- Menko Perekonomian Airlangga Hartarto meminta duta besar negara sahabat mengawal realisasi investasi hasil kunjungan Presiden Prabowo Subianto.
- Permintaan tersebut disampaikan saat acara Kadin Indonesia Monthly Diplomatic di Jakarta pada Jumat, 10 Juli 2026.
- Pemerintah Indonesia terus berupaya memperluas akses pasar global melalui aksesi OECD, CPTPP, dan perundingan dagang Uni Eropa.
Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta para duta besar negara sahabat membantu mengawal realisasi investasi yang telah disepakati melalui sejumlah nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dalam rangkaian kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto.
Permintaan itu disampaikan Airlangga saat menghadiri acara Kadin Indonesia Monthly Diplomatic yang dihadiri perwakilan dari 67 negara dan 34 duta besar di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (10/7/2026).
"Dan tadi saya sampaikan kepada para Duta Besar, beberapa MoU yang dihasilkan dalam kunjungan Bapak Presiden Prabowo, kami berharap para Duta Besar juga ikut membantu Indonesia untuk mengawal realisasi daripada investasi," kata Airlangga.
Menurut dia, dukungan para duta besar dibutuhkan agar berbagai komitmen investasi yang telah disepakati dapat segera diwujudkan menjadi proyek nyata di Indonesia.
Selain mendorong realisasi investasi, Airlangga mengatakan pemerintah juga terus membuka akses pasar global melalui sejumlah kerja sama ekonomi internasional.
Ia menyebut Indonesia saat ini tengah melanjutkan proses aksesi ke Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).
"Dengan OECD harapannya kita bisa mulai membahas dan diselesaikan ratifikasinya," ujarnya.
Di saat yang sama, Airlangga menyebut pemerintah juga terus mempercepat penyelesaian perundingan perjanjian perdagangan dengan Uni Eropa.
"Untuk Eropa, baru pertama kali diusulkan ratifikasi melalui versi bahasa Inggris saja. Selama ini diterjemahkan ke 24 negara dan namun kita berharap negara-negara lain juga akan mendukung. Dan Indonesia juga akan mempercepat," kata Airlangga.
Baca Juga: BI Rate Naik 5,75 Persen! Airlangga Minta Himbara Tak Buru-buru Kerek Bunga Pinjaman
Selain itu, Indonesia juga masih menjalani proses aksesi ke Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP).
"Kemudian CPTPP, Indonesia dalam proses dan mudah-mudahan tahun ini aksesi kita bisa diterima sehingga ini proses bisa berlanjut," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Airlangga Ungkap Alasan Bali Dipilih Jadi Pusat Finansial Internasional, Jakarta dan Batam Tersisih
-
Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T
-
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%
-
Pemerintah Kucurkan Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 T di Semester II 2026, Ini Rinciannya
-
Indonesia Gandeng Kuwait Perkuat Kerja Sama Sektor Energi
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
Terkini
-
Pajak Ecommerce Segera Berlaku, Siapa dan Apa yang Dipajaki?
-
ESDM Pastikan Pasokan FAME Aman, Produksi Biodiesel B50 Ditargetkan Tembus 18 Juta Ton
-
Purbaya: APBN Tak Bisa Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi dan Kesejahteraan
-
Airlangga Ungkap Alasan Bali Dipilih Jadi Pusat Finansial Internasional, Jakarta dan Batam Tersisih
-
Riset Ungkap Masa Depan Industri Fintech RI Setelah Hadir Lebih dari 10 Tahun
-
Perusahaan AS Jajaki Proyek Gasifikasi Batubara dengan Danantara
-
Rupiah Menguat pada Jumat Sore, Waspadai Risiko Tertekan Pekan Depan
-
Dukung Liburan Sekolah Makin Seru, Gojek Hadirkan Kurasi Jalan Jajan di Aplikasi
-
BRI Hadirkan ORI030 untuk Investasi ORI dengan Kupon Tetap Bulanan
-
Jembatan Enang-enang Hasil Patungan Rakyat Aceh Rp1 M Ditutup, Menteri PU Nilai Struktur Belum Kuat