Bisnis / Inspiratif
Jum'at, 24 April 2026 | 10:07 WIB
Salah satu daerah di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat terdapat Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) yang dikelola oleh PT Dharma Inti Bersama, anak usaha Harita Group. [Humas KKU] . (Humas KKU)
Baca 10 detik
  • Kabupaten Kayong Utara mencapai pertumbuhan ekonomi tertinggi 5,89 persen pada 2025 dalam lima tahun terakhir.
  • Proyek strategis nasional di Pulau Penebang memicu pertumbuhan ekonomi serta menurunkan tingkat kemiskinan secara signifikan.
  • Pemerintah daerah berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah serta memperbaiki kualitas sumber daya manusia secara inklusif.

Suara.com - Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kayong Utara mencatatkan capaian tertinggi dalam lima tahun terakhir pada 2025. Lonjakan ini menjadi sinyal positif transformasi ekonomi daerah, yang didorong oleh kehadiran Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) yang dikelola oleh PT Dharma Inti Bersama, anak usaha Harita Group.

Kawasan ini menjadi bagian dari proyek strategis nasional (PSN) yang fokus pada pengolahan dan pemurnian bijih bauksit menjadi alumina dan aluminium.

Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah pada 2025 berhasil mencapai 5,89 persen, yang merupakan angka tertinggi dalam periode lima tahun terakhir.

“Pertumbuhan ekonomi Kayong Utara mengalami kenaikan signifikan, mencapai 5,89 persen pada 2025, yang merupakan tertinggi dalam lima tahun terakhir. Keberadaan Proyek Strategis Nasional di Pulau Penebang berkontribusi besar terhadap pencapaian ini,” ujar Romi dalam Musrenbang RKPD 2027.

Capaian ini menunjukkan bahwa investasi industri tidak hanya berdampak pada sektor hilir, tetapi juga menjadi katalis pertumbuhan ekonomi daerah secara luas.

Dampak Ekonomi Mulai Terasa ke Masyarakat

Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, keberadaan KIPP juga mulai memberikan dampak pada indikator kesejahteraan masyarakat. Tingkat kemiskinan di Kayong Utara tercatat turun dari 9,56 persen pada 2020 menjadi 8,75 persen pada 2025.

Kondisi ini menjadi bukti bahwa aktivitas industri mulai mengalir ke sektor riil dan menciptakan efek ekonomi yang lebih merata.

Destinasi Wisata di Kayong Utara yang terdapat Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP), dikelola oleh PT Dharma Inti Bersama, anak usaha Harita Group. [ANTARA/Dedi]

Romi menegaskan, ke depan pertumbuhan ekonomi tidak hanya ditargetkan tinggi, tetapi juga berkualitas dan inklusif.

Baca Juga: Kisah Inspiratif! Istri Nelayan Raup Penghasilan Berkat Program Harita Group

“Kami ingin pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya tinggi, tetapi juga merata dan berkualitas, terutama di sektor pertanian, perikanan, UMKM, dan pariwisata,” jelasnya.

Tantangan dan Arah Pembangunan Baru

Meski pertumbuhan ekonomi meningkat, Pemkab Kayong Utara masih menghadapi tantangan struktural, terutama pada ketergantungan fiskal terhadap pemerintah pusat yang mencapai sekitar 95 persen. Sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih berada di angka sekitar 5 persen.

Di sisi lain, pembangunan sumber daya manusia juga menunjukkan perbaikan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 62,66 pada 2019 menjadi 67,60 pada 2025, meski masih di bawah rata-rata provinsi.

KIPP yang berlokasi di Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, memiliki luas lebih dari 2.200 hektare dan menjadi pusat industri smelter berbasis bauksit. Sekitar 1.893 hektare lahan dikembangkan untuk mendukung agenda hilirisasi nasional.

Dengan pendekatan industri terintegrasi, kawasan ini tidak hanya menciptakan nilai tambah ekonomi, tetapi juga membuka peluang kerja dan memperkuat struktur ekonomi lokal.

Load More