- Dua kapal tanker super Iran, DERYA dan HUGE, berhasil melewati pengawasan Angkatan Laut AS menuju Kepulauan Riau.
- Kapal-kapal tersebut membawa jutaan barel minyak mentah Iran di tengah peningkatan aktivitas pengiriman melalui perairan Indonesia.
- Strategi militer AS kini berfokus pada target ekonomi di Selat Hormuz guna menghindari risiko konflik berskala besar.
Jika sebelumnya fokus utama Washington adalah isu-isu besar yang bersifat politis dan militer ekstrem, kini target tersebut tampak lebih pragmatis dan berorientasi ekonomi.
“Pada awal konflik ini, tujuan yang dinyatakan adalah perubahan rezim dan pembongkaran sistem rudal balistik serta nuklir Iran,” ujar Hackett dalam wawancaranya dengan Al Jazeera.
“Target utama tersebut telah bergeser selama 60 hari terakhir menuju hasil ekonomi yang lebih fokus pada Selat Hormuz. Tampaknya, ini adalah hasil yang lebih mungkin dicapai dan menjadi jalan keluar (off-ramp) yang lebih mudah bagi Amerika Serikat.”
Presiden Trump sendiri membingkai operasi militer ini sebagai misi kemanusiaan untuk membantu kapal-kapal yang terjebak di zona konflik.
Namun, Hackett memperingatkan adanya dimensi diplomatik yang rumit di balik narasi tersebut. Ia mempertanyakan bagaimana kriteria bantuan akan diberikan jika kapal-kapal yang terjebak berasal dari negara-negara yang tidak memiliki hubungan baik dengan Amerika Serikat.
“Trump mendeskripsikan ini sebagai operasi kemanusiaan, jadi perlu ada tolok ukur mengenai seberapa lama orang-orang terjebak di sana dan seberapa sedikit pasokan makanan serta air yang mereka miliki,” tambah Hackett.
Risiko terbesar dari operasi ini adalah potensi bentrokan langsung dengan pihak Iran. Jika terjadi perlawanan di lapangan, Hackett memperingatkan bahwa situasi bisa memburuk dengan cepat. Amerika Serikat kemungkinan besar akan kekurangan aset jika harus beralih dari sekadar "mengawal" menjadi "mempertahankan" kapal-kapal tersebut secara aktif.
Kondisi ini diprediksi akan menciptakan kalkulasi risiko baru yang sangat tinggi bagi perusahaan-perusahaan asuransi pelayaran internasional, yang pada akhirnya dapat mengganggu stabilitas pasar energi global.
Harga minyak dunia saat ini terpantau di kisaran US$ 110 per barel.
Baca Juga: Kewarasan yang Dipertanyakan: 'Juminten Edan' Bawa Isu Sosial ke Level Horor yang Menakutkan
Berita Terkait
-
Rayakan Kekayaan Musik Timur, Gery Gany Gandeng Musisi Papan Atas dalam Live Session #TimurPride
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Merz Sebut Kebijakan Donald Trump 'Pukulan Telak', Jerman Tetap Upayakan Damai Dagang
-
Update Skandal Pasporgate Dean James: Gugatan NAC Breda Ditolak, Tinggal Tunggu Degradasi
-
Puan Desak Sanksi Tegas bagi Predator Seksual Anak: Negara Tidak Boleh Mentoleransi Sedikitpun
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Prabowo Targetkan 71 Kota Sulap Sampah Jadi Listrik di 2029
-
Jangan Menduga-duga, Menhub Minta Semua Pihak Tunggu Hasil Investigasi Kecelakaan KRL
-
Emiten LPKR Bukukan Laba Bersih Rp 107 Miliar di Kuartal I-2026
-
Pemerintah Mulai Ubah Sampah di Jakarta Jadi Listrik
-
Akui Kecolongan, Purbaya Copot 2 Pejabat Kemenkeu Buntut Kasus Restitusi Pajak
-
Alasan Target Harga BBRI Tembus Rp4.000, Ini Analisa Lengkapnya
-
Pengelola Kopdes Merah Putih Bakal Digembleng Latihan Komcad
-
Laba BBRI Melesat, Analis Beri Target Harga Segini
-
Emiten MPMX Raup Laba Bersih Rp 173 Miliar di Kuartal I-2026
-
GT World Challenge Asia 2026 di Mandalika Perkuat Posisi Indonesia di Peta Motorsport Global