Bisnis / Properti
Kamis, 04 Juni 2026 | 07:55 WIB
LRT Jakarta Fase 1B Masuk Tahap Uji Coba. (Dok. Jakpro)
Baca 10 detik
  • PT Waskita Karya dan PT Jakarta Propertindo memulai uji coba sistem kereta api pada proyek LRT Jakarta Fase 1B.
  • Pengujian sepanjang 3,6 kilometer dari Velodrome ke Pramuka dilakukan untuk memastikan seluruh sistem berfungsi optimal dan aman.
  • Proyek senilai Rp4,1 triliun ini telah mencapai progres 93,07 persen untuk memperkuat konektivitas transportasi publik di Jakarta.

Selain melakukan monitoring survei dan pemeriksaan chamber secara berkala setiap hari, tim proyek juga memasang safety net di seluruh area segmen girder balance cantilever.

Ilustrasi Waskita Karya. (Dok: Waskita Karya)

Berkat penerapan standar keselamatan yang ketat tersebut, proyek berhasil mencatatkan zero accident atau nihil kecelakaan selama proses konstruksi balance cantilever LRT Jakarta Fase 1B.

“Perlintasan Wiyoto Wiyono menjadi salah satu ikon terpenting dalam tes jalur yang telah dilakukan. Keberhasilan ini menunjukkan kemajuan konstruksi Indonesia yang mampu mengintegrasikan moda transportasi publik dengan jalur aktif di tengah padatnya aktivitas perkotaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, koordinasi antara Waskita Karya dan Jakpro terus diperkuat untuk memastikan seluruh rangkaian Testing and Commissioning berjalan sesuai rencana.

Hingga saat ini, train run atau uji jalan kereta telah dilakukan sebanyak dua kali dan berlangsung tanpa kendala.

Hasil pengujian menunjukkan kereta dapat beroperasi dengan lancar dari Velodrome hingga Pasar Pramuka menggunakan daya listrik penuh.

Temuan tersebut menjadi dasar evaluasi untuk melanjutkan tahapan pengujian berikutnya sebelum layanan dibuka untuk publik.

Paulus optimistis kehadiran LRT Jakarta Fase 1B akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Selain membantu mengurangi kemacetan, proyek ini juga memperkuat konektivitas antarwilayah serta meningkatkan integrasi transportasi publik di Jakarta.

“Kami optimistis kehadiran LRT Jakarta Fase 1B akan menambah pilihan transportasi publik modern, memudahkan mobilitas masyarakat, sekaligus mendorong peralihan penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi umum,” katanya.

Baca Juga: Punya Lisensi, WSKT Mulai Garap Proyek Infrastruktur di Arab Saudi

Lebih lanjut, Paulus menilai moda transportasi berbasis listrik tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan sistem transportasi berkelanjutan.

Ilustrasi LRT. [Ist]

Kehadiran LRT Jakarta Fase 1B, transportasi publik ramah lingkungan, dan penguatan konektivitas perkotaan, diharapkan mampu mendukung target Net Zero Emission (NZE) melalui pengurangan emisi kendaraan bermotor serta terciptanya kualitas udara Jakarta yang lebih bersih dan sehat.

Load More