Bisnis / Keuangan
Rabu, 06 Mei 2026 | 21:07 WIB
Ekonom CORE Dipo Satria menilai persepsi negatif terhadap kondisi fiskal domestik menjadi penyebab utama pelemahan nilai tukar rupiah. [Antara]
Baca 10 detik
  • Ekonom CORE Dipo Satria menilai persepsi negatif terhadap kondisi fiskal domestik menjadi penyebab utama pelemahan nilai tukar rupiah.
  • Pemerintah berencana menerapkan mekanisme pertukaran mata uang dan diversifikasi pembiayaan non-dolar untuk menjaga likuiditas serta stabilitas pasar.
  • Langkah stabilisasi tersebut berfungsi sebagai bantalan likuiditas, namun penguatan fundamental tetap bergantung pada perbaikan persepsi kebijakan fiskal pemerintah.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah bersama Bank Indonesia menyiapkan kerja sama swap currency dengan China, Jepang, Korea Selatan, dan sejumlah negara lain sebagai salah satu langkah menjaga stabilitas rupiah.

Pemerintah juga menyiapkan diversifikasi penerbitan surat berharga dalam beberapa mata uang seperti Yuan China dan Yen Jepang guna mengurangi tekanan terhadap dolar AS di tengah dinamika ekonomi global.

Load More