Bisnis / Keuangan
Kamis, 30 April 2026 | 08:56 WIB
Ilustrasi. Platform pertukaran kripto global, OKX, baru saja mengumumkan langkah besar yang menggabungkan dunia keuangan tradisional (TradFi) dengan aset digital. Foto ist.
Baca 10 detik
  • OKX, BlackRock, & StanChart rilis jaminan tokenisasi BUIDL untuk efisiensi modal institusi.
  • Pertama kali bank G-SIB (StanChart) jadi kustodian jaminan aset digital di bursa kripto.
  • Investor kini bisa trading di OKX pakai aset surat utang AS sambil tetap raih imbal hasil.

Suara.com - Platform pertukaran kripto global, OKX, baru saja mengumumkan langkah besar yang menggabungkan dunia keuangan tradisional (TradFi) dengan aset digital.

Bekerja sama dengan raksasa manajer aset BlackRock dan bank global Standard Chartered (StanChart), OKX meluncurkan kerangka kerja inovatif untuk penggunaan aset ter-tokenisasi sebagai jaminan (collateral) perdagangan.

Melalui kolaborasi ini, dana surat utang jangka pendek AS milik BlackRock yang telah di-tokenisasi, atau yang dikenal dengan nama BUIDL, kini bisa digunakan oleh nasabah institusi OKX sebagai jaminan untuk aktivitas perdagangan.

Menariknya, ini adalah kali pertama bank kategori globally systemically important bank (G-SIB) seperti Standard Chartered bertindak sebagai kustodian dalam ekosistem semacam ini.

Global Managing Partner OKX, Haider Rafique, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan bukti nyata potensi tokenisasi Real-World Assets (RWA) dalam skala besar. Dengan menggunakan BUIDL sebagai jaminan, dana yang sebelumnya menganggur kini bisa menjadi aset yang menghasilkan imbal hasil (yield-generating asset).

"Tokenisasi pada hakikatnya adalah membuat pasar yang sudah ada menjadi lebih cepat, lebih transparan, dan lebih mudah diakses," ujar Haider dalam keterangan tertulis, Kamis (30/4/2026).

Salah satu keunggulan utama dari kerangka kerja ini adalah perlindungan dana nasabah. Klien VIP dan institusional OKX dapat menyimpan jaminan BUIDL mereka di Standard Chartered secara off-exchange. Artinya, aset nasabah terpisah dari neraca OKX, sehingga memberikan perlindungan ekstra terhadap risiko gagal bayar bursa.

Meskipun aset disimpan di bank (kustodian teregulasi), nasabah tetap bisa bertransaksi dengan mulus di OKX Middle East tanpa perlu repot memindahkan aset antar venue.

"Klien yang sadar risiko mengharapkan jaminan perdagangannya disimpan oleh bank G-SIB. Kerangka kerja ini dirancang untuk merefleksikan standar tersebut," tambah Rifad Mahasneh, CEO OKX MENA.

Baca Juga: Guru California Kirim Email Perpisahan ke Keluarga Sebelum Coba Bunuh Donald Trump

Samara Cohen, Global Head of Market Development BlackRock, menyebutkan bahwa BUIDL dirancang agar investor bisa mendapatkan imbal hasil dolar AS melalui rel blockchain.

Sebagai informasi, BUIDL berinvestasi pada kas, surat utang jangka pendek AS (US Treasury bills), dan perjanjian pembelian kembali (repo). Imbal hasilnya didistribusikan secara on-chain, yang kini bisa langsung terintegrasi dengan alur kerja margin trading di OKX.

Langkah ini menandai kemajuan penting dalam upaya menanamkan tokenisasi ke dalam infrastruktur pasar global, menyatukan kelincahan pasar digital dengan keamanan perbankan konvensional.

Load More