Bisnis / Properti
Senin, 25 Mei 2026 | 19:29 WIB
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait bersama Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI), Hery Gunard dalam Agenda Pembahasan KUR Perumahan, Rumah Subsidi Tapak, Rumah Subsidi Rusun, dan Kota Baru Satelit yang berlangsung di Kawasan Sentra BRI, Jakarta (25/5/2026). (Suara.com/Mohammad Rhadzaki Ramadhan)

Berdasarkan evaluasi pemerintah per 25 Mei 2026, total realisasi KUR Perumahan dari seluruh perbankan mencapai Rp16,8 triliun. Penyaluran untuk sisi supply tercatat Rp4,8 triliun, sementara sisi demand mencapai Rp11,9 triliun.

“Debiturnya dari sisi supply ada 1.875, terdiri dari kontraktor, developer, dan toko bangunan. Dari sisi demand ada 78.001 orang,” ujar Maruarar.

Ia menambahkan realisasi BRI menjadi yang terbesar dibanding bank lain secara nasional. Dari total Rp9,2 triliun yang disalurkan BRI, pembiayaan sisi supply mencapai Rp1,1 triliun kepada 752 nasabah. Sementara pembiayaan sisi demand mencapai Rp8,1 triliun kepada 65.576 nasabah.

“Terbesar dari semua bank, jadi kalau semua bank digabung, dengan BRI sendiri lebih banyak BRI,” kata Maruarar.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman dalam Agenda Pembahasan KUR Perumahan, Rumah Subsidi Tapak, Rumah Subsidi Rusun, dan Kota Baru Satelit yang berlangsung di Kawasan Sentra BRI, Jakarta (25/5/2026). (Suara.com/Mohammad Rhadzaki Ramadhan)

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman menyampaikan kesiapan daerahnya mendukung program perumahan melalui industri bahan bangunan lokal. Jawa Barat saat ini menyiapkan jutaan produksi genteng dari UMKM di Majalengka.

“Ada 12 juta genteng yang kami persiapkan, dan untuk kesempatan pertama kami siapkan ada 45 pengrajin di Jatiwangi Majalengka, ada delapan yang sudah mendapatkan sertifikasi SNI,” ujar Herman.

Bupati Majalengka, Eman Suherman dalam Agenda Pembahasan KUR Perumahan, Rumah Subsidi Tapak, Rumah Subsidi Rusun, dan Kota Baru Satelit yang berlangsung di Kawasan Sentra BRI, Jakarta (25/5/2026). (Suara.com/Mohammad Rhadzaki Ramadhan)

Bupati Majalengka, Eman Suherman menyatakan para pelaku UMKM kini mulai menyesuaikan diri dengan kebutuhan sertifikasi nasional yaitu Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk mendukung industri perumahan.

“UMKM tadinya kami tidak berpikir harus SNI. Hari ini ketika kami diminta memenuhi, kemudian kami mengikuti. Dari UMKM yang sudah ada, mendapatkan SNI delapan, sisa 37 sekarang lagi proses,” kata Eman Suherman.

Dukungan sertifikasi SNI bagi UMKM bahan bangunan dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat rantai pasok program perumahan nasional yang tengah dipercepat pemerintah.***

Baca Juga: BRI Consumer Expo Jakarta 2026 Hadir di JICC: Banjir Promo Hunian, Kendaraan, Sampai Tiket Pesawat

Kontributor: Mohammad Rhadzaki Ramadhan

Load More