- Sido Muncul memiliki posisi keuangan yang sangat kuat karena minim utang serta mencatatkan kenaikan kinerja ekspor sebesar 23 persen.
- Saham SIDO dinilai undervalued dengan potensi kenaikan nilai intrinsik mencapai 32,47 persen serta likuiditas perdagangan yang cukup baik.
- Perusahaan berkomitmen menjaga stabilitas harga melalui rencana pembelian kembali saham senilai Rp300 miliar dan pembagian dividen rutin tahunan.
Suara.com - PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) dikenal sebagai saham yang "mapan" dan kerap direkomendasikan bagi investor pemula.
Salah satu alasan utama mengapa SIDO sering dianggap sebagai saham defensive yang aman untuk portofolio jangka panjang adalah kesehatan keuangannya.
Berdasarkan laporan terbaru, SIDO dikenal memiliki posisi keuangan yang sangat kuat dengan tingkat utang yang sangat minim.
Dengan posisi kas yang tebal, SIDO memiliki fleksibilitas tinggi untuk melakukan ekspansi tanpa perlu bergantung pada pinjaman bank yang berbunga tinggi. Hal ini sangat krusial, terutama di tengah ketidakpastian suku bunga global.
Menariknya, di balik tantangan domestik, kinerja ekspor Sido Muncul justru melonjak tajam sebesar 23%, membuktikan bahwa produk lokal Indonesia ini semakin diterima di pasar internasional.
Valuasi Menarik dan Potensi Upside
Bagi para pengikut aliran value investing, harga saham SIDO saat ini yang berada di kisaran level 500 dinilai cukup menarik. Dalam rentang 52 minggu terakhir, saham ini bergerak di antara harga 480 hingga 600.
Meskipun mencatatkan perubahan negatif sekitar 10% selama setahun terakhir, analisis dari pakar investasi Rivan Kurniawan menunjukkan bahwa saham SIDO saat ini berada dalam posisi undervalued alias murah.
Potensi kenaikan atau upside saham ini diperkirakan bisa mencapai 32,47% jika merujuk pada nilai intrinsiknya. Valuasi yang murah ini, dipadukan dengan rata-rata volume perdagangan harian yang mencapai 2,3 juta saham, menunjukkan likuiditas yang cukup baik bagi investor ritel maupun institusi.
Baca Juga: IHSG Mulai Terkoreksi di Sesi I, 387 Saham Merah
SIDO juga memiliki sejarah stock split sebanyak dua kali, yang bertujuan untuk menjaga keterjangkauan harga saham bagi masyarakat luas.
Daya Tarik Dividen Namun Berkurang
SIDO dikenal cukup royal dalam membagikan dividen dengan nilai yang cenderung meningkat setiap tahunnya.
Sayangnya, berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) terbaru, perseroan memutuskan untuk mempersempit rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio/DPR) menjadi sekitar 89%.
Angka ini menandai koreksi yang cukup signifikan dibandingkan dengan tradisi perusahaan dalam beberapa tahun terakhir yang kerap menyentuh angka 100% atau menyalurkan seluruh laba bersihnya kepada pemegang saham.
Secara kumulatif, SIDO mengalokasikan dividen final sebesar Rp441,5 miliar atau setara Rp15 per lembar saham. Dengan harga pasar saat ini, angka tersebut merepresentasikan yield dividen yang relatif moderat di level 2,9%.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
Terkini
-
Cerita Purbaya Tolak Bantuan Utang IMF & World Bank 30 Miliar USD, Klaim APBN Kuat Berlapis-lapis
-
IHSG Masih Tengkurep di Level 7.544, Sentimen Global Jadi Beban
-
Purbaya Curhat Bobrok Birokrasi Kemenkeu: Tugas Tak Dikerjakan, Digeser Baru Nangis
-
Purbaya Ungkap Syarat Jika Mau Targetkan Indonesia Emas 2045
-
Transformasi Digital Hutama Karya: Command Center & Aplikasi Baru Percepat Penanganan Insiden Tol
-
Tiru Selat Hormuz, Purbaya Mau Kapal Lewat Selat Malaka Bayar ke RI
-
Tindakan Nyata di Hari Bumi, Pegadaian Luncurkan PURE Movement: Ajak Karyawan Daur Ulang Seragam
-
TelkomGroup Borong Tiga Penghargaan Apresiasi Konektivitas Digital 2026: Komitmen Akses Merata
-
Kokoh sebagai Mitra Strategis Pemerintah, Bank Mandiri Capai Laba Bersih Rp15,4 T di Kuartal I 2026
-
Cara Cek SLIK OJK Secara Online untuk Pantau Skor Kredit