Bisnis / Ekopol
Minggu, 24 Mei 2026 | 11:28 WIB
Dirut PLN Darmawan Prasodjo (pln.co.id)
Baca 10 detik
  • Pemadaman listrik massal melanda wilayah Sumatra pada 22 Mei 2026 dan melumpuhkan berbagai aktivitas harian masyarakat setempat.
  • Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan permohonan maaf resmi serta menjelaskan indikasi awal penyebab gangguan sistem kelistrikan tersebut.
  • Publik menyoroti kinerja manajemen PLN karena kerugian besar yang ditimbulkan akibat kegagalan sistemik penyediaan listrik nasional tersebut.

Suara.com - Pemadaman listrik total atau blackout secara masif melanda sejumlah provinsi di Pulau Sumatra, mulai dari Aceh, Sumatra Utara, hingga Sumatra Barat pada Jumat (22/5/2026) jadi sorotan publik kepada PT PLN.

Dampak lumpuhnya pasokan setrum ini melumpuhkan aktivitas harian masyarakat. Di Kota Medan misalnya, warga terpaksa memadati sejumlah kedai kopi, warung, dan pertokoan yang menyalakan mesin genset mandiri agar tetap bisa beraktivitas di tengah kegelapan total.

Merespon krisis energi tersebut, Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, langsung menyampaikan permohonan maaf resmi pada Sabtu (23/5/2026) sekaligus membeberkan indikasi awal penyebab kerusakan sistem kelistrikan tersebut.

Kendati demikian, nakhoda perusahaan setrum negara ini tetap tidak luput dari kritik tajam publik. Sebagai pemegang monopoli tunggal penyedia listrik di tanah air, profesionalisme jajaran manajemen PLN dipertanyakan dalam mengantisipasi risiko kegagalan sistemik yang merugikan jutaan pelanggan tersebut.

Netizen juga menyuarakan respon PLN untuk mempertanggung jawabkan hal ini karena kerugian yang diterima oleh publik tidak main-main.

"Bayar Listrik Telat kena Denda atw gak Meteran dicabut. Giliran Mati Lampu 1 Sumatra, mereka cuma minta maaf doang," tulis salah satu netizen.

Profil Darmawan Prasodjo

Pria yang akrab disapa Darmo ini bukanlah figur baru di lingkaran elite bumn energi. Kepercayaan pemegang saham terhadap kepemimpinannya tergolong sangat tebal.

Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dihelat di Kantor Kementerian BUMN pada Selasa (18/6/2025) lalu, Darmawan kembali dikukuhkan untuk menduduki kursi nomor satu PLN untuk ketiga kalinya sejak tahun 2021.

Baca Juga: Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Kariernya di PLN bermula saat ia ditunjuk menjadi Wakil Direktur Utama pada Desember 2019. Dua tahun berselang, tepatnya pada 6 Desember 2021, ia resmi naik kasta menjadi Direktur Utama berdasarkan Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-389/MBU/12/2021.

Posisi strategis ini sukses ia pertahankan hingga berakhirnya masa bakti pemerintahan Presiden Joko Widodo pada Oktober 2024, sebelum akhirnya diperpanjang kembali di era transisi pemerintahan baru.

Latar Belakang Akademis Eksklusif di Amerika Serikat

Darmawan lahir di Magelang, Jawa Tengah, pada 19 Oktober 1970. Ia merupakan putra dari pasangan (Alm) Brigadir Jenderal TNI (Hor) Purn Drs. Sadja Moeljoredjo dan Sudarti Sadja.

Ayahnya dikenal sebagai perwira militer yang pernah menjabat Kepala SMA Taruna Nusantara Magelang periode 1994-1998.

Di luar latar belakang keluarganya, Darmo memiliki reputasi mentereng sebagai ekonom energi dengan spesialisasi yang kuat. Ia menghabiskan waktu belasan tahun untuk menimba ilmu di Amerika Serikat, khususnya di Texas A&M University.

Load More