- Ade Ginanjar menolak usulan pemeriksaan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia terkait pengadaan batu bara karena dianggap bermuatan politis.
- Kementerian ESDM sedang melakukan pembenahan sistem tata kelola pertambangan untuk menjamin pasokan energi nasional secara transparan dan akuntabel.
- Ade mendukung pemberian sanksi tegas kepada perusahaan tambang yang melanggar aturan demi menjaga ketahanan energi serta investasi.
Ia juga menyarankan agar kementerian menggunakan kewenangan regulasinya untuk memblokir pengajuan RKAB tahunan bagi perusahaan yang tidak menunjukkan komitmen dalam pembangunan infrastruktur penunjang, seperti jalan khusus angkutan batu bara atau hauling road.
Hal ini dinilai penting untuk mengurangi konflik sosial dan kerusakan jalan nasional yang sering dialami masyarakat di daerah penghasil tambang.
Sinergi Lintas Sektoral dan Pembangunan Infrastruktur
Sebagai anggota Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur dan perhubungan, Ade melihat adanya kaitan erat antara tata kelola batu bara dengan kelancaran distribusi logistik nasional.
Ia mendorong adanya koordinasi yang lebih kuat antara Kementerian ESDM dengan kementerian terkait lainnya, seperti Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum.
Salah satu fokus yang disoroti adalah penegakan aturan Over Dimension Over Loading (ODOL). Ade menilai, sinkronisasi pengawasan distribusi batu bara di jembatan timbang maupun pelabuhan bongkar muat sangat krusial agar distribusi logistik berjalan tertib, aman, dan efisien.
Untuk memperkuat implementasi program DMO, Ade menyatakan kesiapannya untuk mendorong percepatan anggaran pembangunan infrastruktur pelabuhan dan pengerukan alur sungai.
“Distribusi batu bara menuju PLTU milik PLN penting diarahkan supaya optimal, yakni melalui jalur perairan atau barging. Itu untuk mengurangi beban jalan nasional serta efisiensi distribusi," kata dia.
Menjaga Kepercayaan Investor di Tengah Polemik
Baca Juga: Lantik Pengurus Aceh, Bahlil Tegaskan Golkar Dukung Prabowo Sampai Selesai
Di tengah memanasnya suhu politik menjelang pergantian kepemimpinan nasional, Ade mengingatkan bahwa stabilitas dunia usaha adalah prioritas yang tidak boleh dikesampingkan.
Ia khawatir, jika polemik mengenai sektor energi terus digoreng menjadi konsumsi politik, hal itu akan menurunkan kepercayaan investor yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia.
Menurutnya, pembenahan sistem secara menyeluruh jauh lebih penting daripada sekadar melontarkan tudingan tanpa dasar data yang kuat.
Kerja sama antarlembaga dan kolaborasi antara eksekutif dan legislatif menjadi kunci utama dalam memperkuat kedaulatan energi bangsa.
“Kita saat ini butuh pembenahan sistem secara total, serta kolaborasi antarlembaga guna menguatkan tata kelola energi nasional. Jangan sampai polemik politik malajh mengganggu upaya pemerintah menjaga ketahanan energi serta kepastian investasi sektor pertambangan," tegas Ade Ginanjar.
Tag
Berita Terkait
-
Lantik Pengurus Aceh, Bahlil Tegaskan Golkar Dukung Prabowo Sampai Selesai
-
Profil Tan Kian, Bos Pacific Place yang Terseret Kasus Korupsi PLN hingga Asabri
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Jadi Momok, LSAK Desak Prabowo Cabut Perpres Pelindungan Jaksa oleh TNI
-
LSAK Usul KPK Ambil Alih Kasus Korupsi Batu Bara Pejabat Kejaksaan: Syarat Hukum Sudah Terpenuhi
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Setoran Freeport ke Negara Turun Menjadi USD 2,6 Miliar pada 2026
-
IHSG Bertahan di Atas 6.000, Tapi Dihantam Saham Perbankan
-
Tak Sekadar Chatbot, Investor Ritel Bisa Manfaatkan AI untuk Analisis Saham
-
Rupiah Menguat Tipis Berkat Sentimen Positif S&P Global Ratings
-
Aturan Kemasan Rokok Polos Dinilai Ancam 1,2 Juta Lapangan Kerja
-
Pengangkatan Keponakan Menteri PU Jadi Komisaris PTPP Atas Usulan BP BUMN-Danantara
-
Ajinomoto Indonesia Jadi Pelopor PMR Proaktif, Raih PMR Award 2026 dari BPOM
-
Kas Seret, Pos Indonesia Tunda Bayar Imbal Jasa Sukuk Rp24,11 Miliar
-
Neraca Dagang RI Berbalik Tekor, Mendag: Harga Minyak Lagi Tinggi-tingginya!
-
Produksi Emas Freeport 2026 Masih Tertahan, Target Baru 21 Ton Meski Tambang Belum Mulai Pulih