- BI-Rate resmi naik menjadi 5,25 persen mulai bulan ini.
- Kenaikan BI-Rate berdampak langsung pada jenis KPR bunga mengambang.
- Nasabah perlu memahami karakteristik jenis KPR untuk mengantisipasi lonjakan cicilan.
Suara.com - Bank Indonesia (BI) resmi menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 50 bps menjadi 5,25 persen mulai bulan ini.
Kenaikan suku bunga ini tentu saja menjadi sinyal waspada bagi nasabah Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
Bukan rahasia lagi, kenaikan BI-Rate biasanya akan diikuti oleh kenaikan bunga pinjaman perbankan.
Situasi ini bisa jadi pembelajaran semua orang sebelum mengambil KPR, supaya tidak terkejut dengan biaya cicilan bulanan yang mendadak tinggi akibat kenaikan suku bunga.
Karena itu dilansir dari laman Bank Sinarmas, Anda perlu mengenali jenis-jenis KPR dan sejauh mana dampak kenaikan BI Rate terhadap cicilan KPR Anda kedepannya.
1. KPR Bunga Tetap (Fixed Rate)
Bagi Anda yang mengambil skema Fixed Rate, kenaikan BI Rate saat ini tidak akan berpengaruh sama sekali.
Suku bunga ini dikunci pada angka tertentu selama periode yang disepakati, biasanya 1 hingga 5 tahun pertama.
Karena itu, cicilan KPR Anda dipastikan tetap stabil meskipun suku bunga pasar sedang naik.
Baca Juga: 4 Shio akan Alami Perubahan Hidup Mulai Hari Ini 21 Mei 2026, Karir Sukses Hingga Ketenangan Emosi
Namun ketika masa fixed berakhir, Anda harus siap mental karena biasanya bunga akan langsung loncat ke sistem floating.
2. KPR Bunga Mengambang (Floating Rate)
KPR Bunga Mengambang adalah jenis KPR yang paling sensitif terhadap kebijakan Bank Indonesia.
Suku bunga floating bersifat dinamis dan mengikuti fluktuasi pasar.
Jika BI Rate naik menjadi 5,25 persen, maka bunga KPR Anda kemungkinan besar akan ikut merangkak naik dalam 3 hingga 6 bulan ke depan.
Sebaliknya, kalau ekonomi stabil dan BI menurunkan suku bunga, cicilan Anda juga bisa ikut turun.
Berita Terkait
-
3 Rekomendasi Bedak Mengandung Vitamin C, Samarkan Noda Hitam dan Cerahkan Wajah Seketika
-
Suku Bunga BI Naik Jadi 5,25%, Apakah Semua Cicilan KPR Bakal Ikut Melonjak?
-
Bank Himbara hingga Bank Asing Kebanjiran Dana BI, Total Likuiditas Tembus Rp424,7 Triliun
-
Dana Nganggur Perbankan Tembus Rp2.551 Triliun, Bank Indoensia Ungkap Penyebabnya
-
7 Rekomendasi Bedak dengan Efek Blurring untuk Tutup Pori-Pori Besar, Wajah Mulus seperti Filter!
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
Terkini
-
Lalamove Masuk Jerman, Bidik 3,4 Juta UKM dengan Logistik On-Demand
-
Purbaya Klaim Tahu Apa yang Terjadi di Dugaan Kasus Korupsi Dirjen Bea Cukai
-
Sosok di Balik Danantara Sumberdaya Indonesia, Direksinya Orang Asing
-
Cara Investasi SBN untuk Pemula Saat Suku Bunga Naik dan Berapa Minimal Belinya?
-
Ini Alasan Hulu Migas Dikecualikan dari Skema Ekspor DSI
-
Rupiah Melemah dan Suku Bunga Naik, Ini 3 Tipe Investasi untuk Pemula Amankan Tabungan
-
Profil Luke Thomas Mahony, WN Australia Eks Petinggi Vale Jadi Dirut PT DSI
-
Ekspor Mineral Disentralisasi ke Danantara, Bahlil Klaim Akhiri Modus Transfer Pricing
-
IHSG Anjlok Usai DSI Dibentuk, Purbaya Sebut Investor Belum Paham Badan Ekspor Baru
-
Indonesia dan Pertamina Perkuat Kolaborasi Hadapi Geopolitik Demi Ketahanan Energi Nasional