Titipan Politik di Kursi Komisaris dan Direksi Makin Kuat di BUMN, Ini Datanya

Rabu, 08 Juli 2026 | 08:05 WIB
Pupuk Indonesia tercatat memliki komposisi non-profesional paling tinggi di BUMN saat ini.
  • Profesional dominan, tetapi politik masih menguasai banyak kursi BUMN.
  • Pupuk Indonesia menjadi BUMN dengan porsi profesional terendah (43%).
  • Perbankan dan anak usaha BUMN cenderung memiliki tata kelola yang lebih profesional.

Mitratel menjadi perusahaan dengan komposisi profesional tertinggi, yakni mencapai 91%, disusul Krakatau Pipe Industries (86%) dan Danantara Indonesia (84%).

Kelompok perbankan juga relatif lebih profesional. BRI memiliki 78% profesional, BNI 74%, BTN 74%, sedangkan Bank Mandiri mencapai 72%.

Meski demikian, keberadaan figur politik maupun mantan pejabat negara tetap cukup signifikan.

Di Bank Mandiri, misalnya, 28% jajaran direksi dan komisaris berasal dari kalangan pemerintahan. di BSI, unsur pemerintahan mencapai 22%, sedangkan tokoh politik 11%. Pada Pos Indonesia, porsi politik bahkan mencapai 27%, salah satu yang tertinggi dalam daftar tersebut.

Sementara itu, PLN memiliki komposisi 64% profesional, namun 23% berasal dari mantan pejabat pemerintah dan 13% dari unsur politik.

"Bagaimana mungkin, orang yang tidak punya kompetensi atau pengalaman yang mumpuni terkait korporasi bisa kasih nasihat atau mengawasi kinerka direksi," sindirnya.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com