- Schneider Electric meluncurkan Vivace E untuk memenuhi kebutuhan estetika dan keamanan pada hunian serta ruang komersial modern.
- Produk ini mengusung desain minimalis, ramping, dan frameless dengan berbagai pilihan warna untuk mendukung keselarasan visual interior ruang.
- Vivace E telah memenuhi standar SNI dan sertifikasi IEC guna memitigasi risiko kelistrikan serta menjamin keselamatan pengguna properti.
Suara.com - Estetika kelistrikan kini tidak lagi dipandang sekadar sebagai pelengkap teknis, melainkan telah menjadi elemen krusial yang menunjang nilai visual sebuah ruang bisnis sekaligus menjadi garda terdepan dalam sistem keamanan properti.
Dalam dunia arsitektur dan desain interior, detail kecil seperti perangkat kendali lampu dan titik daya listrik berfungsi untuk menjaga kesinambungan tema desain agar tetap bersih dan profesional.
Keselarasan visual ini memberikan impresi positif bagi operasional bisnis, sementara dari sisi fungsional, perangkat tersebut harus mampu memitigasi risiko kegagalan elektrikal yang dapat mengancam aset fisik maupun keselamatan pengguna.
Sebagai langkah untuk merespons kebutuhan pasar terhadap perangkat kelistrikan yang lebih terintegrasi, Schneider Electric menghadirkan Vivace E.
Peluncuran produk ini dilatarbelakangi oleh pergeseran cara masyarakat dalam mengelola ruang tinggal atau ruang kerja, di mana saat ini properti dipandang sebagai representasi gaya hidup, kebutuhan emosional, hingga nilai-nilai personal penghuninya.
Tren ini semakin kuat di Indonesia, di mana integrasi antara estetika material dan keamanan menjadi standar baru dalam meningkatkan kualitas hidup sehari-hari.
Dari Minimalisme ke Fungsi
Konsep desain interior global saat ini sedang bergeser dari sekadar gaya "Less is More" menuju pendekatan "Less but Better".
Minimalisme tidak lagi diartikan sebagai penciptaan ruang kosong yang hambar, melainkan sebuah proses kurasi elemen ruang yang lebih mendalam.
Baca Juga: Tak Cuma Kredit, BTN Cetak Ratusan Developer Baru
Setiap komponen yang diletakkan dalam ruangan dituntut memiliki nilai fungsional, kualitas material yang tinggi, serta mampu memberikan kontribusi terhadap pengalaman emosional bagi pengguna ruang tersebut.
Pergeseran ini melahirkan tren warm minimalism, di mana hunian modern sering kali difungsikan secara multifungsi sebagai tempat bekerja sekaligus area pemulihan energi.
Dalam konteks ini, perangkat kelistrikan seperti sakelar harus mampu menyatu dengan dinding atau panel interior secara natural agar tidak merusak harmoni desain yang telah disusun.
Ariya Sradha, Ketua Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) DKI Jakarta, menekankan pentingnya integrasi elemen teknis tersebut.
“Dalam merancang sebuah hunian, detail kecil seperti sakelar dan stopkontak memiliki peran besar dalam menjaga kesatuan visual ruang. Desain yang terlalu menonjol atau tidak selaras dapat mengganggu keseluruhan komposisi. Karena itu, pendekatan desain yang clean, slim, dan frameless menjadi pilihan utama karena memungkinkan elemen tersebut menyatu secara natural dengan berbagai konsep interior,” jelasnya.
Selain faktor keindahan, aspek perlindungan tetap menjadi prioritas yang tidak dapat dikompromi. Risiko korsleting listrik yang berpotensi memicu kebakaran serta ancaman sengatan listrik menjadi perhatian utama bagi pemilik properti saat ini.
Berita Terkait
-
Bukan Cuma Tempat Tinggal, Hunian di Indonesia Kini Jadi Incaran Investasi
-
Bos Agung Sedayu: Kami Tak Sekadar Jual Properti, tapi Bangun Kawasan Masa Depan
-
Di Balik Stabilitas Metropolitan Land: Strategi Cerdas Diversifikasi Bisnis Properti
-
Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti
-
Harapan Konsumen Properti: Bunga KPR Jangan Tinggi-Tinggi!
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Bahlil Ajukan Anggaran Rp 27,33 Triliun untuk ESDM, Disebut untuk Jaringan Gas Warga
-
Emiten WINE Tebar Dividen Rp3,5 per Saham, Bidik Pertumbuhan Pendapatan Lima Persen pada 2026
-
Harga Minyak Dunia Anjlok Usai AS-Iran Sepakati Perdamaian, Bursa Saham Global Menguat
-
Harga Emas Hari Ini 16 Juni 2026 Naik, Antam Tembus Rp2,83 Juta per Gram
-
Selat Hormuz Dibuka, Bahlil Sebut Indonesia Tetap Lanjutkan Kontrak Impor Minyak
-
Bahlil Ungkap Kontrak Batu Bara PLN Kurang 20 Juta Ton, Listrik Bisa Terganggu?
-
Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Salurkan Pembiayaan Rp340 Miliar untuk 867 Debitur
-
Biaya Kuliah Meroket, Mahasiswa Minta Dana Pendidikan Tak Dipakai untuk MBG
-
BRI Hadirkan Cara Baru Menabung Emas Otomatis Saat Transfer di BRImo
-
Asumsi ICP 2027 Dinaikkan Mas Bahlil, Paling Tinggi 95 Dolar AS/Barel