Bisnis / Makro
Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:35 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat ditemui di kantornya. [Suara.com/Dicky Prastya]
Baca 10 detik
  • Kapasitas data center RI naik dari 580 MW menjadi 1,88 GW.
  • Investasi data center Batam diproyeksi capai US$15-20 miliar.
  • Big Tech dan Nvidia ekspansi untuk menopang ekosistem AI nasional.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan kapasitas pusat data (data center) Indonesia akan melonjak tajam seiring derasnya investasi yang masuk ke sektor infrastruktur digital. Saat ini kapasitas terpasang pusat data nasional mencapai 580 megawatt (MW), sementara proyek yang telah masuk tahap pengembangan (pipeline) akan menambah kapasitas hingga 1,3 gigawatt (GW).

"Menyinggung data center, kapasitas terpasang kita sekarang hari ini setara dengan 580 megawatt. Dan ini yang in the pipeline untuk investasi setara dengan 1,3 gigawatt. Jadi ini sebuah angka yang besar," ujar Airlangga di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Menurut Airlangga, lonjakan kapasitas pusat data menjadi fondasi utama dalam membangun ekosistem kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di Indonesia. Kebutuhan komputasi yang semakin besar membuat keberadaan data center menjadi infrastruktur strategis untuk menopang transformasi digital nasional.

Pemerintah pun terus memperkuat ekosistem tersebut melalui pembangunan infrastruktur digital, mulai dari jaringan kabel serat optik antarpulau hingga pengembangan landing point yang menghubungkan Indonesia dengan berbagai negara.

"Yang terkait dengan AI, itu kuncinya dari ekosistem digital, yang pertama tentu green energy. Yang kedua tentu infrastruktur antarpulau yang kita sudah punya yang namanya fiber optic, dan juga dari fiber optic itu kita punya landing point ke regional countries," katanya.

Airlangga menjelaskan, dalam waktu dekat Indonesia akan meresmikan tambahan landing point kabel serat optik yang menghubungkan Batam dengan Singapura. Selain itu, Indonesia telah memiliki landing point di Bitung, Sulawesi Utara, yang terkoneksi langsung ke Amerika Serikat.

"Di samping itu, kita juga punya landing point di Bitung untuk ke Amerika. Jadi itu sangat potensi untuk pengembangan data center," ujarnya.

Ia juga mengungkapkan besarnya nilai investasi yang mengalir ke sektor ini. Dengan estimasi investasi sekitar US$1 juta untuk setiap megawatt kapasitas data center, tambahan proyek sebesar 1,3 GW menunjukkan skala investasi yang sangat besar. Khusus proyek data center di Batam, nilai investasinya diperkirakan mencapai US$15 miliar hingga US$20 miliar dan kini telah masuk tahap pengembangan.

"Yang sudah itu 580 megawatt itu mungkin setara 1 juta per megawatt. Nah, kemudian kalau tambahan lagi sekitar 1,3 gigawatt, ya ini yang sekarang di Batam itu juga investasinya sekitar 15 sampai 20 miliar sudah on the pipeline," kata Airlangga.

Baca Juga: Airlangga Ungkap Alasan Bali Dipilih Jadi Pusat Finansial Internasional, Jakarta dan Batam Tersisih

Ia menambahkan, sejumlah perusahaan teknologi global mulai menanamkan investasi di Indonesia. Nvidia disebut bekerja sama dengan mitra asal Australia, sementara Telkom juga akan memperluas investasinya di sektor pusat data. Selain itu, berbagai perusahaan teknologi global (Big Tech) tengah menyiapkan ekspansi data center di Karawang.

"Perusahaannya salah satu yang Nvidia bekerja sama dengan Australia, kemudian ada yang direct perusahaan Telkom sendiri akan invest. Kemudian di Karawang ini juga hampir seluruh Big Tech itu akan mengembangkan ekspansi daripada data center karena sekarang data center ini sangat menjadi kunci untuk AI yang mengandalkan kepada quantum computing," pungkasnya.

Load More