Insiden berdarah yang menewaskan suporter kembali terjadi. Setelah tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022, kembali pecah insiden berdarah di Liga Argentina tepatnya usai pertandingan antara Gimnasia vs Boca Juniors, Jumat (7/10).
Dalam insiden berdarah ini satu orang suporterr bernama Cesar Regueiro atau Lolo dinyatakan meninggal dunia. Dugaan sementara Lolo meninggal akibat serangan jantung saat terjadi kepanikan akibat tembakan gas air mata yang ditembakan oleh aparat kepolisian.
Seorang juru kamera dari media Argentina, TyC Sports, Fernando Rivero menceritakan bahwa aparat kepolisian tidak hanya menembakan gas air mata ke arah suporter tapi juga peluru karet.
"Polisi menembak tanpa henti," kata Rivero seperti dikutip dari TyC Sports.
"Saya masih terguncang dengan apa yang terjadi karena saya melakukan pekerjaan seperti biasanya ketika kemudian pecah kerusuhan," jelasnya.
Dijelaskan oleh Rivero, kondisi tak terkendali usai pertandingan berakhir tanpa gol. Para suporter yang keluar dari stadion kemudian meluapkan emosi mereka.
"Saya mengambil kamera dan mulai merekam saat para suporter marah dan polisi yang menggunakan kuda mulai menghalau mereka. Mereka mulai melempar batu ke arah polisi. Saya berlari mencari perlindungan tapi saya masih terus merekam,"
Saat dirinya bersembunyi di balik pohon untuk mencari perlindungan, seseorang yang ia duga aparat kepolisian memintanya untuk berhenti merekam.
"Orang ini melompati pagar dan datang langsung untuk menembak saya agar saya tidak melanjutkan merekam kejadian. Saya bisa melihat orang itu serius mengancam saya," ungkapnya.
Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan Terulang, Tembakan Gas Air Mata Tewaskan Suporter di Argentina
Rivero terkena tembakan di area selangkangan. Ia merasakan sakit yang luar biasa, ia tumbang. Saat jatuh, seorang suporter kemudian meminta polisi menghentikan aksi brutal mereka. "
"Saya menerima tembakan di area selangkangan dan saya kesakitan. Saya terjatuh ke lantau. Beberapa orang datang dan berkata kepada mereka, 'Apa yang kamu lakukan? Apakah kamu tidak melihat bahwa kamu menembak seorang juru kamera' tapi polisi tidak bergeming dan terus menembak," kata Rivero.
"Ketika saya merasakan sakit dan terbakar. Saya melihat celana saya dan melihat lubang. Ada bekas peluru," tambahnya.
Rivero juga menyebut bahwa tembakan gas air mata berulang-ulang dari polisi membuat kondisi area sekitar Stadion Juan Carmelo Zerillo sangat berkabut dan penuh sesak.
"Seluruh kawasan itu penuh dengan gas. Itu membuat Anda tidak bisa bernafas. Kami masuk ke truk. Tenggorokan dan mata sangat perih dan itu bisa membunuh Anda,"
Rivero mendapat tiga kali tembakan peluru karet saat insiden berdarah di La Plata tersebut.
Pertandingan Gimnasia vs Boca Junior dihentikan setelah 9 menit terjadinya ricuh antara suporter di area sekitar stadion.
Berita Terkait
-
Tragedi Kanjuruhan Terulang, Tembakan Gas Air Mata Tewaskan Suporter di Argentina
-
Ngerinya Kekerasan Suporter di Liga Argentina, Puluhan Orang Meregang Nyawa
-
Pertandingan Rusuh, Pelatih Liga Argentina Tertembak Pistol Fan
-
Pelatih Klub Liga Argentina Ditembak Penonton Saat Pertandingan Sedang Berlangsung
-
Ngeri! Pelatih Klub Liga Argentina Ditembak Penonton, Pemain Kocar-kacir
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan