Suara.com - Pelatih Arema Cronus Indonesia Malang, Joko Susilo, meminta pemain tim berjuluk Singo Edan itu untuk tidak terpengaruh kondisi nonteknis pertandingan, ketika menjalani babak delapan besar Piala Jenderal Sudirman 2015 di Stadion Maguwoharjo, Sleman.
"Bermain di kandang atau di luar sama saja, dan dalam kondisi apa pun harus siap, baik mental maupun fisik. Pemain tidak perlu memikirkan dan terpengaruh kondisi nonteknis dalam pertandingan. Yang terpenting berikan yang terbaik untuk tim maupun pendukung (Aremania)," kata Joko Susilo di Malang, Jawa Timur, Senin.
Ia mengakui dari hasil babak penyisihan grup turnamen Piala Jenderal Sudirman, Arema mengemas poin tertinggi dibanding tim lainnya, termasuk dari grup lainnya. Dalam babak penyisihan grup, Arema mengantongi 12 poin alias tidak pernah seri atau kalah.
Namun demikian, kata Joko, raihan poin dan posisi tertinggi ini juga jadi perhatian tim pelatih. Tim pelatih Arema tidak mau timnya terpengaruh dari sisi mental. Faktor mental pemain terkait kepercayaan diri berlebih dan bertanding di luar kandang menjadi fokus perhatian serius.
Bahkan, lanjutnya, tim pelatih terus memberi motivasi pada para pemain untuk tidak memikirkan dan terpengaruh kondisi di luar teknis pertandingan di lapangan. Tim pelatih juga meminta pemain utnuk tidak berkecil hati dengan penetapan laga delapan besar Arema di stadion Maguwoharjo Sleman.
"Saya tegaskan ke pemain, main di manapun, kondisi apapun harus siap. Kalau saya tanya enak mana main dengan banyak penonton atau dengan sedikit penonton? Main di lapangan yang bagus atau yang jelek? Jawabannya ya harus main di manapun harus enak. Itu yang saya tanamkan," tegas Joko Susilo yang akrab dipanggil Gethuk tersebut.
Faktor mental pemain Arema saat bertanding di luar kandang diyakinkan tidak akan terpengaruh. Hasil terakhir yang buruk saat menjalani laga semifinal turnamen Piala Presiden saat bertanding di Solo harus segera dilupakan.
"Tuan rumah di mana saja tidak berpengaruh bagi Arema. Fokus pelatih saat ini adalah menjaga motivasi bertanding pemain, apalagi dengan persiapan babak delapan besar dan jadwal bertanding di Sleman yang cukup panjang, diharapkan bisa mendukung adaptasi dan penampilan Arema di babak delapan besar. Target Kami adalah memberikan yang terbaik, keputusan apapun yang dibuat penyelanggara harus kami sikapi dengan kesiapan fisik, mental dan teknik," ujar Gethuk. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Lionel Messi Jadi Spider-Man? Aksi Terbangnya Bareng Tom Holland Bikin Heboh
-
Teror Suporter Meksiko: Pasang Petasan hingga Gelar Konser Dadakan Depan Hotel Ekuador
-
Viral Aneh di Piala Dunia 2026: Foto Lewat TV dan Unggah di Sosmed Jadi Tren
-
Erling Haaland Pahlawan! Norwegia Tantang Brasil di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
-
Skandal FIFA! 50 Anggota Parlemen UE Desak Infantino Diseret ke Meja Hijau
-
Viral Video Lawas Ramalan Diego Maradona: Laga Piala Dunia 2026 Dibagi 4 Babak
-
Anak Patrick Kluivert dan 2 Pemain Belanda Jadi Korban Serangan Rasis Usai Kegagalan de Oranje
-
Kalah dari Maroko, Jalanan Belanda Berubah Jadi Medan Perang Suporter vs Polisi
-
Belanda Angkat Koper, Virgil van Dijk Jadi Kambing Hitam Disebut Pemain Lemah
-
Der Panzer Tersingkir! Julian Nagelsmann Dituding Perusak Mental Pemain Jerman