- PT Mark Dynamics Indonesia Tbk menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp50 per saham dalam RUPST untuk tahun buku 2025.
- Perusahaan menargetkan laba bersih Rp340 miliar pada 2026 yang didorong oleh dominasi pasar ekspor serta efisiensi operasional ketat.
- RUPSLB menyetujui rencana penjaminan aset perusahaan guna memperoleh fasilitas pembiayaan perbankan demi mendukung ekspansi usaha secara berkelanjutan.
Suara.com - Emiten produsen cetakan sarung tangan terkemuka, PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK), resmi mengumumkan pembagian dividen tunai melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2025.
Langkah strategis ini memperkuat posisi saham MARK sebagai instrumen investasi pilihan di pasar modal Indonesia yang konsisten memberikan nilai tambah bagi para investor.
Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp50 per saham dengan potensi total dividen yield tinggi mencapai sekitar 11 persen.
Kebijakan ini mencerminkan kinerja keuangan yang solid, di mana Perseroan tetap menjadi pemimpin pasar global, sekaligus menjaga minat masyarakat terhadap investasi saham yang berbasis pada fundamental kuat.
Selain menyetujui laporan tahunan dan penggunaan laba bersih, RUPST juga menyoroti komitmen perusahaan dalam menjaga kebijakan dividend payout ratio di atas 90 persen.
Direktur Utama PT Mark Dynamics Indonesia Tbk, Ridwan Goh, menyatakan bahwa kondisi keuangan perusahaan saat ini sangat sehat dengan arus kas yang terjaga.
"Perseroan secara konsisten menjaga kebijakan dividend payout ratio di atas 90 persen sebagai bentuk komitmen kami dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham," ujar Ridwan Goh dalam siaran pers yang diterima, Jumat (8/5/2026).
Di saat yang sama, dia menambahkan, kondisi keuangan Perseroan tetap sehat sehingga kami masih memiliki ruang yang memadai untuk mendukung ekspansi dan pertumbuhan usaha ke depan.
Menatap tahun depan, MARK mematok target yang optimistis untuk tahun buku 2026. Perseroan menargetkan laba bersih sebesar Rp340 miliar, atau tumbuh sekitar 20 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.
Baca Juga: RUPST Bank Jago: Laba Tumbuh 115 Persen, Tetapkan Direksi Baru
Target ini didorong oleh dominasi pasar ekspor serta efisiensi operasional yang ketat.
Ridwan menjelaskan bahwa lebih dari 80 persen penjualan Perseroan berasal dari pasar ekspor dengan denominasi dolar Amerika Serikat (AS).
Struktur bisnis ini memberikan natural hedge terhadap fluktuasi nilai tukar. Di tengah penguatan dolar AS, MARK justru memperoleh dampak positif terhadap pendapatan dan profitabilitas perusahaan.
"Kami melihat permintaan pasar ekspor masih cukup solid. Dengan struktur biaya yang semakin efisien, posisi kas yang sehat, serta kapasitas produksi yang terus dioptimalkan, kami optimistis target pertumbuhan tahun 2026 dapat tercapai," jelasnya.
Selain agenda RUPST, Perseroan juga menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui rencana manajemen untuk menjaminkan aset dengan nilai lebih dari 50 persen dari kekayaan bersih perusahaan.
Langkah ini diambil guna memperoleh fasilitas pembiayaan dari perbankan atau lembaga keuangan lainnya demi mendukung rencana ekspansi usaha Secara berkelanjutan.
Berita Terkait
-
Emiten DRMA Tebar Dividen Rp 70/Saham
-
BRI Setor Dividen Jumbo ke Danantara, Indef: Bukti Dukungan Program Pemerintah
-
Danantara Kantongi Dividen Rp16,67 Triliun dari BBRI, Sinyal Positif Bagi Pasar
-
Kursi Panas Bos Astra: Sinyal Kuat Rudy Gantikan Djony Bunarto, Saham ASII Langsung Gaspol!
-
BRI Bagikan Dividen Rp52,1 T, Pemegang Saham Terima Rp346 per Saham
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor
-
Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026
-
Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?
-
Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?
-
Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun
-
Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026
-
INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur
-
ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri
-
Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah
-
Tersiar Kabar PPPK Kena PHK Massal Setelah APBD Dipotong, Apa Kata Pemerintah?