- Nilai tukar rupiah melemah ke Rp17.180 per dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu, 22 April 2026.
- Pelemahan terjadi akibat ketidakpastian geopolitik Timur Tengah serta minimnya sentimen positif dari hasil rapat Bank Indonesia.
- Analis memprediksi rupiah berpotensi terus tertekan dalam rentang Rp17.125 hingga Rp17.250 karena kurangnya data ekonomi signifikan.
Suara.com - Nilai tukar rupiah terpantau mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan hari ini, Rabu,(22/4/2026).
Mata uang Garuda tercatat melemah tipis akibat kombinasi tekanan sentimen global dan minimnya katalis positif dari dalam negeri. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup Rp17.180 per dolar AS.
Penutupan ini lebih lemah 0,22 persen dari perdagangan Selasa (21/4/2026) di level Rp17.134
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengungkapkan bahwa pergerakan rupiah sepanjang sesi ini dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal yang kurang menguntungkan.
Di kancah global, ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah masih menjadi beban utama yang mendorong investor beralih ke aset aman (safe haven) seperti dolar AS.
"Rupiah sepanjang sesi tertekan terhadap dolar AS, baik oleh faktor eksternal dari ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah, hingga faktor domestik," ujar Lukman Leong saat dihubungi Suara.com.
Dari sisi internal, pasar memberikan respons dingin terhadap hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) terbaru.
Meskipun BI memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan, langkah tersebut dinilai tidak memberikan kejutan atau dukungan tambahan yang kuat bagi otot rupiah.
Investor menyayangkan sikap Bank Indonesia yang dinilai hanya mengulangi retorika kebijakan yang sama tanpa adanya terobosan baru untuk menahan laju pelemahan nilai tukar.
Baca Juga: Rupiah Melemah Hari Ini, Dolar AS Naik ke Rp17.164 Jelang Pengumuman BI
"Ada kekecewaan investor terhadap hasil RDG BI yang tidak memberikan 'surprise' dukungan pada rupiah. BI mempertahankan suku bunga dan hanya mengulangi retorika yang sama," tambah Lukman.
Lukman memprediksi, rupiah masih berpotensi melanjutkan tren pelemahan.Hingga saat ini, belum ada rilis data ekonomi penting, baik dari instansi dalam negeri maupun mancanegara, yang mampu mengubah arah pergerakan pasar secara signifikan.
Kondisi minim sentimen ini diprediksi akan membuat rupiah terus bergerak di zona merah dalam jangka pendek. Berdasarkan analisis teknikal dan fundamental saat ini.
"Tidak ada data ekonomi penting baik dari dalam maupun luar negeri hari ini. Rupiah diperkirakan masih berpotensi melemah dalam rentang Rp17.125 hingga Rp17.250 per dolar AS," tutupnya.
Sementara itu, kurs Jisdor BI menunjukkan rupiah ada di level Rp17.179. Sedangkan mata uang Asia lainnya bergerak fluktuatif.
Di mana, rupee India menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,38 persen. Selanjutnya, peso Filipina yang ditutup tertekan 0,31 persen dan dolar Taiwan yang juga sudah ditutup turun 0,12 persen.
Berita Terkait
-
Rupiah Mulai Rebound, Dolar AS Masih Betah di Level Rp17.083
-
Rupiah Kembali Takluk, Terperosok ke Level Rp 17.090/USD
-
Kurs Rupiah Hari Ini : Melemah ke Rp17.043 per Dolar AS
-
Rupiah Tertekan saat Fundamental Ekonomi Kokoh, Peluang Dongkrak Ekspor
-
Rupiah 'Pura-pura' Kuat di Level Rp17.000, Cadangan Devisa yang Keropos Jadi Ancaman Nyata
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Newcastle Turunkan Harga, Arsenal Semakin Dekat Dapatkan Bruno Guimaraes
-
Surya Paloh Pasang Target Tinggi: Yakin Nasdem Bakal Naik di Pemilu 2029
-
Tahan Tangis, Sarwendah Ungkap Perjuangan Nafkahi Anak di Tengah Gugatan Ruben Onsu
-
Putri Pahlawan Nasional Pimpin WPP PPP, Dewi Arimbi Siap Tempur di Pemilu 2029
-
Berkebun di Kota Kini Lebih Hemat, Panel Surya Jadi Solusi untuk Urban Farming
-
Kala Anak Nasabah PNM Mekaar Berkata 'Orang Tua Saya Berjuang di Sawah, Saya Berjuang di Sekolah'
-
Dunia Peanuts Jadi Nyata! Snoopy Siapkan Pengalaman Seru untuk Keluarga dan Penggemar Animasi
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Bawa Modal Rp800 Juta Demi 1 Kg Sabu, Pengedar Asal Gunung Batu Diringkus Polres Cimahi
-
Kejagung Rotasi Pejabat, Rinaldi Umar Ditunjuk Jadi Direktur Penyidikan Jampidsus