- Menteri Keuangan mengumumkan APBN per 31 Mei 2026 mengalami defisit sebesar Rp180,4 triliun atau 0,70 persen terhadap PDB.
- Defisit tersebut terjadi akibat realisasi belanja negara mencapai Rp1.365,4 triliun, melampaui pendapatan negara sebesar Rp1.185,0 triliun.
- Pemerintah mencatat kenaikan signifikan pada pendapatan negara sebesar 19,1 persen serta belanja negara sebesar 34,4 persen secara tahunan.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami defisit Rp 180,4 triliun atau 0,70 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) per 31 Mei 2026.
"Sampai dengan Mei defisitnya 0,7 (persen). Lima bulan pertama tahun ini 0,7," kata Purbaya saat konferensi pers APBN KiTa edisi Juni 2026 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Defisit APBN terjadi ketika Pendapatan Negara lebih kecil daripada Belanja Negara. Per 31 Mei 2026, Pendapatan Negara mencapai Rp 1.185,0 triliun, sedangkan Belanja Negara sebesar Rp 1.365,4 triliun.
Secara rinci, Pendapatan Negara mencapai Rp 1.185,0 triliun triliun atau 37,6 persen dari proyeksi APBN. Angka ini tumbuh 19,1 persen jika dari tahun sebelumnya (year on year atau yoy).
Pendapatan Negara ini mencakup Penerimaan Pajak Rp 834,4 triliun atau 35,4 persen dari outlook, Kepabeanan dan Cukai Rp 123,8 triliun atau 36,8 persen, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp 226,4 triliun atau 49,3 persen, dan Penerimaan Hibah Rp 400 miliar atau 67,0 persen.
Sedangkan untuk Belanja Negara mencapai Rp 1.365,4 triliun atau 35,5 persen dari proyeksi APBN. Angka ini tumbuh 34,4 persen dari tahun lalu atau yoy.
Belanja Negara ini mencakup Belanja Pemerintah Pusat Rp 1.059,3 triliun atau 33,6 persen dari proyeksi APBN, yang terdiri dari Belanja Kementerian Lembaga (K/L) Rp 517,7 triliun atau 34,3 persen dan Belanja non K/L Rp 541,6 triliun atau 33,0 persen. Kemudian Transfer ke Daerah (TKD) Rp 306,1 triliun atau 44,2 persen dari proyeksi APBN.
Sementara itu Keseimbangan Primer surplus Rp 58,6 triliun atau meningkat dari April 2026 sebesar Rp 28 triliun. Surplus Keseimbangan Primer menandakan kondisi di mana total pendapatan negara lebih besar daripada belanja negara, termasuk di luar pembayaran bunga utang.
Berita Terkait
-
Chatib Basri Menkeu Era Presiden Siapa? Sempat Beredar Rumor Gantikan Purbaya
-
Bertemu S&P, Purbaya Jelaskan Fondasi Ekonomi Indonesia Masih Kokoh
-
UU P2SK Resmi Disahkan DPR dan Pemerintah, Ini Rincian 17 Poin Pentingnya
-
Purbaya Bela Danantara usai Diberi Outlook Negatif dari Lembaga Internasional Moody's
-
Isu Pergantian Menkeu Purbaya Mencuat, Begini Respon DPR!
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
Investor Global Cabut Investasi di RI: I Have Zero Exposure to Indonesia
-
Permendag 31/2023 Resmi Direvisi: Jualan Online Wajib Punya Izin Usaha
-
IHSG Ambruk 2,53% dan 624 Saham Anjlok di Sesi I, TINS Bisa Jadi Pilihan Investor
-
3 Aturan yang Bisa Bikin IHT Bangkrut Menurut Para Buruh
-
Jakarta dan Bali 100 Persen Teraliri Listrik, Bagaimana Nasib Wilayah Lainnya?
-
Ekspor Satu Pintu Mulai Jalan, Ini Daftar Tugas-tugas Danantara Sumberdaya Indonesia
-
Penyebab Rupiah Terus Merosot, Nilai Tukarnya Rp18.066 per Dolar Hari Ini
-
Update Harga Pangan: Cabai dan Daging Murah, Minyak Goreng Melonjak Naik
-
Data Center Terisi Penuh Sebelum Operasi, Telkom Percepat Ekspansi Kapasitas NeutraDC di Batam
-
Telkom Luncurkan AIcosystem, Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri