Bisnis / Energi
Selasa, 28 April 2026 | 12:23 WIB
PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) [Ist]
Baca 10 detik
  • PT PGN mencatatkan laba bersih 90,4 juta dolar AS pada Kuartal I 2026, meningkat 46 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
  • Kenaikan laba didorong oleh peningkatan laba kotor 12 persen serta efisiensi beban pokok dan beban keuangan perusahaan.
  • PGN menjaga stabilitas operasional dengan menyalurkan gas kepada 825 ribu pelanggan melalui penguatan infrastruktur dan model bisnis domestik.

Suara.com - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) membukukan laba bersih sebesar 90,4 juta dolar AS pada Kuartal I 2026. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sekitar 46 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (YoY).

Peningkatan laba subholding gas Pertamina ini didorong oleh kenaikan laba kotor sebesar 12 persen YoY serta penurunan beban pokok sekitar 7 persen atau setara 54 juta dolar AS.

Selain itu, perbaikan beban keuangan dan selisih kurs turut memberikan kontribusi positif terhadap hasil akhir.

Direktur Keuangan PGN, Catur Dermawan, menjelaskan bahwa stabilitas kinerja perusahaan didukung oleh model bisnis yang berfokus pada pasar domestik.

“Fokus utama PGN adalah memastikan layanan energi kepada pelanggan tetap andal melalui pengelolaan infrastruktur dan penyaluran gas yang terintegrasi," ujar Catur dalam keterangan yang dikutip pada Selasa (28/4/2026).

Menurutnya, pendekatan ini menjadi kunci dalam menjaga stabilitas operasional di tengah dinamika pasokan dan kebutuhan energi domestik.

Ilustrasi PGN. [Ist]

Sepanjang Januari-Maret 2026, PGN membukukan pendapatan sebesar 929,6 juta dolar AS dengan EBITDA mencapai 240,6 juta dolar AS.

Pendapatan utama masih bersumber dari bisnis niaga dan infrastruktur gas bumi, meskipun pada periode ini perusahaan tidak melakukan penjualan LNG di segmen trading internasional.

Dari sisi operasional, volume penyaluran gas bumi tercatat sebesar 777 BBTUD dan volume transmisi gas mencapai 1.539 MMSCFD.

Baca Juga: Rupiah Sentuh Rp17.211, Laba Bersih Emiten Mark Dynamic Meningkat

Saat ini, infrastruktur PGN melayani lebih dari 825 ribu pelanggan, yang terdiri dari 822.561 sambungan rumah tangga, 2.842 pelanggan kecil, serta 3.310 pelanggan industri dan komersial.

Guna menjaga kesinambungan pasokan di wilayah tertentu, PGN memanfaatkan LNG melalui fasilitas regasifikasi.

Volume regasifikasi tercatat sebesar 115 BBTUD melalui FSRU Lampung, 148 BBTUD di fasilitas LNG Arun, dan 292 BBTUD melalui FSRU Jawa Barat.

Di tengah fluktuasi nilai tukar, PGN berhasil menurunkan beban keuangan menjadi 13,7 juta dolar AS.

Indikator kesehatan keuangan perusahaan tercatat stabil, dengan rasio EBITDA terhadap beban bunga sebesar 20,75x dan rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio) di level 29 persen.

Arus kas operasional perusahaan pada kuartal ini tercatat positif sebesar 86,9 juta dolar AS.

Load More