- PT Waskita Karya mengamankan kontrak senilai Rp2,1 triliun untuk membangun Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 3 sepanjang 8,1 kilometer.
- Proyek strategis ini bertujuan mempercepat konektivitas wilayah serta mendorong sektor pariwisata di kawasan destinasi super prioritas Candi Borobudur.
- Pembangunan tol menerapkan teknologi konstruksi digital dan sistem manajemen lalu lintas untuk menjamin efisiensi serta keamanan selama proses pengerjaan.
Suara.com - PT Waskita Karya (Persero) Tbk, kembali memperkuat portofolio kontribusinya dalam pembangunan jaringan logistik nasional. WSKT mengamankan kontrak baru bernilai fantastis, yakni mencapai Rp2,1 triliun, untuk menggarap proyek pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 3 yang menghubungkan ruas Simpang Susun Magelang hingga Borobudur.
Proyek Strategis Nasional (PSN) ini dirancang untuk mengakselerasi konektivitas antarwilayah, memangkas durasi perjalanan masyarakat, serta menjadi motor penggerak baru bagi sektor pariwisata dan urat nadi perekonomian di koridor Jawa Tengah.
Melalui skema Kerja Sama Operasi (KSO) bersama PT PP dan PT Wijaya Karya (WIKA), Waskita Karya dipercaya mengeksekusi jalur bebas hambatan sepanjang 8,1 kilometer yang membentang di wilayah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Adapun cakupan kerja teknis dalam kontrak ini meliputi pembangunan komponen utama berupa trase utama (main road), trase akses Magelang, struktur simpang susun (interchange), Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), terowongan bawah tanah (underpass), hingga struktur pelat beton penahan beban (pile slab).
Direktur Operasi I Waskita Karya, Ari Asmoko, memaparkan bahwa eksistensi Simpang Susun Magelang dan Simpang Susun Borobudur memegang peranan krusial sebagai pintu logistik strategis. Gerbang ini akan mengarahkan pengguna jalan tol secara langsung menuju Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur.
“Proyek ini sangat penting untuk mempercepat mobilitas sekaligus mendorong peningkatan sektor pariwisata. Dengan adanya Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 3, masyarakat memiliki akses langsung ke Destinasi Super Prioritas (DSP) Candi Borobudur tanpa mengganggu kelestarian situs cagar budaya,” terang Ari Asmoko dalam rilis pers resminya, Rabu (24/6/2026).
Ari menambahkan, kehadiran infrastruktur ini diproyeksikan membawa efek domino positif bagi geliat ekonomi lokal.
Di samping itu, proyek tol yang mengusung konsep green construction (konstruksi ramah lingkungan) ini juga berfungsi mempermudah distribusi barang dan rantai pasok jasa di wilayah Magelang, Temanggung, dan sekitarnya.
Arus logistik antarwilayah dipastikan akan berjalan jauh lebih efisien berkat pangkasan hambatan di lapangan. Pembangunan simpang susun ini sekaligus ditargetkan mampu mengurai titik kemacetan parah yang selama ini kerap terjadi di jalan arteri utama.
Baca Juga: Public Expose Waskita Karya: Perkuat Kontribusi dalam Pembangunan Bangsa, NKB Mencapai Rp5,6 Triliun
Guna mengoptimalkan output pengerjaan dari aspek durasi waktu dan efisiensi biaya, Waskita Karya mengimplementasikan sederet pembaruan teknologi rekayasa konstruksi berbasis digital.
Salah satunya adalah pemanfaatan metode Curing Automatic, sebuah teknik otomatisasi yang berfungsi mengontrol kadar kelembapan air pada struktur beton selama masa perawatan kritis tujuh hari demi menekan potensi terjadinya retak susut.
Perseroan juga memasang teknologi Deflection Warning System. Alat pemantau digital ini diaplikasikan untuk mendeteksi secara real-time setiap pergeseran atau penurunan pada bagian bekisting dan penopang (shoring) saat proses pengecoran masif dilakukan.
Lewat sistem monitoring terpadu ini, aspek pengawasan teknis di lapangan dapat berjalan jauh lebih akurat serta meminimalkan risiko kekeliruan akibat pengecekan manual.
Kendati demikian, manajemen mengakui bahwa proyek ini memiliki tingkat kesulitan tinggi lantaran titik konstruksi berada di sekitar jalur lalu lintas aktif kendaraan umum.
Sebagai langkah mitigasi keselamatan, Waskita menerapkan Traffic Management Plan (TMP) yang matang, termasuk menyediakan rute pengalihan (detour) khusus serta memasang barikade pengaman area kerja yang ketat.
Berita Terkait
-
ACSET Pastikan Proyek Dikerjakan dengan Tata Kelola yang Baik
-
LRT Jakarta Fase 1B Masuki Tahap Uji Coba, Waskita Karya Catat Progres Konstruksi 93,07 Persen
-
Punya Lisensi, WSKT Mulai Garap Proyek Infrastruktur di Arab Saudi
-
Waskita Karya Catat Laba Kotor Rp1,58 Triliun, Genjot Percepat Penyehatan Keuangan
-
7 Fakta Mencekam Kecelakaan Karambol Exit Tol Bawen, Truk Rem Blong Sapu 10 Kendaraan
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Pengguna Pertamax Mulai Bergeser ke Pertalite, Stok Aman?
-
Mahasiswa Jangan Khawatir, Industri Petrokimia Butuh Banyak SDM
-
BGN Kembali Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya Sebut Kemenkeu Kini Ikut Awasi SPPG
-
Kewajiban NIB bagi Pedagang Online: Solusi atau Beban Baru?
-
Danantara Bentuk BUMN Ekspor DSI, Bidik Kebocoran Devisa Rp 5.500 Triliun Lebih
-
Rupiah Berotot Sore Ini ke Level Rp17.922/USD
-
Pedagang Asing Jualan di E-Commerce RI Sekarang Semakin Sulit
-
Industri Alas Kaki Masih Butuh SDM, Difabel Punya Peluang Besar
-
Purbaya Tunda Penerbitan Panda Bond Usai Dirayu Investor China
-
Purbaya Klaim Pendanaan Rp 304 T dari China Bukan Utang, Terus Apa?