- OJK melaporkan perbankan Indonesia menunjukkan resiliensi kuat dengan pertumbuhan kredit 9,49 persen pada Maret 2026 di seluruh wilayah.
- Penyaluran kredit mencapai Rp8.659,05 triliun dan kualitas aset perbankan terus membaik dengan rasio NPL Gross sebesar 2,14 persen.
- Dana Pihak Ketiga tumbuh signifikan sebesar 13,55 persen yang memperkuat likuiditas perbankan untuk mendukung stabilitas ekonomi nasional Indonesia.
Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa kinerja perbankan Indonesia tetap menunjukkan resiliensi yang kuat dan tren pertumbuhan positif sepanjang Maret 2026.
Meskipun stabilitas ekonomi dunia tengah dibayangi oleh lonjakan harga energi serta volatilitas pasar keuangan, profil risio pertumbuhan kredit perbankan domestik dilaporkan masih dalam kondisi yang terjaga dengan sangat baik.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengungkapkan bahwa penyaluran kredit perbankan pada Maret 2026 berhasil tumbuh sebesar 9,49 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Capaian ini setara dengan Rp8.659,05 triliun, atau mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan pertumbuhan pada Februari 2026 yang tercatat sebesar 9,37 persen.
"Pertumbuhan ini didorong oleh kontribusi dari Bank Umum Milik Negara (BUMN), bank swasta nasional, bank asing, hingga kantor cabang bank luar negeri, yang memperkuat likuiditas perbankan domestik," katanya dalam siaran pers yang diterima, Kamis (7/5/2026).
Selain pertumbuhan kredit, kualitas aset perbankan juga menunjukkan perbaikan.
Rasio Loan at Risk (LAR) tercatat di level 8,94 persen, sementara Non-Performing Loan (NPL) Gross berada di posisi 2,14 persen dan NPL Net sebesar 0,83 persen.
Angka-angka tersebut lebih baik dibandingkan performa Februari 2026. Di sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh signifikan
sebesar 13,55 persen yoy menjadi Rp10.230,81 triliun. Pertumbuhan ini ditopang oleh kenaikan saldo giro sebesar 21,37 persen, deposito 8,36 persen, serta tabungan yang tumbuh 11,57 persen.
Baca Juga: OJK Bongkar Penipuan di Tren Event Olahraga, Ini Modusnya
Dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) dilevel 84,64 persen, perbankan dinilai memiliki ruang likuiditas yang sangat memadai untuk memacu penyaluran kredit ke depannya.
“Hal ini menunjukkan bahwa industri perbankan di Indonesia memiliki tingkatpermodalan yang kuat dan likuiditas yang memadai untuk menyerap potensi tekanan di masa yang akan datang, meskipun volatilitas pasar global tetap menjadi perhatian kami,” bebernya.
Secara sektoral, pertumbuhan kredit terbesar berasal dari sektor konstruksi yang melonjak hingga 46,67 persen atau sebesar Rp181,98 triliun.
Diikuti oleh sektor rumah tangga yang tumbuh 5,56 persen dan industri pengolahan sebesar 7,96 persen.
erdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi menjadi motor utama dengan pertumbuhan mencapai 20,85 persen. Pemulihan Kredit UMKM dan Peran POJK Baru Kabar positif juga datang dari sektor UMKM yang mulai menunjukkan indikasi pemulihan.
Setelah sempat mengalami kontraksi, kredit UMKM pada Maret 2026 tumbuh positif sebesar 0,12 persen yoy dengan total nilai Rp1.498,64 triliun.
Berita Terkait
-
OJK Perpanjang Batas Laporan Keuangan Asuransi hingga Juni 2026
-
OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah
-
Harapan Konsumen Properti: Bunga KPR Jangan Tinggi-Tinggi!
-
Menkeu Bantah Hoaks Uang Negara Tinggal Rp120 Triliun
-
Suku Bunga Goyang Daya Beli, Pasar Properti 2026 Kini Lebih Rasional
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
15 Juta Penduduk Usia Produktif Belum Punya Rekening Bank
-
Update Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam Naik, UBS Justru Turun!
-
Menebak IHSG di Tengah Silang Sengkarut Geopolitik Global dan Rekor Bursa Asia
-
Harga Minyak Turun di Bawah 100 Dolar Imbas Perkembangan 'Positif' Nego Perang Iran
-
Krisis Global? Tabungan Orang Kaya Semakin Gemuk
-
Lebih Rentan Meledak, Distribusi CNG Lebih Baik Lewat Jargas
-
Pertamina Jajaki SLB sebagai Mitra Teknologi, Perkuat Ketahanan Energi Nasional
-
Harga MinyaKita Mahal, Pedagang: Mending Beli Minyak Goreng yang Lain!
-
Laba Bank Jago Melonjak 42 Persen di Kuartal I 2026, Tiga Arahan Jadi Kunci
-
Dorong Reintegrasi Sosial, Kemnaker Siapkan Akses Kerja bagi Eks Warga Binaan