Bisnis / Properti
Minggu, 24 Mei 2026 | 19:10 WIB
Ilustrasi KPR. (freepik)
Baca 10 detik
  • Strategi menghadapi kenaikan bunga KPR membantu debitur mengamankan cicilan rumah.
  • Salah satu cara menghadapi kenaikan bunga KPR lewat opsi pindah bank pilihan.
  • Selain itu, bisa juga dengan menyiapkan tabungan dana darurat.

3. Lakukan Simulasi Skenario Terburuk

Jangan hanya pasrah melihat tagihan. Lakukan simulasi keuangan sendiri. 

Hitung berapa cicilan Anda jika bunga naik lagi 1-2 persen. Pastikan total cicilan utang Anda tidak melebihi 30-35 persen dari penghasilan bulanan. 

Jika sudah mepet, saatnya memangkas pengeluaran yang tidak mendesak.

4. Bangun "Bumper" Lewat Dana Darurat

Suku bunga yang naik adalah pengingat betapa pentingnya dana darurat. 

Idealnya, Anda memiliki dana cadangan sebesar 6 hingga 12 bulan pengeluaran total. 

Dana ini berfungsi sebagai pelindung jika tiba-tiba cicilan melonjak atau terjadi penurunan pendapatan, sehingga Anda terhindar dari risiko gagal bayar.

5. Jangan Terjebak Promo Manis di Awal

Baca Juga: Rupiah Melemah dan Suku Bunga Naik, Ini 3 Tipe Investasi untuk Pemula Amankan Tabungan

Bagi Anda yang baru ingin mengambil KPR, jangan hanya tergiur dengan bunga rendah 1-2 persen di awal. 

Perhatikan skema setelah masa promo berakhir. Banyak pengembang menawarkan bunga rendah yang kemudian meledak saat masa floating. 

Teliti syarat dan ketentuannya sebelum tanda tangan akad.

Peluang di Balik Kenaikan Bunga

Meski tampak mengerikan, kenaikan bunga juga bisa jadi peluang. 

Bagi investor yang punya dana segar, kondisi harga properti yang stagnan akibat suku bunga tinggi adalah waktu yang tepat untuk membeli aset secara tunai (hard cash) dengan harga miring.

Load More