Bisnis / Ekopol
Minggu, 10 Mei 2026 | 06:32 WIB
Negosiasi Iran dan Amerika Serikat di Islamabad memanas akibat sengketa militer di Selat Hormuz. (Tanimnews)
Baca 10 detik
  • Situasi Selat Hormuz mulai stabil pada 9 Mei 2026 saat Amerika Serikat menunggu jawaban resmi Iran atas proposal perdamaian.
  • Kapal tanker LNG Qatar berlayar menuju Selat Hormuz dengan izin Iran sebagai upaya pembangunan kepercayaan di tengah konflik tersebut.
  • Dampak perang terhadap stabilitas pasar energi global mendorong desakan internasional untuk segera mengakhiri konflik sebelum kunjungan Trump ke Tiongkok.

"Setiap kali solusi diplomatik ada di atas meja, AS justru memilih petualangan militer yang ceroboh," tegas Araqchi dalam pernyataannya, dilansir via Reuters.

Di sisi internal AS, efektivitas blokade pelabuhan Iran mulai dipertanyakan. Sebuah penilaian dari CIA yang sempat bocor menyebutkan bahwa Iran diperkirakan mampu bertahan dari tekanan ekonomi blokade tersebut hingga empat bulan ke depan.

Laporan ini memicu keraguan mengenai seberapa besar tekanan yang bisa diberikan Trump kepada Teheran, terutama mengingat konflik ini mulai kurang mendapat dukungan dari pemilih di AS dan sekutu-sekutu Barat lainnya.

Load More