- BI-Rate resmi naik menjadi 5,25 persen mulai bulan ini.
- Kenaikan BI-Rate berdampak langsung pada jenis KPR bunga mengambang.
- Nasabah perlu memahami karakteristik jenis KPR untuk mengantisipasi lonjakan cicilan.
3. KPR Bunga Capped
KPR jenis ini mirip dengan floating, tapi lebih aman.
Bunga boleh naik mengikuti pasar, tapi ada batas maksimal (plafon) yang sudah disepakati.
Jika BI Rate naik gila-gilaan hingga bunga pasar mencapai 13 persen, sementara batas cap kamu di angka 11 persen, maka bank hanya boleh menagih bunga maksimal 11 persen.
Anda tetap terlindungi dari lonjakan ekstrem akibat suku bunga.
4. KPR Bunga Fix Berjenjang (Step Up Fixed Rate)
KPR jenis ini cocok buat pasangan muda atau first-jobber.
Skema ini menawarkan bunga tetap yang naik secara bertahap dalam periode tertentu. Misalnya, 2 tahun pertama 4 persen, lalu 3 tahun berikutnya 6 persen.
KPR jenis ini tidak langsung terdampak BI Rate dalam jangka pendek, karena kenaikannya sudah dijadwalkan sejak awal kontrak.
Baca Juga: 4 Shio akan Alami Perubahan Hidup Mulai Hari Ini 21 Mei 2026, Karir Sukses Hingga Ketenangan Emosi
Namun, setelah masa berjenjang habis, biasanya akan beralih ke bunga floating.
5. KPR Kombinasi (Hybrid Rate)
KPR Kombinasi adalah jenis yang paling banyak ditawarkan bank.
Anda akan menikmati bunga tetap (fixed) di beberapa tahun pertama, lalu otomatis beralih ke bunga mengambang (floating) hingga masa tenor berakhir.
Saat BI menaikkan suku bunga, dampak yang akan Anda terima ergantung posisi cicilan sekarang.
Jika Anda masih dalam masa fixed, Anda aman dari kenaikan suku bunga. Kalau sudah masuk masa floating, siap-siap cicilan bulanan berubah.
Bunga Efektif vs Bunga Flat
Selain jenis bunganya, Anda juga harus paham cara bank menghitung sisa utang:
Bunga Efektif: Paling adil, karena bunga dihitung berdasarkan sisa pokok pinjaman yang makin lama makin kecil. Cocok untuk jangka panjang.
Bunga Flat: Hitungannya simpel karena cicilan tetap sama terus, tapi biasanya total bunga yang dibayar jadi lebih besar karena tidak melihat sisa pokok yang sudah berkurang.
Berita Terkait
-
3 Rekomendasi Bedak Mengandung Vitamin C, Samarkan Noda Hitam dan Cerahkan Wajah Seketika
-
Suku Bunga BI Naik Jadi 5,25%, Apakah Semua Cicilan KPR Bakal Ikut Melonjak?
-
Bank Himbara hingga Bank Asing Kebanjiran Dana BI, Total Likuiditas Tembus Rp424,7 Triliun
-
Dana Nganggur Perbankan Tembus Rp2.551 Triliun, Bank Indoensia Ungkap Penyebabnya
-
7 Rekomendasi Bedak dengan Efek Blurring untuk Tutup Pori-Pori Besar, Wajah Mulus seperti Filter!
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Ekonom: Investor Butuh Kepastian Hukum di Indonesia, Bukan Sekedar Insentif!
-
Ekonom Beri Peringatan Soal Kebijakan B50: Lihat Peluang yang Dikorbankan
-
Ditantang Putusan MK, Bakom Ungkap Alasan 30 Wamen Tetap Jabat Komisaris BUMN
-
IHSG Berpeluang Sentuh 6.000 Pekan Depan, AVIA hingga JPFA Bisa Jadi Pilihan
-
BEI Usul Ubah Batas Auto Rejection Saham, Simak Aturan Terbarunya
-
Harga Minyak Dunia Bakal Turun Besar-besaran, 'Tandanya' Sudah Muncul
-
Jadwal Cum Date 6-7 Juli 2026 dan Daftar 19 Saham Bagi Dividen Minggu Ini
-
Sambut HUT ke-28, Bank Mandiri Kembali Gelar Donor Darah Serentak di 12 Region
-
Bank Jago Fokus Inovasi Fitur untuk Gaet Nasabah, Gimana Kinerja Sahamnya?
-
BBKP Pangkas Jumlah Karyawan dan Tutup Kantor Cabang, Ini Penyebabnya