Bisnis / Ekopol
Jum'at, 10 Juli 2026 | 17:48 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto meminta duta besar negara sahabat mengawal realisasi investasi hasil kunjungan Presiden Prabowo Subianto. [Suara.com/Dicky Prastya]
Baca 10 detik
  • Menko Perekonomian Airlangga Hartarto meminta duta besar negara sahabat mengawal realisasi investasi hasil kunjungan Presiden Prabowo Subianto.
  • Permintaan tersebut disampaikan saat acara Kadin Indonesia Monthly Diplomatic di Jakarta pada Jumat, 10 Juli 2026.
  • Pemerintah Indonesia terus berupaya memperluas akses pasar global melalui aksesi OECD, CPTPP, dan perundingan dagang Uni Eropa.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta para duta besar negara sahabat membantu mengawal realisasi investasi yang telah disepakati melalui sejumlah nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dalam rangkaian kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto.

Permintaan itu disampaikan Airlangga saat menghadiri acara Kadin Indonesia Monthly Diplomatic yang dihadiri perwakilan dari 67 negara dan 34 duta besar di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (10/7/2026).

"Dan tadi saya sampaikan kepada para Duta Besar, beberapa MoU yang dihasilkan dalam kunjungan Bapak Presiden Prabowo, kami berharap para Duta Besar juga ikut membantu Indonesia untuk mengawal realisasi daripada investasi," kata Airlangga.

Menurut dia, dukungan para duta besar dibutuhkan agar berbagai komitmen investasi yang telah disepakati dapat segera diwujudkan menjadi proyek nyata di Indonesia.

Selain mendorong realisasi investasi, Airlangga mengatakan pemerintah juga terus membuka akses pasar global melalui sejumlah kerja sama ekonomi internasional.

Ia menyebut Indonesia saat ini tengah melanjutkan proses aksesi ke Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).

"Dengan OECD harapannya kita bisa mulai membahas dan diselesaikan ratifikasinya," ujarnya.

Di saat yang sama, Airlangga menyebut pemerintah juga terus mempercepat penyelesaian perundingan perjanjian perdagangan dengan Uni Eropa.

"Untuk Eropa, baru pertama kali diusulkan ratifikasi melalui versi bahasa Inggris saja. Selama ini diterjemahkan ke 24 negara dan namun kita berharap negara-negara lain juga akan mendukung. Dan Indonesia juga akan mempercepat," kata Airlangga.

Baca Juga: BI Rate Naik 5,75 Persen! Airlangga Minta Himbara Tak Buru-buru Kerek Bunga Pinjaman

Selain itu, Indonesia juga masih menjalani proses aksesi ke Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP).

"Kemudian CPTPP, Indonesia dalam proses dan mudah-mudahan tahun ini aksesi kita bisa diterima sehingga ini proses bisa berlanjut," pungkasnya.

Load More