- Profesional dominan, tetapi politik masih menguasai banyak kursi BUMN.
- Pupuk Indonesia menjadi BUMN dengan porsi profesional terendah (43%).
- Perbankan dan anak usaha BUMN cenderung memiliki tata kelola yang lebih profesional.
Mitratel menjadi perusahaan dengan komposisi profesional tertinggi, yakni mencapai 91%, disusul Krakatau Pipe Industries (86%) dan Danantara Indonesia (84%).
Kelompok perbankan juga relatif lebih profesional. BRI memiliki 78% profesional, BNI 74%, BTN 74%, sedangkan Bank Mandiri mencapai 72%.
Meski demikian, keberadaan figur politik maupun mantan pejabat negara tetap cukup signifikan.
Di Bank Mandiri, misalnya, 28% jajaran direksi dan komisaris berasal dari kalangan pemerintahan. di BSI, unsur pemerintahan mencapai 22%, sedangkan tokoh politik 11%. Pada Pos Indonesia, porsi politik bahkan mencapai 27%, salah satu yang tertinggi dalam daftar tersebut.
Sementara itu, PLN memiliki komposisi 64% profesional, namun 23% berasal dari mantan pejabat pemerintah dan 13% dari unsur politik.
"Bagaimana mungkin, orang yang tidak punya kompetensi atau pengalaman yang mumpuni terkait korporasi bisa kasih nasihat atau mengawasi kinerka direksi," sindirnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Gagal Bayar Meningkat, Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp103,73 Triliun
-
Modal Asing yang Kabur dari Pasar Modal Tembus Rp19,63 Triliun, Apa Penyebabnya?
-
Panen Raya Jadi Bukti! Teknologi Benih Dongkrak Produktivitas Jagung
-
OJK Tutup 36.191 Rekening Judi Online, Perbankan Diminta Perketat Pengawasan
-
Kementerian PU Jelaskan Kunker Menteri Dody dan Keluarga ke New York Jelang Final Piala Dunia
-
Sebanyak 81 BPR Akan Digabung Menjadi 24 hingga Juni 2026
-
Danantara Lebur 4 BUMN Manajer Investasi
-
Ribut-ribut Soal Skema Bagasi Pesawat, Mana yang Lebih Baik?
-
Tiga Perusahaan RI Tersandung Sengketa Bisnis sama Malaysia, Kapal-kapal Ditahan
-
Transaksi Kripto Naik di Mei 2026