Suku bunga acuan diproyeksikan tetap berada di level 4,75 persen, dengan fokus kebijakan pada pengendalian inflasi dan stabilitas nilai tukar rupiah.

Load More