- Kepolisian Suffolk County, New York, menyita mobil Chevrolet Corvette hasil pelanggaran mengemudi dalam keadaan mabuk pada tahun 2022.
- Kendaraan tersebut dimodifikasi sebagai sarana edukasi visual untuk memperingatkan masyarakat mengenai bahaya mengemudi di bawah pengaruh alkohol.
- Langkah penyitaan dan edukasi ini bertujuan menekan angka kecelakaan fatal serta memperketat penindakan pelanggaran lalu lintas setempat.
Suara.com - Departemen Kepolisian Suffolk County di Long Island, New York punya cara unik untuk mengampanyekan bahaya mengemudi dalam keadaan mabuk.
Pihak kepolisian Long Island memamerkan sebuah Chevrolet Corvette Stingray 2020 senilai sekitar US$60 ribu hingga US$65 ribu atau setara lebih dari Rp1 miliar, hasil sitaan dari pengemudi mabuk.
Mobil sport bermesin V8 itu disita setelah pemilik sebelumnya ditangkap untuk kedua kalinya atas kasus mengemudi di bawah pengaruh alkohol pada 2022.
Kini kendaraan tersebut dicat ulang dengan livery polisi lengkap dengan tulisan mencolok, “Disita karena Mabuk”.
Komisaris Polisi Suffolk County, Kevin Catalina, mengatakan penyitaan Corvette tersebut diharapkan menjadi peringatan nyata bahwa pelanggaran mengemudi mabuk bisa berujung kehilangan kendaraan mewah.
“Kami ingin orang tahu, jika Anda mengemudi mabuk di Suffolk County, ini bisa terjadi pada mobil Anda,” kata Catalina dilansir dari NY Post.
Menurutnya, mobil itu tidak akan digunakan untuk patroli rutin, melainkan dipamerkan dalam acara publik, parade, dan kampanye keselamatan jalan sebagai alat edukasi visual.
Catalina menilai nilai edukatif Corvette sitaan itu jauh lebih besar dibanding jika kendaraan tersebut langsung dilelang.
“Jika mobil ini bisa menyelamatkan satu nyawa saja, maka nilainya sudah kembali berkali-kali lipat,” ujarnya.
Baca Juga: Pete Hegseth Dihabisi Kongres AS, Biaya Perang Iran Tembus Rp400 Triliun
Program penyitaan kendaraan bagi pelanggar mengemudi saat mabuk sebenarnya telah diterapkan Suffolk County sejak 1999, dan diperbarui pada 2004 setelah menghadapi tantangan hukum.
Polisi setempat juga memperketat penindakan sejak 2023, yang diklaim membantu menurunkan angka kecelakaan fatal dalam tiga tahun terakhir.
Berita Terkait
-
Pete Hegseth Dihabisi Kongres AS, Biaya Perang Iran Tembus Rp400 Triliun
-
OKX Gandeng BlackRock & StanChart, Sulap Surat Utang AS Jadi Jaminan Kripto
-
Guru California Kirim Email Perpisahan ke Keluarga Sebelum Coba Bunuh Donald Trump
-
Wall Street Ditutup Bervariasi, Harga Minyak Dunia Masih Jadi Biang Kerok
-
Iran Murka! AS Masih Tahan 22 Awak Kapal Touska, Teheran Siapkan Balas Dendam
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Hanya Kirim PDF Tanpa Balasan, Polres Jakpus Jelaskan Soal Aksi BEM UI Tak Ajukan Izin Resmi
-
3 Fakta Dugaan Korupsi MBG: Kejagung Geledah Enam Lokasi, DPR Minta Program Dihentikan
-
Jangan Adu Rakyat vs Rakyat, TB Hasanuddin Tegaskan Komcad Tak Boleh Hadapi Demo Mahasiswa
-
Nasib 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan, Jadi Besi Tua atau Dipaksa Jalan Demi MBG?
-
Divonis 13 Tahun Penjara, Sejumlah Pakar Duga Ada Kejanggalan di Putusan Hukum Arief Pramuhanto
-
Partai Gelora Desak Penghapusan Threshold, Klaim DPR Buka Ruang Diskusi
-
Anis Matta Akui Partai Gelora Terganjal Logistik, Urusan Pendanaan Jadi Persoalan Besar
-
ICW: Vonis Rendah Pejabat BPK Tak Beri Efek Jera, Korupsi Terus Berulang
-
Warga Jakarta Bisa Masuk Gratis ke Ancol dan Ragunan, Cek Jadwal dan Caranya
-
Evaluasi MBG dan Krisis Regenerasi Petani Jadi Sorotan, Dudung Akui Program Perlu Ditata Ulang