Bisnis / Makro
Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:03 WIB
PT Krakatau Osaka Steel.
Baca 10 detik
  • PT Krakatau Osaka Steel di Cilegon akan menutup seluruh operasional pabriknya secara permanen pada Juni 2026 mendatang.
  • Keputusan penutupan tersebut berdampak pada PHK massal terhadap hampir 200 buruh akibat kerugian finansial sejak tahun 2022.
  • Faktor utama penutupan pabrik adalah gempuran impor baja murah dari China, penurunan permintaan konstruksi, serta kelebihan pasokan global.

Dalam kemitraan strategis ini, Krakatau Steel berperan sebagai mitra lokal nasional, sementara Osaka Steel membawa teknologi canggih untuk memproduksi produk khusus seperti baja profil, besi beton, dan flat bar berkualitas tinggi.

2. Segmen Pasar dan Fokus Produk

Meskipun sama-sama memproduksi komoditas baja, segmen fokus produk dari kedua entitas ini berbeda:

Krakatau Steel berfokus pada produksi hulu hingga hilir, seperti baja lembaran panas (Hot Rolled Coil/HRC), baja lembaran dingin (Cold Rolled Coil/CRC), serta kawat baja (wire rod) yang menjadi bahan baku industri manufaktur umum.

Krakatau Osaka Steel secara khusus didirikan untuk memproduksi baja konstruksi berkualitas tinggi.

Produk jadi dari KOS difokuskan untuk menyuplai proyek infrastruktur masif di Indonesia, seperti pembangunan jalan tol dan proyek-proyek strategis pemerintah.

Secara singkat, Krakatau Steel dan Krakatau Osaka Steel adalah dua entitas bisnis yang berbeda. Krakatau Steel merupakan induk perusahaan BUMN Indonesia, sedangkan Krakatau Osaka Steel adalah anak perusahaan berupa joint venture dengan investor Jepang yang fokus pada baja konstruksi.

Sangat disayangkan, kondisi pasar baja global dan penurunan permintaan konstruksi membuat PT Krakatau Osaka Steel harus menyudahi perjalanannya di Indonesia pada pertengahan tahun 2026 ini.

Baca Juga: Krakatau Osaka Steel Tutup Pabrik, 200 Buruh Terkena PHK

Load More