- Kabupaten Kayong Utara mencapai pertumbuhan ekonomi tertinggi 5,89 persen pada 2025 dalam lima tahun terakhir.
- Proyek strategis nasional di Pulau Penebang memicu pertumbuhan ekonomi serta menurunkan tingkat kemiskinan secara signifikan.
- Pemerintah daerah berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah serta memperbaiki kualitas sumber daya manusia secara inklusif.
Suara.com - Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kayong Utara mencatatkan capaian tertinggi dalam lima tahun terakhir pada 2025. Lonjakan ini menjadi sinyal positif transformasi ekonomi daerah, yang didorong oleh kehadiran Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) yang dikelola oleh PT Dharma Inti Bersama, anak usaha Harita Group.
Kawasan ini menjadi bagian dari proyek strategis nasional (PSN) yang fokus pada pengolahan dan pemurnian bijih bauksit menjadi alumina dan aluminium.
Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah pada 2025 berhasil mencapai 5,89 persen, yang merupakan angka tertinggi dalam periode lima tahun terakhir.
“Pertumbuhan ekonomi Kayong Utara mengalami kenaikan signifikan, mencapai 5,89 persen pada 2025, yang merupakan tertinggi dalam lima tahun terakhir. Keberadaan Proyek Strategis Nasional di Pulau Penebang berkontribusi besar terhadap pencapaian ini,” ujar Romi dalam Musrenbang RKPD 2027.
Capaian ini menunjukkan bahwa investasi industri tidak hanya berdampak pada sektor hilir, tetapi juga menjadi katalis pertumbuhan ekonomi daerah secara luas.
Dampak Ekonomi Mulai Terasa ke Masyarakat
Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, keberadaan KIPP juga mulai memberikan dampak pada indikator kesejahteraan masyarakat. Tingkat kemiskinan di Kayong Utara tercatat turun dari 9,56 persen pada 2020 menjadi 8,75 persen pada 2025.
Kondisi ini menjadi bukti bahwa aktivitas industri mulai mengalir ke sektor riil dan menciptakan efek ekonomi yang lebih merata.
Romi menegaskan, ke depan pertumbuhan ekonomi tidak hanya ditargetkan tinggi, tetapi juga berkualitas dan inklusif.
Baca Juga: Kisah Inspiratif! Istri Nelayan Raup Penghasilan Berkat Program Harita Group
“Kami ingin pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya tinggi, tetapi juga merata dan berkualitas, terutama di sektor pertanian, perikanan, UMKM, dan pariwisata,” jelasnya.
Tantangan dan Arah Pembangunan Baru
Meski pertumbuhan ekonomi meningkat, Pemkab Kayong Utara masih menghadapi tantangan struktural, terutama pada ketergantungan fiskal terhadap pemerintah pusat yang mencapai sekitar 95 persen. Sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih berada di angka sekitar 5 persen.
Di sisi lain, pembangunan sumber daya manusia juga menunjukkan perbaikan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 62,66 pada 2019 menjadi 67,60 pada 2025, meski masih di bawah rata-rata provinsi.
KIPP yang berlokasi di Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, memiliki luas lebih dari 2.200 hektare dan menjadi pusat industri smelter berbasis bauksit. Sekitar 1.893 hektare lahan dikembangkan untuk mendukung agenda hilirisasi nasional.
Dengan pendekatan industri terintegrasi, kawasan ini tidak hanya menciptakan nilai tambah ekonomi, tetapi juga membuka peluang kerja dan memperkuat struktur ekonomi lokal.
Berita Terkait
-
Riset Danareksa: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Kuartal I, Ditopang Konsumsi Rumah Tangga
-
ADB Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen di 2026
-
Ekonom UI Ramalkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Capai 5,54 Persen
-
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Diprediksi Berpotensi Lampaui Proyeksi Bank Dunia, Ini Sektornya
-
Bank Dunia: Danantara Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2027
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
Terkini
-
Bank Jago Raup Laba Rp86 Miliar di Kuartal I 2026, Naik 42%
-
Selat Malaka Punya Siapa? Indonesia Tidak Bisa Sembarangan Tarik 'Tol Laut' Seperti Ide Purbaya
-
Pemerintah Klaim 30 Persen Peserta Magang Nasional Langsung Direkrut Karyawan
-
OJK Tepis Hoaks Tabungan Masyarakat Digunakan untuk Biayai Program Pemerintah
-
Dari Pesisir Jadi Pusat Industri, KIPP Harita Group Ubah Arah Ekonomi Kayong Utara
-
Momentum Kartini 2026: Pertamina Perkuat UMKM Naik Kelas Lewat Inovasi, Ketahanan, dan Akses Pasar
-
7 Bulan Menjabat, Harta Kekayaan Menkeu Purbaya Naik Rp18,2 M dan Tak Memiliki Utang
-
Isi Lengkap Candaan Menkeu Purbaya soal Selat Malaka yang Bikin Malaysia dan Singapura Berang
-
Siapa Penguasa Selat Malaka? Malaysia-Singapura Tolak Ide Purbaya Pajaki Kapal
-
Sinergi DPRD dan Harita Group Dorong KIPP Kayong Utara Jadi Motor Ekonomi Baru Daerah